SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
MELEPASKAN SEMUA


__ADS_3

2 minggu berlalu, tapi sampai sekarang King tidak pernah menceritakan pada Kimberly mengenai hubungannya dengan Anthony. Kimberly pun tidak mengungkitnya, jadi ia masih bisa tetap menemui Anthony. Bagaimanapun, ia sudah menganggap Anthony sebagai kakaknya dan ia merasa nyaman saat bersamanya.


"Mi, Kim pergi dulu ya."


"Kamu mau kemana, sayang?" tanya Megan.


"Besok aku wisuda, Mi. Masa Mami lupa. Jadi hari ini aku mau ke mall, mau nyalon dulu."


"Sama siapa?"


"Nanti ketemu sama Kristy dan Lady, Mi."


"Baiklah, sayang. Hati hati."


"Bye, Mi."


Kimberly mengendarai mobilnya sampai ke sebuah Mall. Ia memgambil ponselnya dan menghubungi Kristy.


"Lo dimana?"


Masih di jalan, bentar lagi nyampe sih, cuma agak tersendat dikit.


"Ya udah, gue tunggu di salon biasa ya."


Sipp!!


Kimberly kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil yang talinya ia selempangkan secara menyilang di depan tubuhnya. Ia pun memasuki Mall dan menuju salon langganan mereka.


Sesampainya di salon,


"Eh, Kimciii!! Apa kabar neng?" celetuk salah seorang pegawai salon yang mengenal Kimberly.


"Baik, mbak. Ada tempat kosong nggak? mau creambath nih."

__ADS_1


"Bentar ya aku cek, lagi rame soalnya. Tumbenan nih rame banget."


"Sippp, tapi aku bertiga ya mbak nanti. Ini lagi nungguin temen aku."


Pegawai tersebut memeriksa buku pintarnya (mbak nya selalu bilang gitu sama Cherry), siapa saja yang lagi kosong nggak pegang pelanggan.


"Masih penuh nih Kim. Mau tunggu sebentar nggak? palingan 15 menit lagi ada beberapa yang udahan."


"Nggak apa apa kok, lagian masih nunggu temen. Tapi masukin daftar antrian dulu ya, inget 3 orang."


"Siap neng Kimci. Sekarang duduk dulu aja ya, nanti kalau udah siap juru creambathnya, mbak panggil," Kimberly pun mengangkat jempolnya.


Kimberly pun duduk di sebuah sofa panjang yang menjadi ruang tunggu salon. Ia mengambil ponselnya dan mulai membuka halaman chat. Ia langsung memberitahu Kristy dan Lady dalam group chat mereka 'Y girls' bahwa ia telah sampai.


"Woww, ternyata ada pengantin gagal nikah di sini. Ngapain? mau perawatan biar keliatan glowing terus bisa menarik perhatian William lagi?"


Kimberly hanya menatap sesaat, kemudian mengacuhkannya. Ia ingin membuang semua kenangan masa lalunya, tak ingin mengingat lagi.


Kimberly mulai mengepalkan tangannya. Bisa dikatakan ia sudah melepas William untuk wanita ini, tapi mengapa wanita ini sepertinya masih mencari gara gara dengannya.


"Ah, nikmatnya mengandung anak William. Setiap hari ia menciumku, menyayangiku dan calon anak kami. Ia juga selalu memberikan usapan lembut pada perutku dan perhatiannya sangat luar biasa. Tentu saja pasti akan banyak wanita yang iri, kasihan mereka hanya bisa menyaksikan dan mendengar saja."


"Apa kamu sudah selesai bicara? Jika sudah selesai, lebih baik kamu pergi, karena aku sama sekalu tidak tertarik dengan segala urusanmu ataupun suamimu itu," ucap Kimberly.


Plakkk !!!


Satu tamparan mendarat di pipi Kimberly, padahal ia merasa tak mengatakan hal yang buruk. Kimberly hanya memegang pipinya yang kini terasa panas.


"Itu hadiah dari anakku karena kamu mau mengambil ayahnya!"


Kimberly diam, ia tak ingin membalas meskipun ia merasa kesal. Kimberly merasa jika ia berlama lama di sana, ia bisa mencekik Viera. Baru saja ia memutar tubuhnya,


"Wil ...," batin Kimberly saat melihat William yang tersenyum bahagia datang untuk menjemput Viera, membuat hati Kimberly kembali tersayat. Ia kembali teringat dengan pernikahannya yang gagal.

__ADS_1


"Kamu sudah selesai, honey?" tanya William pada Viera, tanpa sedikitpun memandang ke arah Kimberly.


"Sudah, honey. Aku senang sekali. Bagaimana kalau setelah ini kita pergi berbelanja?"


"Tentu saja, honey. Anything you want, I'll give it to you (Apapun yang kamu inginkan, aku akan memberikannya untukmu)."


Viera langsung mengalungkan tangannya ke lengan William dan tersenyum sinis pada Kimberly. Kimberly pun memalingkan wajahnya, tak ingin menyaksikan lagi.


"Kim!" panggil Lady yang baru saja sampai di sana.


"Kamu baik baik saja kan, Kim," Kristy yang melihat kepergian Viera dan William dari salon itu langsung mengambil langkah seribu. Ia tak mau terjadi sesuatu dengan sahabatnya. Dan benar saja, sesampainya mereka di sana, Kristy dan Lady melihat Kimberly yang tengah menunduk sambil mengepalkan tangannya. Mereka berdua langsung memeluk Kimberly, dan tanpa bisa ditahan, air matanya pun luruh.


"Lupakan dia, Kim. Ingatlah bahwa kamu adalah wanita yang kuat. Buktikan pada mereka bahwa kamu bisa melakukan apapun. Kamu tidak membutuhkan mereka dalam hidupmu. Ingatlah bahwa kami adalah sahabat sahabatmu yang akan selalu ada di sisimu, apapun yang terjadi."


"Aku tak menyangka kamu bisa berkata bijaksana," Kimberly berusaha tertawa, agar sahabatnya tidak ikut merasakan kesedihannya.


"Justru itu tandanya ada yang salah dengan kepalanya, makanya ia perlu segera dipijat di kepala, supaya semuanya balik asal!" ucap Lady sambil menertawakan Kristy yang wajahnya berubah masam.


Aku memang kehilanganmu, tapi aku memiliki sahabat lain yang jauh lebih mengerti diriku. Terima kasih sahabatku, tanpa kalian aku bukanlah apa apa. - Kimberly.


"Ayo, Kim! Jangan bengong, kita langsung cap cus perawatan dari atas sampai bawah," Lady kembali membuat Kimberly dan Kristy tertawa dengan gaya bicaranya.


"Waduh, ada yang mau perawatan dari atas sampai bawah, demi apakah ini?"


"Demido, Demi Dodo!!" sahut Kimberly yang membuat Kristy tertawa dan Lady langsung berubah cemberut.


"Ahhh, kalian nggak asik. Aku tuh maunya sama Jungkook," celetuk Lady.


"Nah, jungkooknya yang ogah sama lo."


Dengan bersama sahabat sahabatnya inilah Kimberly merasa bisa tertawa lepas. Meskipun saat ini hatinya sakit, tapi ia akan terus berusaha melupakan dan melepaskan semua perasaannya, meskipun tidak mudah.


Semangat Kim!! You can do it!!

__ADS_1


__ADS_2