
King merasa tubuhnya sudah lebih baik pagi itu, padahal semalaman ia tidak bisa tidur. Ia memikirkan apakah harus tetap mengejar Hanna ataukah ia harus menyerah. Sesaat ia berpikir, terdengar suara ketukan di pintu. Pintu terbuka dan menampilkan Hanna dengan dress selutut warna pastel dan rambut yang dikuncir kuda.
"Kamu sudah bangun?" tanya Hanna.
"Ya."
"Makanlah dulu," Hanna meletakkan nampan berisi semangkuk bubur di atas nakas, persis di sebelah King. King terus memperhatikan gerak gerik Hanna.
"Han ..."
"Makanlah dulu, setelah itu kita harus bicara," ucap Hanna. Tanpa banyak bicara lagi, King langsung meraih mangkok berisi bubur dan menghabiskannya hingga mangkok itu kosong.
"Sudah. Apakah kita bisa bicara?"
Hanna mengangguk, "Sekarang bicaralah, aku akan mendengarkan."
Hanna duduk di sofa di dalam kamar tersebut, sementara King masih berada di tempat tidur. King pun bangun dan menghampiri Hanna, menggenggam tangannya.
"Maukah kamu memaafkan aku? Aku tahu apa yang kulakukan selama ini salah. Izinkan aku untuk mengganti semua kesalahanku itu dengan menjagamu. Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi," ucap King.
"Aku sudah memaafkanmu. Maafkan juga sikapku yang mungkin terlalu keras padamu. Kamu tak perlu mengganti apapun ... dan kita ... bisa berteman lagi," ucap Hanna.
Teman? Apa Hanna hanya menginginkanku sebatas teman? - King.
"Hmm, baiklah. Kita berteman," Bagi King melihat senyum Hanna saat ini sudah sedikit melegakan hatinya. Ia akan menerima jika Hanna akan menganggapnya teman, tapi ia akan berusaha lebih dan mengembalikan semua ke tempatnya semula.
*****
Hari hari berlalu, kini tiba saat acara perayaan ulang tahun perusahaan Smith. Sebuah gedung serbaguna sudah didekor sedemikian rupa hingga menampilkan kesan mewah dan elegan.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 7 malam, para tamu mulai berdatangan. Para pengusaha, kolega, relasi bisnis, dan keluarga dekat, serta sahabat dari keluarga Smith berjalan melalui karpet berwarna merah layaknya perhelatan akbar.
Kimberly datang bersama keluarganya. Dokter Alan, Megan, dan juga King. Mereka diundang secara pribadi oleh keluarga Smith. Sejak pertemuan Kimberly dengan Michael dan Elena, hubungan mereka kembali terjalin, meskipun tidak seperti dulu. Anantha yang menjadi rekan kerja Kimberly saat di perusahaan Smith pun turut diundang. Para pegawai dan petinggi di perusahaan Smith juga turut memenuhi ruangan yang berkapasitas besar tersebut.
Anthony sebagai perwakilan Anlee Group pun turut datang bersama dengan Hansel. Ia tak terlalu mengenal William, tapi ia akan memenuhi undangan tersebut untuk memperlihatkan niat baiknya.
"Kim, kamu di sini?" tanya Anthony. Anthony sama sekali tak mengetahui bahwa Kimberly akan datang pada acara tersebut.
"Kak ... iya, aku malas sebenarnya. Tapi aku diharuskan datang dari pihak perusahaan Megatech. Mami dan Papi juga ada di sini, karena Uncle dan Aunty mengundang keluarga kami secara pribadi," jawab Kimberly.
"Kim!" sapa Anantha yang baru saja datang dengan nafas terengah-engah.
"Ada apa denganmu?" tanya Kimberly.
"A-aku ... aku k-kira, aku terlambat," Anantha berusaha menetralkan nafasnya.
"Tidak, kamu tidak terlambat. Acaranya saja belum mulai."
"Baik, Kak."
"Siapa itu, Kim? tampan sekali," puji Anantha.
"Itu Kak Lee. Temanku, sahabatku."
"Ahhh tampan sekali. Seharusnya kamu mengenalkan aku padanya," ucap Anantha lagi.
Mana mungkin aku mengenalkannya padamu, tha. Jantungku saja selalu berdetak kencang saat dekat dengannya. Aku tak akan memberikan dia padamu. Aku akan ada di antrian pertama jika ia mulai membuka lowongan. - Kimberly.
"Selamat malam, saudara saudara sekalian! ....," MC mulai mengucapkan kata pembuka karena acara akan segera dimulai. Seluruh tamu melihat ke arah panggung saat MC memanggil Tuan Michael Smith untuk berbicara di depan.
__ADS_1
"Selamat malam, terima kasih sebelumnya saya ucapkan atas kehadiran keluarga, rekan bisnis, juga teman teman. Kami dari keluarga besar perusahaan Smith mengucapkan banyak terima kasih atas waktu yang telah anda sekalian luangkan untuk menghadiri acara ini. Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku CEO Smith Group akan melimpahkan kepemimpinan saya, kepada putra tunggal saya, William Smith," Sebuah cahaya dari atas menyorot ke arah William yang kini berjalan menuju ke panggung, dimana Daddynya sedang berdiri. Tepuk tangan pun turut menghantarkan William sampai ke atas panggung.
Lampu memang agak sedikit diredupkan, cahaya berfokus pada Michael dan William Smith yang berada di panggung. Secara simbolis, Michael kini telah memberikan tampuk kepemimpinannya di perusahaan Smith kepada William. William pun memberikan beberapa patah kata.
Sementara itu, di bawah cahaya ruangan yang sedikit remang, seorang wanita kini menatap ke arah panggung dengan tatapan sinis dan penuh dendam. Ia tak terima dengan semua perlakuan keluarga Smith kepadanya.
Kalian memang sengaja menendangku keluar dari keluarga Smith. Tapi lihat saja, aku akan menghancurkan kalian semua. - Viera.
"Di dalam kesempatan ini juga, saya ingin memberitahukan suatu berita yang sangat penting untuk masa depan saya. Di depan sana (tangan William mengarah kepada Kimberly dan kini lampu turut menyorot ke arah mereka berdua) seorang wanita yang sangat berarti bagi hidup saya. Di sini, saya secara resmi memberitahukan pada anda semua, bahwa ia adalah Kimberly Harisson, adalah tunanganku, calon istriku."
Deghhh ....
Kimberly menatap ke arah William dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia mengepalkan tangannya, menahan tarikan nafasnya yang seakan berlomba. Semua mata tertuju kepadanya saat ia melihat ke arah sekelilingnya. Ia ingin membantah semua perkataan William, tapi apa nanti kata orang mengenai keluarganya dan juga keluarga Smith. Ia tak ingin mempermalukan Aunty Elena yang sudah sangat baik padanya.
"Dasar laki laki bajingan, beraninya dia mengakui hal seperti itu di depan banyak orang. Apa dia ingin membalas semua perbuatanku di masa lalu," gumam Kimberly pelan.
"Ahhh sayang, benarkah?" Elena kini mendekati Kimberly dan tersenyum dengan luar biasa, sementara Anthony melihat Kimberly dengan tatapan sendu. Di atas panggung, William tersenyum kecil, merayakan kemenangannya karena ia telah menepuk 2 nyamuk dalam 1 tepukan. Membuat Kimberly tak berkutik dan membuat Laki laki bernama Anthony tahu bahwa Kimberly adalah hanya milik seorang William Smith.
Dasar ******! Jadi kalian sudah merencanakan pernikahan. Kalian berdua akan menikah dan menikmati kekayaan keluarga Smith. Aku tidak akan membiarkan kamu memiliki apa yang seharusnya menjadi milikku, tidak akan!! - Viera.
Viera berjalan perlahan mendekati Kimberly. Semua mata masih tertuju pada Kimberly dan memberikan tepuk tangan atas kabar gembira yang dimiliki oleh keluarga Smith. Namun, lain hal nya dengan Anthony. Ia melihat sosok Viera yang berjalan mendekati Kimberly. Ia bisa melihat kilatan cahaya, ada sesuatu yang digenggam oleh wanita itu.
Tidak! Tidak boleh! Kim! - Anthony.
Anthony berjalan melewati para tamu. Ia berusaha mendekat ke arah Kimberly.
"Matilah kau jalanggg!!!" teriak Viera.
Jlebb ... Jlebbb ....
__ADS_1
"Ahhhhhh!!!" suasana ruangan langsung riuh dan terjadi kekacauan.