SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
AIR MATAMU


__ADS_3

"Mereka sangat bahagia, sayang. Karena itulah mereka tidak sabar untuk segera kembali. Bahkan Uncle Michael sampai lembur terus supaya bisa segera menyelesaikan semua pekerjaannya."


Ya ampun, mereka begitu bahagia. Apa aku sanggup untuk mengecewakan mereka?


"Kalau Kim membatalkan pernikahan ini bagaimana, Mi?" tanya Kimberly.


Megan yang sedang mempersiapkan makan malam, tiba tiba langsung melihat ke arah Kimberly.


"Apa maksudmu, sayang?" tanyanya kaget.


"Kim bertanya, bagaimana jika Kim membatalkan pernikahan ini?"


"Apa kamu sedang sakit, sayang? atau kamu terlalu gelisah menghadapi pernikahan ini?" Mami Megan menjadi khawatir. Ia tahu Kimberly masih sangat muda, mungkin masih ada sedikit keraguan di dalam hati putrinya itu.


"Tidak apa, Mi. Aku hanya bertanya," Kimberly tak ingin meneruskan pertanyaannya. Memang ia terlambat menyadari, tidak ... bukan terlambat, tapi memang ia memaksakan keinginannya untuk menikah dengan William.


Kimberly beranjak dari ruang makan menuju ruang keluarga. Ia menyalakqn televisi, tapi sama sekali ia tidak menonton. Pikirannya terbang jauh.

__ADS_1


Aku yang salah. Aku yang memaksakan kehendak. Seharusnya sejak awal aku menolak pernikahan ini, karena memang aku tahu William tidak mencintaiku sama sekali. Aku tahu aku egois, tapi bukankah aku berhak untuk bahagia bersama orang yang kucintai? Aku sudah terlambat. Tak mungkin aku membatalkan pernikahan ini, apalagi kedua orang tuaku dan juga orang tua William sangat bahagia. Ya Tuhan, maafkan aku. Mungkin pernikahan ini adalah hukuman untukku karena aku bersikap egois.


*****


Pernikahan William dan Kimberly tinggal 2 minggu lagi. Keluarga mereka mulai mengirimkan undangan kepada keluarga, sahabat, dan kolega bisnia. Acara pernikahan ini dibuat secara besar besaran oleh keluarga Smith karena memang William adalah putra mereka satu satunya dan ia adalah pewaris tunggal dari perusahaan Smith.


"Kamu juga membagikan undangan kepada teman teman, honey?"


"Tentu saja tidak. Aku malah berharap tak ada seorang temanku yang tahu hal ini. Tapi Daddy dan Mommy malah membuat acara ini secara besar besaran, bahkan mengundang hampir semua kolega bisnisnya."


Viera terdiam, William bisa melihat buliran air mata yang berada di sudut mata kekasihnya itu, yang siap jatuh.


Hoekkk .... hoekk ..


Viera pun berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Tiba tiba saja ia merasa mual dan sedikit pusing.


William langsung menghampiri Viera dan memijat tengkuknya, "Kamu kenapa, honey? Ayo kita ke dokter."

__ADS_1


"Aku tidak apa apa, sepertinya aku masuk angin. Aku belum makan sejak semalam."


"Apa? kenapa kamu belum makan? Apa kamu senang membuatku khawatir?" tanya William.


"Aku tidak ***** makan, honey. Hampir setiap hari, setiap waktu, aku selalu memikirkan dirimu yang akan meninggalkanku. Jika kamu menikah, maka kamu akan selalu bersama dengannya. Aku takut ... takut kamu akan mulai mencintainya, dan meninggalkanku seorang diri," Viera akhirnya tak dapat menahan tangisnya.


Hoekk ... hoekk ...


Ia kembali memuntahkan isi perutnya, tapi tak ada yang keluar. William segera keluar dari kamar mandi dan mengambilkan air hangat untuk Viera. Ia meletakkan gelas tersebut di atas nakas, kemudian kembali ke kamar mandi untuk membantu Viera.


"Aku sudah tidak apa apa," ucap Viera sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


William membantunya duduk di atas tempat tidur, kemudian memberikan air hangat kepada kekasihnya, "Ini, minumlah dulu. Beristirahatlah, aku akan menemanimu," William duduk di sanping Viera dan membawa wanita itu masuk ke dalam pelukannya.


Viera membenamkan wajahnya di dada bidang William, menyesap aroma tubuh laki laki itu kemudian perlahan ia terlelap.


Maafkan aku, honey. Kamu pasti tersiksa dan sedih melihat rencana pernikahanku. Aku akan pastikan Kimberly menyesal telah memilih jalan ini. Penderitaannya tak akan cukup untuk semua air matamu. I Love You, Honey.

__ADS_1


William mengecup kening Viera, kemudian memeluk wanita itu erat. Akhirnya bersama mereka terlelap dan masuk ke alam mimpi.


__ADS_2