SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
ACARA PERNIKAHAN


__ADS_3

"K-kamu??"


"Ouuu ternyata di sini juga. Dasar wanita jalanggg!!!"


"Kamu yang wanita jalanggg, sudah punya suami malah main gila dengan lelaki lain."


"Di mana Sam sekarang?"


"Sam? Cihhh, laki laki tidak berguna. Yang ia ingat hanya wanita itu saja. Bahkan melakukan hal bodoh yang merusak semua rencananya."


"Apa maksudmu?"


"Dia dipenjara dengan tuduhan perencanaan pemerkosaan," teriak Fika.


"Tidak! Sam tidak akan melakukan itu. Dia tidak mungkin melakukan itu."


"Cihhh!! tidak mungkin, tidak mungkin. Memang kamu kira Sam itu dulu benar benar mencintaimu, hah? Dia itu hanya perlu tubuhmu saja."


"Tidak!! Sam mencintaiku ... dan aku mencintainya. K-kami punya anak, kami punya Vivian!" teriak Viera.


Fika tertawa dengan keras, "Kalau dia mencintaimu, tak mungkin dia menerima kehangatan dariku. Tak mungkin juga dia mengincar cinta pertamanya."


Viera menggelengkan kepalanya, ternyata Sam juga mengalami hal yang sama dengan dirinya, dipenjara. Apa ini kesalahan mereka karena tidak menjaga Vivian dengan benar?


* Flashback on *


"Sam, apa kamu mencintaiku?"


"Tentu saja aku mencintaimu. Apa kamu meragukannya?"


"Tidak, aku tidak meragukanmu. Apa kamu akan menikahiku?"


"Menikah? aku belum memikirkannya, tapi aku pasti akan menikahimu. Hanya saja saat ini aku ingin membangun karir dan perusahaan milik Ayahku, setelah itu kita akan menikah. Aku tak ingin kamu kekurangan apapun."


"Ahhh, aku semakin mencintaimu, Sam."


"Aku juga mencintaimu ...," Hanna.

__ADS_1


Setelah itu, untuk kesekian kalinya mereka melakukan penyatuan. Suasana apartemen milik Sam terasa begitu panas dengan pergelutan mereka.


* Flashback off *


"Lalu, di mana anakmu sekarang, hah? Apa akan ada yang menjaganya dengan benar?" tanya Fika.


"Vi-vivian ... putriku ... putriku sudah meninggal," ntah mengapa tiba tiba saja buliran air mata sudah mengalir di pipinya.


"Kalau begitu, tak ada apapun yang akan menyatukanmu dengan Sam. Lagipula, untuk apa kamu terus mengharapkan laki laki yang akan terus memikirkan cinta pertamanya. Ia tak akan menikahimu, percaya padaku."


Benarkah? Apa Sam tidak pernah mencintaiku? Aku mengorbankan diriku menikah dengan William agar aku bisa mengambil harta keluarga William dan kemudian menikah denganmu, membantu perusahaanmu. Apa semua pengorbananku sia sia? - Viera.


"Aku tidak akan lama berada di sini. Apa kamu mau aku mengunjungi Sam? siapa tahu ia membutuhkan kehangatan dariku setelah lama berada di dalam penjara yang dingin," ejek Fika tanpa rasa bersalah.


"Sialannn!!! kamu wanita murahannn!!!" teriak Viera tiba tiba dan langsung menyerang Fika. Mereka saling menarik rambut satu sama lain, mencakar dan memukul. Hingga akhirnya petugas memisahkan mereka yang sudah dengan penampilan yang acak acakan.


"Awas kamuuu!!" teriak Fika, "Lihat saja nanti, aku akan membuat kamu menangis darah saat melihat Sam masuk kembali dalam pelukanku," Fika tertawa melihat wajah Viera yang kesal.


*****


"Apa dia masih belum menyerah?" tanya Ben sambil melihat ke arah luar rumahnya.


"Lalu, bagaimana dengan dirimu sendiri? Kalau kamu tidak mencintainya lagi, katakan padanya. Biar dia bisa membuka hati untuk wanita lain."


Mendengar itu, perasaan Hanna tiba tiba menjadi kacau. Apa ia bisa melihat King bersama wanita lain?


"Aku ini saudaramu, Han. Aku tahu apa yang sebenarnya kamu rasakan padanya, meskipun kamu selalu menghindar. Jangan menjadikan traumamu sebagai alasan lagi, karena aku tahu kamu sudah lebih baik."


Hanna melihat ke luar rumah Ben. Memang King tidak datang setiap hari, tapi jika ia punya waktu luang, ia pasti akan datang ke sana.


Apa aku sudah keterlaluan padanya? - Hanna.


"Han, aku kemari hanya ingin pamit," ucap King saat Hanna keluar.


"Pamit?"


"Ya, aku akan kembali ke Inggris. Maaf jika selama ini aku mengganggumu dan membuatmu tidak nyaman dengan kehadiranku. Aku akan kembali membangun perusahaanku di sana."

__ADS_1


Apa ia akan meninggalkanku? Apa dia sudah menyerah? Aku hanya ingin dia berusaha sedikit lagi. Tapi kini ....


"Kamu akan meninggalkanku?"


"Han ..."


"Apa jika aku memintamu tidak pergi, kamu akan mengikuti permintaanku?" King menatap manik mata Hanna, mencari kebenaran di dalamnya.


"Aku tidak akan pergi."


"Kalau begitu, jangan pergi. Kamu harus di sini ... bersamaku."


King langsung menarik Hanna ke dalam pelukannya, "Benarkah? kamu mau kembali bersamaku?" Hanna akhirnya mengangguk, membuat King tersenyum. Ben yang melihat dari dalam rumah pun ikut tersenyum. Ia selalu menginginkan kebahagiaan Hanna dan ia tahu bahwa Hanna akan bahagia bersama dengan King.


*****


Hari demi hari, bulan demi bulan dilalui, acara pernikahan Anthony dan Kimberly kini tiba. Mereka akan mengadakan acara tersebut di Kota New York seperti sebelumnya, tapi mereka juga akan mengadakan resepsi sederhana di Jakarta, meskipun orang tua Anthony tidak dapat hadir.



Dengan balutan gaun pengantin berwarna putih, Kimberly tampil begitu anggun. Sementara Anthony tetap menggunakan jas berwarna hitam.



Kedua orang tua mereka masing masing menatap bahagia pada pasangan itu. Mereka mengucapkan janji pernikahan, bahwa mereka akan selalu bersama, dalam suka dan duka, sakit dan sehat, susah dan senang. Mereka melakukan sesi foto dengan keluarga dan sahabat. Kemudian langsung menghadiri resepsi pernikahan mereka.


Seluruh kerabat dan relasi bisnis di New York turut berbahagia dengan pernikahan ini. Lee dan Anita juga tersenyum melihat pernikahan putra semata wayangnya.


"Terima kasih, Kim. Sudah mau menjadi bagian dalam hidupku," Anthony mencium kening Kimberly.


"Malu, Kak," Anthony malah tersenyum melihat wajah Kimberly yang memerah.


"Kamu sudah menjadi Nyonya Anthony Graham. Jangan malu. Kamu harus berdiri dengan menatap ke depan, karena aku akan selalu ada di sampingmu, mengerti?"


"Ya, aku mengerti."


"Aku mencintaimu," Anthony mengecup kening Kimberly.

__ADS_1


Meskipun Kimberly sudah sangat sering mendengar Anthony mengatakan seperti itu, tapi ntah mengapa hatinya selalu menghangat setiap kali mendengarnya.


Aku juga sangat mencintaimu, Kak. - Kimberly.


__ADS_2