SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
AKU AKAN MENDENGARKANMU


__ADS_3

Kimberly seperti sudah mulai terbiasa melihat bagaimana kelakuan William. Meskipun mereka sudah bertunangan dan diketahui oleh banyak orang, tetap saja ia akan bermesraan dengan Viera di depan umum. Sejujurnya, hal itu sangat menyakiti hati Kimberly, tapi ia juga tak ingin terlihat seperti haus akan perhatian William.


"Kak," sapa Kimberly pada ponselnya yang saat ini menampilkan wajah Anthony.


"Kim, ada apa? Mengapa wajahmu dilipat seperti martabak?"


"Jangan membicarakan makanan di depanku, kalau nanti aku menagihnya bagaimana," ucap Kimberly sambil mengerucutkan bibirnya yang membuat Anthony semakin gemas.


"Apa kamu sedang ingin makan es krim?" tanya Anthony tiba tiba.


"Mengapa kakak bertanya seperti itu? Tentu saja aku mau, kapanpun, dimanapun."


Anthony pun tergelak. Wanita yang muncul di layar ponselnya ini sungguh membuatnya ingin langsung menghampiri dan mencubit pipinya.


"Baiklah, aku akan menjemputmu. Kita makan es krim. Dimana kamu sekarang?"


"Aku di kampus."


"Baiklah, tunggu aku," Anthony pun mematikan ponselnya dan segera beranjak dari duduknya.


Anthony keluar dari ruangannya, kemudian menghampiri Hansel di ruang sebelahnya yang hanya dibatasi kaca.


"Han, aku pergi dulu," ucap Anthony.


"Ta ... tapi kamu ada meeting sebentar lagi," Hansel yang sedang memakan roti jadi sedikit gelagapan karena perkataan Anthony.


"Kamu bisa menggantikanku."


"Hei! kenapa kamu jadi suka meninggalkan meeting, huh?!"


"Aku ada urusan penting."

__ADS_1


"Urusan penting? Apa lebih penting daripada meeting?" tanya Hansel.


"Tentu saja!" Anthony pun menutup pintu dan meninggalkan Hansel yang mulai menggerutu.


U**ntung saja kamu sahabatku, kalau tidak, sudah kuadon jadi rempeyek.


*****


"Kenapa kamu sendirian saja? tidak bersama dengan Lady dan Kristy," tanya Anthony.


"Lady masuk rumah sakit, dan Kristy sedang ada kuliah pengganti," jawab Kimberly.


"Masuk rumah sakit?" tanya Anthony heran.


"Iya, gara gara kebanyakan makan sambel. Masa makan baso 2 mangkok, sambel 1 tempat habis. Langsung auto pingsan di tempat dia kak."


"Apa terjadi sesuatu pada Lady hingga ia melakukan itu?"


"Ya, gara gara mister Dodo. Lady merasa kalau Pak Dodo sengaja membuat dirinya sulit lulus mata kuliah yang diajarnya."


Uhukkk ... uhukkk ...


"Kim, pelan ... pelan ...," Anthony langsung mengusap punggung Kimberly dan memberikannya minum.


Ya ampun, kenapa aku jadi begini?


Setelah Kimberly sudah bisa menguasai dirinya, ia pun mulai kembali melahap es krim miliknya. Anthony kembali menatapnya dan bertanya, "Apa kamu mau bercerita padaku? atau mungkin kamu lebih ingin bercerita pada kakakmu."


"Tidak, aku tidak bisa bercerita pada Kak King. Ia bisa menghabisinya,"


"Maksudmu?"

__ADS_1


"Aku akan bercerita pada kakak saja, setidaknya aku perlu tempat untuk mencurahkan perasaanku."


Kimberly akhirnya menceritakan pada Anthony mengenai William. Semua hal tentang kelakuan William akhirnya diketahui oleh Anthony. Air mata sudah mulai keluar dari mata cantik milik Kimberly, dan jujur saja itu membuat Anthony kesal. Mendengar cerita Kimberly, ia mengepalkan tangannya, ingin rasanya ia memberikan pukulan langsung kepada William.


"Apa boleh aku saja yang memukulnya?" tanya Anthony.


"Jangan, kak. Aku justru bercerita pada kakak karena aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya. Kak King pasti akan langsung menghabisinya jika ia tahu apa yang telah William lakukan. Tapi aku tidak bisa melihat itu, karena aku ...," ucap Kimberly.


"Karena kamu mencintainya," lanjut Anthony.


"Apa aku salah kak sudah mencintainya?"


Anthony meraih tangan Kimberly, menggenggamnya dan menepuk lembut punggung tangannya, "Tidak, kamu tidak salah. Tidak ada cinta yang salah. Hanya saja, kamu perlu melihat, apakah orang yang kamu cintai pantas untuk mendapatkan cintamu. Kemarilah,"


Anthony akhirnya memeluk tubuh Kimberly. Kimberly menenggelamkan wajahnya di dada Anthony dan kembali menangis. Ia merasakan kehangatan saat berada dalam pelukan Anthony, lama kelamaan ia menjadi lebih tenang.


"Aku mencintainya, Kak. Justru karena aku mencintainya, aku tidak bisa melepasnya untuk wanita yang akan menghancurkannya suatu saat nanti. Tapi kenapa hati ini begitu sakit melihatnya."


"Jika kamu memang sudah mengambil keputusan bahwa kamu akan menikah dengannya, maka kamu harus menerima dirinya apa adanya. Kamu adalah wanita yang baik, Kim. Kakak yakin, kamu akan bahagia," ucap Anthony sambil mengusap punggung Kimberly.


"Sekarang kita pulang, aku akan mengantarmu. Apa kamu ingin aku bungkuskan es krim?"


'Tidak, Kak. Terima kasih. Saat ini aku hanya perlu teman untuk berbicara. Kak King bahkan belakangan ini tidak terlalu mempedulikanku. Ia begitu sibuk dengan kantor barunya."


"Kamu masih memiliki aku. Teleponlah aku jika kamu ingin bercerita, hmm ... Aku akan mendengarkanmu."


Kak Lee, kamu sangat baik sekali. Sungguh. Kalau saja William bisa seperti kakak, aku akan sangat bahagia.


*****


LIKE, KOMEN, FAVORITE, BINTANG 5, VOTE.

__ADS_1


thank you readers,


PimCherry


__ADS_2