SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
ADA APA LAGI INI?


__ADS_3

Anthony berada di Chicago selama 3 hari. Ia benar benar mempergunakan waktunya dengan sebaik mungkin. Ia selalu mengantar jemput Kimberly dari dan ke kampus.


"Kak, apa kakak tidak ada pekerjaan?" tanya Kimberly.


"Tidak, aku sedang berlibur."


"Berlibur? Senangnya. Aku sepertinya sudah lama tidak berlibur."


"Bagaimana kalau besok kita pergi ke suatu tempat? Apa besok jadwalmu penuh" tanya Anthony.


"Benarkah? besok aku hanya ada jadwal pagi," Kimberly mengatakannya dengan senyum terukir di wajahnya.


"Baiklah, kalau begitu besok pagi aku akan menjemputmu dan mengantarmu ke kampus. Setelah itu, kita akan pergi berlibur."


Kimberly yang begitu senang, langsung menghambur memeluk Anthony, membuat hati Anthony menghangat.


Keesokan paginya, sesuai janji, Anthony menjemput Kimberly dan mengantarkannya ke kampus. Ia menunggu kuliah Kimberly selesai di salah satu cafe terdekat dari kampus.


Ketika waktunya tiba, Anthony segera menjemput Kimberly.


"Wahhhh!!!" Kimberly merentangkan tangannya lebar lebar, menghirup udara banyak banyak seperti ingin meraup semuanya.


"Kamu menyukainya?"


"Tentu saja! Aku sangat menyukai pantai. Dulu aku sering pergi ke pantai dengan Wil ...," Kimberly menghentikan perkataannya, sementara Anthony pura pura tidak mendengar.


"Apa kamu mau minum sesuatu? Aku kan pergi membelikannya, kamu di sini dulu ya," Anthony pun pergi, sementara Kimberly kini duduk di bawah sebuah pohon , menyandarkan tubuhnya, sambil melihat orang orang yang berjemur di pantai.


"Ini Kim. Apa kamu mau bermain air?" tanya Anthony.


"Terima kasih, Kak. Tidak ... aku hanya ingin menikmati pemandangannya saja saat ini, lagipula aku tidak bawa baju ganti jika nanti bajuku basah," ucap Kimberly sambil tersenyum.


"Aku sudah membawakan baju ganti untukmu, Kim," ucap Anthony tersenyum ke arah Kimberly, membuat jantung Kimberly berdegup kencang.


"Bagaimana kabar Kak Hansel dan Kak Hanna, Kak?" tanya Kimberly pada Anthony untuk mengaburkan bunyi detak jantungnya yang mungkin saja terdengar.

__ADS_1


"Hansel baik, begitu juga dengan Hanna."


"Apa Kak Hanna sudah ditemukan?" tanya Kimberly tiba tiba ingin tahu.


"Hmm, iya baik, sangat baik. Hanya saja untuk saat ini kami tak akan mengganggunya. Ia pasti sedang ingin sendiri."


Kimberly ingin bertanya lebih jauh, tapi ia merasa tak enak mencampuri urusan Hanna.


"Apa kakak mencintainya?" Kimberly menatap mata Anthony, mencari jawaban di sana.


"Ia adalah sahabatku, dan aku sudah menganggapnya seperti saudaraku, sama dengan Hansel. Aku tak akan bisa merubahnya, karena aku sudah mencintai wanita lain."


Deghhh ...


Kak Lee mencintai wanita lain? Siapa wanita itu? Apa aku mengenalnya? tidak, tidak, kenapa hatiku terasa sakit mendengarnya. - Kimberly.


"Kenalkan aku pada wanita itu, Kak," ucap Kimberly.


"Aku akan memperkenalkannya padamu suatu hari nanti," Anthony tersenyum menatap wajah Kimberly, yang dengan cepat memalingkan wajahnya dan kembali menatap ombak yang bergulung di pantai.


*****


"Tenang bro, nyantai aja. Malah harusnya gue hepi kan karena lo udah ngerjain apa yang harusnya jadi kerjaan gue. Jadi santai gue," ucap Sam sambil tertawa, padahal di dalam hatinya dengan jelas ia merasa dongkol dengan apa yang telah dilakukan oleh King.


"Tapi, aku akan menyerahkan semuanya padamu. Kamu hanya perlu menemui Tuan Bram untuk mengatur proses pengiriman dan penerimaan saja. Proyek ini benar benar sangat penting, aku tak ingin klien kita kehilangan kepercayaan karena jadwal yang mundur atau barang yang kurang."


"Baiklah, aku mengerti. Serahkan semuanya padaku," ucap Sam dengan percaya diri.


Sam pun keluar dari ruangan, melirikkan matanya ke arah Fika dan mengedipkan matanya. Fika pun tersenyum, kemudian dengan jarinya ia menyentuh lidahnya, dengan bibir yang setengah terbuka. Penampilan Fika yang selalu seksi, selalu membangkitkan gairah Sam, "Aku menunggumu, cantik."


Fika akhirnya mengambil sebuah berkas dan berjalan ke ruangan King, setelah Sam kembali ke ruangannya. Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Fika pun membuka pintu. Ia melihat King yang sedang duduk di sebuah sofa panjang, seringai licik pun terukir di bibirnya.


Ia menghampiri King yang sedang memilah berkas berkas yang diberikan oleh Max. Dengan akting yang memukau, Fika berpura pura terjatuh akibat tubuhnya yang tidak seimbang karena heels yang dipakainya. Namun, King yang menyadari hal tersebut, bukannya menangkap tubuh Fika, malah menghindar. Hal itu membuat setengah tubuh Fika terjatuh di atas sofa dan lututnya terantuk lantai.


"Aduhhh," Fika pun mengaduh.

__ADS_1


"Apa kamu tidak apa apa? Maaf aku tidak menangkapmu, gerakanku reflek tadi. Aku tak ingin menyentuhmu sembarangan," ucap King.


Sialannn!! kakiku sakit. Aduhhh ... apa aktingku kurang bagus hingga ia tak ingin menangkapku. Mengesalkan! Aku harus mencari cara lain untuk menjeratmu. Aku sudah menyukaimu sejak dulu, tapi kamu tidak pernah memandang ke arahku, malah kamu berpacaran dengan wanita bodoh itu. - FIka.


"Tak apa apa, aku yang salah karena kurang hati hati."


"Lain kali jangan pakai sepatu terlalu tinggi, Fik. Dan ... sebaiknya rok mu jangan terlalu pendek, selain menyulitkanmu berjalan, itu akan mengundang kejahatan," pesan King.


Whattt??!! Dia mulai mengomentari penampilanku? Hello! Laki laki justru menyukai wanita seksi kan. Ini aku, King. Aku sudah berdandan maksimal dan berpakaian seksi, ayo lihatlah ke arahku. Aku yakin perlahan kamu akan melihatku dan terpesona dengan kecantikan dan kemolekan tubuhku. - Fika.


"Baiklah, King. Aku mengerti. Tapi ... aku cantik kan?" tanya Fika tanpa basa basi.


King menatap ke arah Fika, "Ya Fik, kamu cantik."


Hati Fika terasa berdebar dan seperti jutaan kupu kupu telah mendesak untuk keluar. King memujinya, itu sudah langkah awal yang bagus. Kini ia hanya perlu menjalankan rencana berikutnya untuk menjerat laki laki di hadapannya. Jujur, sejak dulu Fika begitu bernafsu melihat King, apalagi dengan tubuh King yang begitu gagah dan tegap. Ia pasti akan berteriak nikmat saat berada di bawah kungkungannya.


*****


Uaaaa .... uaaaa .... uaaa ....


William yang baru saja mau masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, langsung keluar lagi karena mendengar tangisan Vivian. Dari kamar ia bisa mendengar Mommynya sedang memarahi Viera.


Ada apa lagi ini? - William


"Apa kamu tidak bisa menjaga anakmu dengan benar, hah?" tanya Elena yang kini tengah menggendong Vivian.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Alke sebagai babysitter menitipkan Vivian kepada Viera karena ia ingin membersihkan diri. Biasanya ia menitipkan kepada pelayan lain, tapi karena Nyonyanya ada di rumah, maka ia pun menitipkan Vivian kepada Mommynya.


"Ada apa, Mom?"


**


Hari ini Cherry update 2 bab ya. Mudah mudahan readers senang. Cherry pastikan tiap hari up, kalau lagi banyak waktu mungkin bisa 2 bab.


Tapi kalau emang lagi suibuk bangetdi RL, Cherry minta senggang 1-2 hari 😁

__ADS_1


thank you n luph u all.


__ADS_2