SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
APAPUN UNTUKMU


__ADS_3

"Ahhh ... ehhh .... ahhh ... ," Dengan beberapa hentakan, Viera terus menggoyangkan pinggulnya. Ya, ia kini berada di atas tubuh Harry. Tak ada cumbuan panas untuknya, ia harus memuaskan laki laki yang kini berada di bawahnya.


"Ayo sayang, terus ... lebih cepat lagi," ucap Harry terus.


Sialannn!!! Kenapa aku jadi yang harus memuaskannya seperti ini. Tapi, aku harus melakukannya, demi uang ... ya demi uang. Tidak masalah dengan ini, yang harus aku pikirkan adalah 70 juta yang akan masuk ke dalam rekeningku esok hari.


"Ahhh sayang, terusss ... Kamu hebat, meskipun sudah tidak terasa sempit lagi," ucap Harry.


Bukan punyaku yang tidak sempit, tapi punyamu itu yang kekecilan. Payah!!! Aku seperti bermain main dengan cacing kremi. Sialll!!! -Viera


Viera harus berjuang lama agar bisa memuaskan Harry. Peluh membasahi wajah dan tubuh Viera. Ia langsung berbaring di samping Harry yang sudah terlelap.


Ishhh baru 1 kali, dia sudah tewas. Benar benar payah! Jangan jangan dia sudah mendekati impoten. Aku harus terus meraup uangnya. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini. - Viera


Viera pun akhirnya tertidur tanpa busana, hanya menyelimuti dirinya dengan selimut.


Pagi harinya,


"Ayo bangunlah, kamu harus memuaskanku lagi," bisik Harry di telinga Viera yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Aku lelah," ucap Viera sambil menarik selimutnya dan sedikit menggeliat.


"Puaskan aku, setelah itu uangmu akan langsung kutransfer detik itu juga."

__ADS_1


Mendengar kata uang, Viera pun akhirnya bangun. Ia kembali menjalankan tugasnya, yakni memuaskan Harry yang usianya 2 kali lipatnya.


Laki laki tua menyebalkan, untung kaya. Sebaiknya aku menguras uangnya sebelum ia mati. -Viera.


*****


Dengan berlenggak lenggok Viera memasuki kediaman Smith. Hari sudah lewat tengah hari,


"Dari mana kamu?"


"Aku tidak perlu melaporkannya padamu, karena kamu ... bukan siapa siapaku, kamu hanya tamu tak diundang," ucap Viera sinis.


Plakkk!!!


"Oke, kamu menganggapku bukan siapa siapa. Maka jangan salahkan aku jika secepatnya aku akan melemparmu ke jalan. Ini adalah rumahku, dan kamu yang bukan siapa siapa, tidak berhak berada di sini."


"Ooo jadi anda mengancam saya, Nyonya tua? Maaf, tapi saya tidak takut. William akan memilih saya dibandingkan anda, karena saya adalah wanita yang ia cintai dan ibu dari anaknya," ucap Viera sambil tertawa.


"K-kamu!!!"


"Tenanglah, Nyonya tua. Akulah yang akan melemparmu ke jalan. Tapi, aku tidak sekejam anda. Aku akan memberikan anda pakaian layak pakai, dan uang sedikit saja ... cukuplah untuk membeli tongkat untuk nanti memapah anda saat berjalan," Viera langsung memutar tubuhnya dan menaiki tangga, meninggalkan Elena yang melihatnya dengan kesal.


Dasar wanita tua sialannn!!! Sepertinya aku harus melakukan sesuatu padamu. Aku tidak mau seumur hidup harus dihantui wanita tua sepertimu. - Viera bergumam sambil memegangi pipinya yang terasa panas.

__ADS_1


*****


Hari demi hari dilewati, sudah 2 bulan dan semakin lama tingkah Viera semakin menjadi. Ia sering keluar malam, bahkan kadang tidak pulang hingga beberapa hari. Ia selalu beralasan bahwa ia malas bertemu dengan mertuanya dan lebih memilih untuk menginap di rumah Siska.


William berusaha memaklumi Viera karena ia tahu dan bisa melihat sendiri bagaimana hubungan antara orang tuanya dengan Viera.


"Dad, kita kembali saja ke Jepang," pinta Elena.


"Apa kamu tidak ingin bersama Vivian?" tanya Michael.


"Aku ingin, tapi ... hatiku sakit setiap kali melihat wanita itu. Aku bisa melihat bagaimana putraku sudah seperti budaknya, mengikuti semua permintaannya. Apa tidak sebaiknya kamu memberikan jabatan CEO di kantor pusat untu William? Aku kasihan melihat kelelahan di wajahnya setiap hari karena mengurusi anak perusahaan kita."


"Jika aku melakukan itu, apa kamu rela jika menantumu yang akan menghabiskan semua uang perusahaan nantinya. Sifatnya tak akan berubah, kita sudah tahu sejak mereka belum menikah. Hanya saja mata hati William masih tertutup, ia masih dibutakan oleh cinta yang mungkin ia sendiri tak mengerti. Biarlah putra kita belajar bagaimana mengelola perusahaan kecil, dan menghadapi masalahnya, itu akan membuat dia semakin kuat ke depannya," ucap Michael.


Elena hanya bisa terisak membayangkan bagaimana kehidupan rumah tangga putranya, "Tapi aku tetap mau kembali ke Jepang saja, sayang."


"Baiklah, kita akan memantau mereka dari sana. Aku akan meminta Arman untuk mendampingi William di sini."


"Benar, sayang. Arman pasti akan banyak membantu William. Terima kasih, sayang," Elena memeluk Michael dengan erat.


"Apapun untukmu, sayang."


*****

__ADS_1


Yang nunggu cerita Kimberly, mohon maaf ya. Cherry sudah punya alurnya kapan Kimberly keluar dan memulai ceritanya lagi. Biar pas soalnya. Maaf sebelumnya 🙏


__ADS_2