
"Apa persiapan sudah selesai?" tanya William.
"Ya, acara pengangkatanmu sebagai CEO Smith Group akan dilakukan secara resmi 2 minggu lagi," jawab Arman.
"Baiklah. Jangan lupa untuk mengundang Kimberly dan keluarganya," Arman pun mengangguk mengiyakan.
Baiklah, Kim. Aku akan membuatmu menjadi milikku di acara tersebut. Daddy dan Mommy pasti akan sangat bahagia. - William.
*****
King mengerjapkan matanya, kepalanya masih pusing. Di tangannya terpasang jarum infus, tapi ia bukan berada di rumah sakit.
"Apa kamu sudah lebih baik?"
"Di mana aku?" King melihat ke sekeliling, di hadapannya hanya ada Dokter Ben yang sedang mengawasinya.
"Tentu saja di rumahku. Lain kali kalau mau pingsan, jangan di depan rumahku. Kasihan Hanna yang harus membawamu masuk ke dalam di tengah hujan."
"Hanna?"
"Tentu saja, siapa lagi? Apa kamu berharap aku yang mengangkatmu? merepotkan!" Ben mulai mencebikkan bibirnya.
"Di mana Hanna?"
"Ia berada di luar. Aku tidak mengijinkannya menemanimu di sini, berduaan. Apa kata orang nanti, adikku berduaan dengan laki laki di dalam kamar."
Kenapa dari tadi rasanya cara bicara laki laki ini seperti ingin mencari masalah denganku. - King.
"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Ben.
"Bolehkah aku tetap di sini? izinkan aku berbicara dengan Hanna lagi, aku mohon."
__ADS_1
Ben menarik nafasnya dalam, "Kamu tahu kan kalau Hanna memiliki masalah psikologis denganmu. Jangan menambah bebannya lagi."
"Aku adalah salah satu sumber masalahnya, biarkan aku membantunya. Bukankah masalah itu harus dihadapi agar bisa keluar dari trauma yang ia alami?"
Di dalam hati, Ben membenarkan akan hal itu. Hanna memang harus menghadapi masalahnya agar bisa sembuh, tapi ....
"Tapi kamu harus berjanji tak akan memaksanya, mengerti?"
"Ya, aku mengerti."
"Kamu boleh menginap malam ini, tapi besok kamu harus segera pulang. Aku tak mau menampung dirimu di sini, sementara kamu memiliki rumah yang jauh lebih besar dari milikkku," ucap Ben sedikit sinis, tapi hanya bermaksud bercanda.
"Terima kasih."
Ben keluar dari kamar dan menemui Hanna dan Maria yang sedang berbincang di luar.
"Bagaimana keadaannya, Kak?" tanya Hanna.
"Ia sudah tidak apa apa, ia sudah sadar," jawab Ben.
"Terima kasih, Kak," Hanna berjalan menuju kamar tamu, dimana King ia tempatkan, sementara Ben mengajak istrinya untuk makan malam.
Hanna mengetuk pintu kamar tidur tamu, kemudian masuk setelah mendengar suara King. Wajah King tersenyum saat melihat kedatangan Hanna.
"Jika kamu sudah lebih baik, sebaiknya kamu pulang," ucap Hanna, membuat King merasa kecewa.
"Apa kamu akan mengusir orang yang sedang kurang sehat?"
"Bukankah itu kesalahanmu sendiri. Kamu yang ingin berdiri di tengah hujan, padahal belum mengisi perutmu."
"Karena aku tak ingin beranjak dari rumah di mana seseorang yang telah lama mengisi hatiku, tinggal di sana."
__ADS_1
Hanna memalingkan wajahnya, ia tak ingin King melihat perasaannya yang selalu tercetak di wajahnya. Ia memang bukan orang yang mampu menyembunyikan perasaannya dengan baik.
"Katakan padaku, Han ... Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu kembali padaku? Apa kamu ingin aku benar benar meninggalkanmu dan tak terlihat lagi di matamu?" ucap King sendu.
"Istirahatlah, aku akan keluar," ucap Hanna sambil berlalu, tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh King.
Setelah keluar dari kamar tamu, Hanna bersandar pada pintu. Ia tak tahu kemana hatinya mengarah. Haruskah ia menjatuhkan hatinya kembali atau membiarkan rasa itu pergi bersama dengan King?
*****
"An, ada undangan. Sudah kuletakkan di atas mejamu."
"Undangan?"
"Ya, perayaan ulang tahun Smith Group," ucap Hansel.
"Sepertinya mereka akan melakukan besar besaran, hingga mengundangku."
"Bisa jadi. Setahuku, mereka akan mengumumkan William Smith sebagai CEO baru mereka."
"Baiklah. Kalau begitu kamu siapkan hadiah yang cocok untuk perayaan ulang tahun itu, Sel. Jangan sampai kita datang dengan tangan kosong."
"Baiklah."
Sementara itu di perusahaan Smith,
"Kamu sudah mengirim undangannya, man?"
"Sudah. Tapi untuk apa kamu mengundang Anlee Group? Bukankah kita tidak pernah bekerja sama dengan mereka."
"Ooo aku hanya ingin memberikan sesuatu pada mereka di acara tersebut."
__ADS_1
Arman tidak mengerti apa yang diinginkan oleh William dengan mengundang CEO perusahaan itu. Apakah ini hanya langkah awal agar mereka bisa belerja sama dengan salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang F&B Itu? Hanya William yang tahu.
Aku tahu kamu menyukainya. Siapapun yang melihat pasti akan menyadari bahwa kamu menyukai Kimberly. Tapi, aku akan memperlihatkan padamu, bahwa akulah yang akan mendapatkan Kimberly ... dengan caraku. - Willliam.