SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
WISUDA


__ADS_3

"Terima kasih, honey .... cupp," Viera mencium pipi William. Mereka pulang sambil menenteng beberapa paperbag, hasil belanjaan mereka. Mereka memasuki kediaman Smith dengan senyum yang merekah.


"Will!!" panggil Michael yang kini berdiri di ujung anak tangga, memperhatikan putra dan menantunya itu.


"Daddy mau bicara, temui Daddy di ruang kerja!" ucap Michael tegas.


William memandang ke arah Viera, "Ayo kita ke kamar dulu. Nanti aku baru menemui Daddy."


5 menit berlalu,


"Ada apa, Dad?" tanya William yang masuk ke dalam ruang kerja. William memperhatikan raut wajah Daddynya yang sangat tidak bersahabat. Sejak kejadian di acara pernikahannya, hubungan dengan orang tuanya seketika merenggang.


"Kapan kamu mau serius dengan kuliahmu? Bukankah seharusnya kamu sudah lulus? Kimberly saja besok sudah wisuda ... kamu?"


"Daddy tak usah membandingkan aku dengan Kimberly. Ini hidupku, jangan terlalu mengaturku!"


"Mommy dan Daddy menginginkan yang terbaik untukmu, tapi sepertinya kamu menganggap kami justru mengekang kebebasanmu. Kalau begitu maumu, Daddy juga akan bertindak sesuai dengan kemauan Daddy."


"Apa maksud Daddy?"


"Mommy dan Daddy akan kembali ke Jepang dalam waktu dekat. Kamu sudah berkeluarga, maka kamu harus bertanggung jawab dengan keluargamu sendiri. Jika kamu ingin memenuhi kebutuhan keluargamu bekerjalah! Daddy hanya akan membiayai kuliahmu hingga semester depan. Ingat itu!"


"Jadi Dad berbuat seperti ini karena aku tidak menikah dengan wanita pilihan Mommy dan Daddy?"


"Tidak! Kamu akan tahu alasannya nanti, karena jika Daddy mengatakannya sekarang, kamu tidak akan mempercayainya. Daddy akan memberikan kamu sebuah perusahaan kecil yang terletak di pinggir Jakarta."


William mengepalkan tangannya, mendengar semua penuturan Michael, "Jangan katakan padaku kalau kalian berpikiran Viera hanya menginginkan hartaku."


"Terserah kamu mau berpikir apa, Wil. Namun yang pasti, Daddy ingin kamu bertanggung jawab atas keluargamu. Dan ingatlah, Daddy akan terus memperhatikan semua gerak gerikmu."

__ADS_1


William keluar dari ruang kerja Michael, ia sedang dipenuhi rasa kesal. Namun, ia langsung merubah raut wajahnya saat akan masuk ke dalam kamar. Ia tak ingin Viera mengetahui apa yang dibicarakan oleh Daddynya, pasti wanita yang kini menjadi istrinya itu akan menjadi sedih. Selain karena ia dianggap materialistis, ia akan beranggapan bahwa dirinya tak diterima oleh keluarga William.


Cekkleekk ...


"Honey, lihatlah. Gaun ini sangat pas di tubuhku kan," Viera memutar mutar tubuhnya, memperlihatkan kemolekan tubuhnya.


"Tentu saja, honey. Apapun yang kamu pakai pasti terlihat anggun, karena kecantikanmu terpancar luar biasa," William memuji Viera, untuk membuat wanita itu senang dan tidak menanyakan mengapa ia dipanggil oleh Daddynya.


"Ada apa Daddy memanggilmu, honey?" baru saja William akan masuk ke kamar mandi, langkahnya terhenti.


"Daddy ingin aku mengurus salah satu perusahannya," ucap William. Ia memang tidak berbohong meskipun perusahaan yang diberikan hanyalah perusahaan kecil.


"Wahhh benarkah, honey?"


"Ya. Aku mandi dulu ya."


"Iya, honey," Viera tersenyum senang. Kini hidupnya akan menjadi luar biasa. Ia akan menjadi istri seorang CEO dari perusahaan Smith, dengan kekayaan yang tak terbatas.


*****


"Wuhuuuuu!!! Yeayyy!!!" teriakan demi teriakan membahana, membuat suasana menjadi semakin meriah. Para pendamping pun kini berfoto bersama para wisudawan.


"Kimmm!!!" teriak Lady dan Kristy, sambil memeluk Kimberly, "Selamat Kim!!"


"Ayo foto dulu, aku akan memasukkannya di media sosialku," ucap Kristy.


"Dasar Miss update!" goda Lady.


Lady dan Kristy membantu memotret Kimberly bersama orang tua dan juga kakaknya. Wajah mereka diisi dengan senyuman.

__ADS_1


Dari jarak yang tak terlalu jauh, sepasang mata memperhatikan kebahagiaan mereka. Ia pun perlahan mendekati mereka yang tengah berbahagia.


"Kim ...," sapa Anthony.


"Kak Lee!!" Kimberly yang melihat kedatangan Anthony, tanpa memikirkan keberadaan kakaknya, langsung mendekat dan memeluk Anthony.


"Congratulations cantik," bisik Anthony di telinga Kimberly, yang seketika membuat wajah Kimberly merah merona. Tak pernah sekalipun ada pria yang mengatakan hal tersebut padanya, bahkan William selalu mengejeknya jelek.


Kimberly menoleh ke arah Anthony, melihat Anthony tersenyum padanya. Jantung Kimberly tiba tiba saja berdegup dengan kencang.


Apa yang terjadi padaku?


Sementara itu King yang memperhatikan kedekatan antara Kimberly dengan Anthony pun dilanda rasa kesal. Namun, ia tak mungkin membuat kekacauan di acara wisuda adiknya bukan?


"Ooo ini nak Anthony ya?" ucap Megan, "Aunty seperti tak asing dengan wajahmu. Oooo, Aunty ingat! Kamu sahabat King waktu SMA kan? Ya ampun, sudah lama Aunty tidak melihatmu. Kamu bertambah tampan dan dewasa."


"Terima kasih, Aunty," ucap Anthony, sementara Kimberly kini bertanya tanya dalam hatinya.


"King! Kenapa kamu tidak menyapa sahabatmu?" tanya Megan. King diam saja dan memalingkan wajahnya, menggerutu.


"Tidak apa, Aunty. Hanya ada sedikit kesalahpahaman saja di antara kami."


Kemudian mereka kembali mengambil foto bersama sama, mau atau tidak, karena Alan memaksa mereka berforo bersama.


"Ayo sekarang kita makan bersama," ajak Alan.


"Ayooo!!!" teriak Kimberly dengan bahagianya.


Mereka pun berjalan menuju ke parkiran untuk mengambil mobil dan pergi ke restoran yang telah dipesan oleh Alan.

__ADS_1


"Sudah kukatakan, jangan dekati adikku lagi," bisik King dengan perasaan kesal, sementara Anthony hanya menanggapinya dengan senyum.


*****


__ADS_2