SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
AKU INGIN MENIKAHINYA


__ADS_3

Anthony memasuki ruangannya, kemudian kursi tempat biasa ia duduk kini berputar, menampakkan seorang wanita yang beberapa hari ini membuat dirinya tidak fokus pada semua pekerjaannya.


"Kim," ucap Anthony.


"Kak!" Kimberly langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Anthony.


"K-kamu ke sini? Apa kamu sedang honey moon?"


"Aku ke sini karena kakak meninggalkanku dan pergi tanpa pamit padaku."


"Maaf. Maafkan aku. Daddy dan Mommy membutuhkanku."


"Wajahnya jangan seperti itu, aku tidak marah," Kimberly tersenyum.


"Lalu kamu di sini bersama ....," Kimberly meletakkan jari telunjuknya di bibir Anthony.


"Aku di sini sendiri. Aku ingin menemui kakak."


"Menemuiku?"


"Hmmm ... Apa kakak tidak merindukanku?" tanya Kimberly.


"Tentu saja aku merindukanmu. Tapi ....," Anthony terdiam.


"Aku mencintai kakak," bisik Kimberly di telinga Anthony. Anthony seakan tak mempercayai apa yang ia dengar. Ia masih terdiam, berpikir.


"Aku mencintaimu, Anthony Lee Graham," ucap Kimberly sekali lagi dengan lebih jelas, kemudian mengecup bibir Anthony sesaat.


Anthony merasakan hatinya menghangat luar biasa, apa yang ia impikan kini sudah berada di depan matanya. Ia mendekatkan wajahnya pada Kimberly, menempelkan kening mereka, hingga mereka bisa merasakan deru nafas mereka masing masing. Jantung mereka pun berdetak cukup cepat.


"Dan aku akan mencintaimu lebih lagi, Kim," ucap Anthony yang kemudian membenamkan bibirnya pada bibir Kimberly. Awalnya Kimberly hanya diam karena ia kaget, tapi selanjutnya, ia membalas dengan penuh perasaan.



Di dalam ruangan kerja Anthony kini hanya terasa cinta dan kehangatan di antara mereka berdua. Ciuman yang diberikan oleh Anthony pun adalah ciuman rasa sayang, rasa cinta.


Anthony kemudian membawa Kimberly untuk duduk di sofa, "Kamu tidak jadi menikah?"


"Tentu saja tidak. Aku tidak mau menikah dengan laki laki yang memiliki anak dengan wanita lain. Aku malah sangat senang mendengarnya, meskipun pada awalnya aku kasihan pada wanita itu."

__ADS_1


"Kamu wanita yang baik, Kim," ucap Anthony sambil tersenyum.


"Terima kasih, Kak. Kak King mengatakan bahwa kakak lah yang mencari semua informasi itu."


"Bukan, bukan aku. Aku memang meminta seseorang mencari informasi itu. Pasti orang itu terus menggerutu saat mengerjakan itu," Anthony tiba tiba saja tertawa.


"Apa dia Kak Hansel?"


"Tebakanmu tepat sekali, Kim," Anthony kembali tertawa, membayangkan wajah Hansel saat memberikan informasi itu.


"Apa kamu mau ikut denganku?" tanya Anthony.


"Kemana?"


"Menemui orang tuaku," Kimberly kaget mendengar jawaban Anthony.


"A-aku ...."


"Aku ingin mengenalkanmu pada mereka. Mereka pasti akan senang sekali melihatmu."


"T-tapi Kak ... aku belum siap."


"Apa kakak tidak melihat kantung mataku ini, dan ini ... lihat mataku sudah seperti panda. Aku tidak bisa tidur di pesawat, aku merasa jelek dan kusut sekali saat ini."


"Tidak, Kim. Bagaimanapun juga kamu cantik. Karena cantik yang sebenarnya tak hanya dari wajah, tapi dari pikiran, hati, dan jiwanya."


Kimberly memeluk Anthony, "Aku sangat beruntung memiliki kakak. Bolehkah aku tahu sejak kapan kakak mencintaiku?"


Anthony tersenyum, "Mungkin ... sejak pertama kali aku melihatmu."


Kimberly benar benar tak percaya bahwa Anthony sudah menyukainya sejak pertama mereka bertemu, sementara dirinya ... ia ingat bahwa ia selalu menceritakan bagaimana perasaannya pada William kepada Anthony. Laki laki di hadapannya ini pasti sakit hati setiap mendengarnya.


"Maaf ...," ucap Kimberly tiba tiba.


"Apa ada perkataannku yang salah, Kim?"


"Tidak, hanya saja aku merasa jahat pada kakak selama ini. Aku selalu menceritakan pada kakak tentang perasaanku, tanpa memikirkan bagaimana perasaan kakak padaku."


"Ya ampun, Kim. Aku kira apa ... sudahlah, hal tersebut tidak perlu kamu pikirkan. Saat ini, kamu adalah milikku dan akan selamanya menjadi milikku. Hal itulah yang harus kamu ingat."

__ADS_1


krukkk ... krukkk ...


"Kamu belum makan, hmm?" tanya Anthony sedikit tersenyum, dan dijawab gelengan oleh Kimberly.


Tentu saja aku belum makan. Aku hanya ingin secepatnya bertemu denganmu, kak ... dan begitu melihatmu, rasanya hati ini begitu nyaman dan lega. - Kimberly.


"Kalau begitu, ayo kita makan."


Anthony keluar lagi dari ruangan bersama Kimberly, "Rod, atur ulang jadwalku hari ini. Aku tidak akan kembali ke kantor."


"Baik, Tuan."


Mereka menyantap makan siang mereka bersama. Kini, tak ada lagi perasaan yang perlu disembunyikan. Kimberly sejak dulu sangat menyukai bagaimana perhatian Anthony padanya dan mungkin karena hal itu jugalah yang membuatnya jatuh cinta.


"Apa kamu akan terus menatapku, Kim?"


"Eh?" Kimberly ntah mengapa menjadi salah tingkah karena tertangkap basah sedang memperhatikan Anthony.


"Kak, apa orang tua kakak galak?" pertanyaan itu sontak membuat Anthony tertawa.


"Ya, mereka mungkin akan bertanya banyak padamu, bahkan mungkin sampai mengurungmu."


"Yang benar, Kak? Kalau begitu tidak jadi! Aku tidak mau bertemu," Kimberly menggelengkan kepalanya berkali kali.


"Tentu saja benar. Mereka akan mengurungmu di dalam rumah mereka, hingga kamu mau menikah denganku," seketika wajah Kimberly merah merona. Ia melihat ke arah Anthony yang menatapnya dengan tulus namun penuh dengan ketegasan dan keyakinan.


"Apa kamu mau menikah denganku, Kim? Sepertinya aku tak bisa hanya dengan mengikatmu sebagai kekasihku. Aku ingin kamu ada bersamaku, berada di sisiku. Mungkin aku bukan laki laki sempurna, tapi aku berjanji akan selalu mencintai, menyayangi, dan menjagamu," ucap Anthony tulus sambil menggenggam tangan Kimberly.


Senyum merekah di wajah Anthony ketika Kimberly menganggukkan kepalanya. Anthony pun memeluk Kimberly dengan erat dan mencium keningnya dalam.


"Terima kasih, Kak. Sudah mencintaiku dengan sangat luar biasa. Kakak adalah laki laki sempurna bagiku, mungkin justru aku yang memiliki banyak kekurangan."


"Kalau begitu, ayo kita temui orang tuaku."


Perjalanan ke rumah sakit memakan waktu sekitar 30 menit. Dengan wajah bahagia, Anthony menggandeng tangan Kimberly, menyusuri koridor rumah sakit, menuju ruang rawat Daddynya.


Anita menoleh ke arah pintu ketika terdengar suara pintu diketuk, "An, kamu kembali? ada apa? dan ... siapa wanita cantik ini?" Anita tersenyum memandang Kimberly yang gugup.


Sementara itu, Lee Graham tersenyum melihat Anthony dan juga Kimberly, "Dad, Mom, kenalkan ini Kimberly. Aku mencintainya, aku ingin menikahinya."

__ADS_1


__ADS_2