SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 23


__ADS_3

Sena mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaga, tak ingin Kelvin mengalahkannya.


"Sen, buruan cepet!" Seru Karin karna Kelvin dan Serena sudah mulai mendekat dengan memukul mukul punggung Sena.


"Et et et jangan mukul mukul, ntar jatoh." Ucap Sena panik karena sepedanya mulai oleng.


"Sen, yang bener dong, jangan jatoh." Ucap Karin takut karna sepeda mereka telah oleng.


Brukk


Sena dan Karin terjatuh dari sepeda dengan Sena menimpa Karin.


"Aduh...." Rintih Karin mejamkan matanya.


"Aduh sakit juga." Imbuh Sena


"Heh lu mana sakit, orang gw dibawah lu." Seru Karin membuka matanya, saat membuka mata pandangan Sena dan Karin bertemu, membuat jantung mereka berdegup kencang.


"Vin, buruan mereka jatoh tuh, cepet ntar mereka bangun lagi kita kalah." Seru Serena semangat karna melihat Sena dan Karin tumbang.


"Pegangan!" Seru Kelvin langsung mengayuh sepedanya kuat kuat, Serena yang tak mau jatuh langsung memeluk Kelvin erat.


Saat melewati Sena dan Karin Serena mengejek mereka berdua.


"Woy, pandangan pertama awal aku berjumpa." Ejek Serena "By Abang, Kakak ipar, kita duluan." Imbuhnya mengejek dengan menerbangkan kissnya.


"KAKAK IPAR PALAK KAU!" Teriak Karin membuat Serena dan Kelvin terkekeh.


"Eh, lu diri napa." Ucap Karin yang tersadar.


"Iya, Iya." Ucap Sena mulai berdiri "Padahal udah pw." Gumamnya pelan yang masih dapat terdengar oleh Karin. Karin yang mendengar langsung malu, namun ia menyembunyikannya dan berlaga seperti tidak terjadi apapun.


"Buruan susul." Ajak Karin juga langsung berdiri.


"Ok, buruan naek." Suruh Sena langsung naik seorang dan mulai mengayuhnya.


"Rin, pegangan, kita ngebut." Suruh Sena, Karin langsung berpegangan pada pinggang Sena.


"Vin, cepet dikit, mereka udah nyusul, mana deket lagi itu, deket lagi finish." Seru Serena. Kelvin langsung menoleh kebelakang untuk memastikan, namun ia tak fokus kedepan dan menginjak batu yang lumayan besar membuat mereka langsung terjatuh.

__ADS_1


"Adoh Kelvin." Kesal Serena "Lu ngapain nengok kebelakang, jatoh kan ish, kalah dah kita nih." Imbuhnya meracau.


"Ya maap kan kaga sengaja." Ucap Kelvin.


"Hahahahha makan tuh kurma, manis manis dah tu." Ejek Sena


"Heh awas lu ipar." Kesal Kelvin mengancam.


"Ipar?" bingung Serena.


"Iya lah, Sena Karin, lu gw." Jawab Kelvin polos.


"Sa ae lu." Malu Serena memukul lengan Kelvin pelan.


Sena dan Karin langsung melewati garis finish setelah menertawakan Kelvin dan Serena.


"PEMENANGNYA ADALAH BANG SENA DAN KAK KARIN." Teriak Gabriel mengumumkan.


"Hahah lu berdua sono ambil kelapa muda buat kita semua." Suruh Sena pada Kelvin dan Serena.


"Iya in." Ucap Serena.


"Eh kaga kaga, ade ade aja lu, ntar jatoh hati gw yang remuk." Ucap Kelvin menolak keras.


"Wah Abang gw udah mulai jago gombal guys." Celetuk Karin, menertawakan gombalan Kelvin.


"Gw." Sombong Kelvin.


"Oke siapa takut, gw panjat!" ucap Serena menyetujui tanpa berfikir panjang, ia langsung berjalan mendekati pohon kelapa yang ada buahnya.


"Rena, jangan biar gw aja." Seru Kelvin menyusul Serena.


"Kaga kaga, gw aja." Tolak Serena langsung nemplok kepohon kelapa dan mulai merayap naik.


"Udah lu diem aja sini tangkepin tuh kelapa." Ucap Sena.


"Lu ah, tega lu." Kesal Kelvin karna khawatir jika Serena terjatuh.


"Woy Vin, tangkep." Ucap Serena dari atas sana yang sudah mendapatkan satu persatu kelapanya.

__ADS_1


"Sini." Ucap Kelvin menadahkan tangannya, mulai menangkap.


"Bagus juga pemandangannya." Gumam Karin yang sudah mulai melihat senja.


"Senja mengajarkan kita, yang indah pasti kan berlalu, namun selalu teringat keindahan dan kecantikannya, sama seperti kamu Karin Sifanya Faraqueen." Ucap Sena tiba tiba membuat Karin mematung.


"Rin, Karin, kenapa bengong?" ucap Sena menyenggol pundak Karin.


"E.. tadi?" tanya Karin


"Oh iya, lu cantik" Ucap Sena tersenyum.


"Ohok ohok gw buta gw kaga denger." Ucap Gabriel tiba tiba yang memang sedari tadi berdiri dibelakang Sena dan Karin.


"Eh ada bocil, jangan ember lu cil." ucap Seena.


"Kaga janji." Ucap Gabriel mulai berlari mendekati Kelvin.


"Awwas lu." Ancam Sena


"Wlek" ejek Gabriel menjukurkan lidahnya.


"Udah biarin aja." Ucap Karin menengahi.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2