
"Kinan!" panggil Hanna.
"Iya, Kak," jawab Kinan sambil menghampiri Hanna yang sedang berada di meja kasir.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Hanna.
"Sudah, Kak. Aku sudah merapikan semua barang barang yang baru datang tadi. Kenapa Kak memangnya?"
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
"Apa, Kak?"
"Menurutmu, bagaimana jika kita membuka tenda makan di samping toko kita ini? Rasanya sayang sekali aku melihat halaman kita begitu kosong. Apalagi aku lihat jalanan di depan semakin lama semakin ramai," ucap Hanna.
"Aku setuju saja, Kak. Tapi ..."
"Tapi apa?"
"Aku tidak pandai memasak, Kak," Kinan tersenyum sambil menampakkan deretan giginya.
"Kalau itu tenang saja. Aku bisa melakukannya, tapi aku membutuhkan seseorang untuk membantu, tidak mungkin aku mengerjakan semua sendiri dan juga harus mengawasi toko. Apa kamu punya kenalan yang bisa memasak dan ingin bekerja?" tanya Hanna.
"Ahhhh, kalau itu ada Kak. Tapi dia laki laki. Dia pandai memasak, dan euhhh masakannya juaraaa!!" ucap Kinan bersemangat.
"Apa dia pacarmu?" goda Hanna.
"Ahhh kakak menggodaku," wajah Kinan memerah, Hanna yakin bahwa Kinan menyukai laki laki itu.
"Tapi apa dia belum bekerja?"
"Belum, Kak. Kemarin itu, Kak Fahri baru saja terkena PHK. Aku kasihan melihatnya, apalagi ia harus menghidupi kedua orang tuanya dan juga kakak perempuannya."
"Baiklah. Kamu ajak ia ke sini dulu. Nanti kita bicarakan lagi."
__ADS_1
"Siappp, Kak!!"
*****
Acara pernikahan William dan Kimberly tinggal 1 bulan lagi. WO sudah hampir menyelesaikan semuanya, sudah 90 persen. Hari ini mereka akan melakukan fitting terakhir gaun pengantin yang akan dikenakan oleh Kimberly, juga satu stel jas milik William.
William akan pergi bersama Kimberly langsung dari kampus. Mereka sudah berjanji via chat akan bertemu di tangga yang menuju parkiran kampus.
Kimberly yang memang selesai lebih awal dari William, kini telah berdiri di bawah sebuah pohon, yang memiliki dudukan batu di bawahnya. Tempat yang sama waktu dulu William pernah meninggalkannya saat pertama kali melihat pengumuman penerimaan mahasiswa baru.
Memutar balik memori itu, Kimberly hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil.
Ternyata hanya memori yang bisa membuatku tertawa bersamamu.
Terdengar langkah kaki mendekat ke arahnya.
"Ayo," ajak William.
Kimberly yang awalnya sedikit menunduk, kini mengangkat kepalanya. Matanya seketika membulat, melihat bahwa William tidak sendiri.
"Memangnya kenapa? Viera adalah kekasihku," jawab William.
"Tapi aku calon istrimu."
William tersenyum kecut dan sinis, "Sudah kubilang jangan pernah berharap aku mencintaimu dan akan memperlakukan seperti seorang istri. Aku tidak menyukaimu, apalagi memcintaimu. Tidak akan pernah!"
Viera yang berada di sebelah William langsung meraih lengan atas William dan bergelayut manja. Tanpa aba aba, ia pun menyambar bibir William dan memberikan kecupan di sana.
Kimberly benar benar tidak habis pikir dengan kelakuan mereka.
Kalian seperti sengaja melakukan itu di depanku. Apa kamu benar benar memginginkan pernikahan ini batal, Wil? Apa aku harus mengabulkan keinginanmu dan berbahagia dengan caramu sendiri?
"Ayo kita berangkat!" Kimberly berjalan lebih dulu menuju mobil William.
__ADS_1
Hari ini ia memang tidak membawa mobil karena ia sudah berjanji dengan William akan pergi bersama ke tempat fitting.
Di dalam mobil dan juga di tempat fitting gaun pengantin, lagi lagi Kimberly harus melihat kemesraan antara William dan Viera. Ia sudah berusaha menahan buliran air matanya agar tidak tumpah. Ia tak ingin terlihat lemah di hadapan pasangan itu.
Kimberly bisa mendengar para pegawai di boutique tersebut membicarakan tentang dirinya dan juga William. Ia terus menahan rasa kesal, sedih, dan juga malu yang bercampur menjadi satu.
Aku tahu Wil, kamu pasti sangat menikmati membuatku malu seperti ini. Kuharap suatu saat nanti, kamu akan merasakan apa yang kurasakan.
Kimberly menghapus buliran air mata yang hampir jatuh di sudut matanya dan kembali memandang dirinya di cermin, tanpa menghiraukan William dan Viera.
*****
"Kim, apa gaunmu sudah benar benar siap?" tanya Mami Megan.
"Sudah Mi. Tadi siang aku sudah pergi ke sana dan mencobanya."
"Kamu pasti akan cantik sekali, sayang."
Cantik? Apa aku akan cantik jika hatiku sudah mulai semakin sakit melihat mereka? Apa sebaiknya aku membatalkannya sekarang?
"Oya, sayang. Tadi Aunty El menelepon Mami. Mereka akan kembali dalam waktu 2 minggu lagi. Mereka sudah tidak sabar untuk melihatmu dan William bersanding di pelaminan," ucap Mami Megan.
"Aunty akan kembali? Bukankah mereka baru akan kembali 2 hari sebelum hari H?" tanya Kimberly.
"Mereka sangat bahagia, sayang. Karena itulah mereka tidak sabar untuk segera kembali. Bahkan Uncle Michael sampai lembur terus supaya bisa segera menyelesaikan semua pekerjaannya."
Ya ampun, mereka begitu bahagia. Apa aku sanggup untuk mengecewakan mereka?
"Kalau Kim membatalkan pernikahan ini bagaimana, Mi?"
*****
Like, Commnet, Favourite Bintang 5, dan Vote.
__ADS_1
Thanks readers,
PimCherry