
Tanpa diketahui oleh Kimberly, Anthony menghubungi King. Ia memberitahukan bahwa Kimberly ada bersamanya, King pun merasa tenang.
Keesokan paginya, King sudah berada di ruang tamu rumah Anthony. Ia memandang ke sekeliling. Dulu ... ia sering berada di sana, bermain, belajar, bahkan menginap.
"Kamu sudah sampai?" sapa Anthony.
"An, apa Kim baik baik saja?" tanya King khawatir.
"Ia baik baik saja saat ini. Tapi ... aku harus pergi ke New York. Daddyku terkena serangan jantung, aku harus menemani Mommyku," pinta Anthony. Sebenarnya ia tak ingin meninggalkan Kimberly di saat seperti ini, tapi ... kedua orang tuanya sangat membutuhkannya, apalagi ia adalah putra satu satunta keluarga Graham. Pagi pagi sekali ia mendapatkan telepon bahwa Daddynya terkena serangan jantung secara tiba tiba. Ia telah menghubungi Hansel untuk menyiapkan tiket keberangkatan jam 9 pagi ini.
"Aku akan menjaganya. Terima kasih selama ini kamu selalu menyayangi dan melindunginya."
"Pergilah ke kamarku, aku harus segera berangkat ke bandara. Hansel sudah datang," Anthony melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi.
"Baik. Pergilah. Aku akan menyampaikan salammu padanya," ucap King.
"Oya, sebaiknya kamu memeriksa ini. Aku sudah meminta anak buahku untuk mengawasi William belakangan ini. Jika memang ia bisa berubah menjadi pria yang baik, aku ikhlas Kimberly bersamanya, asal ia bisa membuat Kimberly bahagia," Anthony menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada King.
"Baiklah, terima kasih," Anthony langsung menarik kopernya keluar. Ia harus segera berangkat. Ia tak ingin ketinggalan pesawat karena Mommynya pasti sangat panik saat ini.
Anthony memandangi rumahnya sekali lagi sebelum masuk ke dalam mobil, "Ayo, An. Kita akan terlambat!"
Kim, maafkan aku pergi. Aku harus menemani kedua orang tuaku. Maaf karena tidak bersamamu di saat saat seperti ini. Tapi aku berjanji akan selalu menjagamu, meski dari kejauhan. - Anthony.
*****
Kimberly sampai di rumah dengan wajah yang lesu, setelah ia dijemput oleh Kakaknya di rumah Anthony. Saat ia terbangun, ia tidak menemukan Anthony di sebelahnya, ia justru menemukan King di sana. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
"Kak Lee," gumamnya pelan yang masih bisa terdengar oleh King.
"Ia harus pergi ke New York."
"Kak Lee meninggalkan aku? Apa karena aku harus menikah dengan lelaki brengsek itu, Kak?"
__ADS_1
"Tidak, Kim. Anthony harus menemani Mommynya. Daddynya masuk rumah sakit karena terkena serangan jantung," Kimberly langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.
Kak Lee sedang mengalami masalah, aku seharusnya tidak membebaninya lagi. - Kimberly.
"Kim, kamu pulang, sayang?" tanya Megan.
"Ya, Mi. Aku mau ke kamar dulu," namun baru beberapa langkah, ia berhenti karena ucapan Megan.
"Kamu sebaiknya mandi sekarang, Kim. Kita harus pergi untuk membeli gaun pengantin. Ingat, kamu akan menikah lusa. Nanti malam kita juga akan makan malam bersama dengan Keluarga Smith," ucap Megan. Kimberly ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruangan itu, tapi apa kedua orang tuanya akan mengerti?
Tanpa bicara Kimberly masuk ke dalam kamar, ia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia tertawa, namun ia juga menangis. Dunia seperti bermain main dengannya. Saat ia begitu menyukai William, ia harus menerima kenyataan bahwa William hanya menyukai Viera. Kini, justru di saat dirinya sudah move on, William kembali datang dan memaksanya menikah. Bahkan kelakuannya sudah seperti laki laki bajingann!!
King langsung pergi menuju perusahaannya setelah mengantar Kimberly pulang. Di luar ruangannya, ia masih melihat keberadaan Fika. Ia ingin memecat Fika setelah mengetahui bagaimana andil Fika atas kejadian di masa lalu, tapi ia tidak memiliki bukti. Ia menarik nafasnya dalam, kemudian masuk ke dalam ruangannya, melewati Fika begitu saja.
Siall!! King selalu mengacuhkanku sejak Sam tertangkap. Apa dia telah mengetahui semuanya? Aku harus melakukan sesuatu. - Fika.
"Max, tolong kamu periksa semua ini dan kalau bisa kamu carikan bukti tambahan. Aku ingin semuanya besok pagi ... dan ingat, jangan sampai ada yang mengetahuinya," perintah King saat Max sudah berada di dalam ruangan.
King menghela nafasnya, ia sangat berterima kasih pada Anthony atas semua informasi yang telah ia berikan. Ia harus secepatnya bergerak sebelum semuanya terlambat.
*****
Di sebuah butik ternama di pusat kota,
"Kim ... sayang, ayo kamu coba dulu yang ini," pinta Elena. Elena sangat bahagia dengan kenyataan bahwa sebentar lagi Kimberly akan menjadi menantunya. Meskipun ia harus melihat bagaimana William berbuat mesum di dalam ruang kantornya bersama Kimberly, tapi ia tidak merasa keberatan jika akhirnya seperti ini.
Kimberly dengan wajah malasnya, terpaksa mengikuti semua keinginan Aunty Elena. Maminya, Megan juga turut membantu memilihkan gaun pengantin untuknya.
Tanpa persetujuan Kimberly, mereka menyiarkan rencana pernikahan tersebut melalui televisi, media sosial. Siapapun yang berhubungan dengan keluarga Smith, akan secara otomatis bisa datang pada acara tersebut.
"Aku mau pulang duluan, Mi, Aunty. Aku ingin istirahat. Besok aku harus bekerja," pinta Kimberly.
"Tunggu dulu, sayang," ujar Elena, "William akan segera ke sini. Kamu akan diantar olehnya."
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak mau, Aunty. Aku mau pulang sendiri."
"Mami akan ikut pulang bersamamu, Kim," ucap Megan.
Akhirnya hanya Elena lah yang menunggu kedatangan William untuk melakukan fitting jas yang akan ia gunakan saat acara pernikahannya nanti.
Sesampainya mereka di rumah,
"Istirahatlah dulu, sayang. Nanti malam kita akan makan malam bersama," ucap Megan.
"Apa itu harus, Mi?"
"Iya, sayang. Acara ini sangat mendadak, jadi ada beberapa hal yang harus dibicarakan dan diselesaikan."
"Aku tidak mau menikah, Mi. Apalagi menikah dengan William," Kimberly terpaksa menyebut nama William, karena ia tak mau dianggap tidak sopan oleh orang tuanya.
"Tapi, sayang. William harus bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan padamu. Papi dan Mami marah atas kejadian itu, tapi jika ia mau bertanggung jawab, tidak ada salahnya menerima."
"Tidak, Mi. Tidak ada apapun yang terjadi antara aku dengannya. Aku tidak mencintainya, Mi. Aku tidak mau hidup pernikahanku seperti neraka, menikah dengan orang yang tidak aku cintai."
"Papi dan Mami sudah melihat semuanya, Kim. Papi dan Mami sudah setuju dengan pertanggungjawaban yang diberikan oleh William. Meskipun kamu bukanlah istri pertama, tapi itu tidak masalah."
"Mi, aku ini dijebak. Ia sengaja melakukan itu, ia ingin membalas semua perbuatanku."
"Membalas perbuatanmu? Apa maksudmu, Kim?" tanya Megan penasaran.
"Ia ingin membuatku masuk dalam pernikahan seperti aku dulu membawanya ke dalam pernikahan karena perjodohan. Dulu ia pernah meminta pada Kim untuk membatalkan perjodohan, tidak ... tidak ... ia meminta Kim untuk tidak menerimanya, tapi ... saat itu Kim sangat mencintai William, jadi Kim menerima perjodohan itu."
"Sayang, maafkan Mami. Maaf karena kami tidak bertanya padamu lebih dulu mengenai apa yang terjadi."
"Mi ...," Kimberly langsung memeluk Megan erat.
"Lalu, kamu ingin Mami bagaimana?"
__ADS_1