
Pagi harinya Serena dan Karin terbangun lebih dahulu, mereka berdua langsung mandi, setelah mandi mereka langsung keluar dari kamar dan menghampiri yang lain didapur membantu Sisil, Oca dan Dinda memasak sarapan.
"Lu berdua udah bangun." Ucap Oca.
"Nggak liat apa yak." Ucap Serena.
"Elah bercanda doang kaga bisaan amat lu pada." Ucap Oca kembali melanjutkan memotong bahan masakannya.
"Kelvin sama Sena mana?" Tanya Sisil.
"Nggak tahu, palingan juga masih ngebo." Jawab Karin.
"Bangunin sono lu berdua, ntar udah waktunya makan, malah kelamaan nunggu dua curut doang." Suruh Dinda.
"Iyeh deh, kita bangunin." Ucap Serena pasrah langsung pergi bersama Karin kekamar Sena dan Kelvin.
Didepan pintu kamar
"Ini kamar Sena yang mana Kelvin yang mana?" Tanya Serena.
"Lah lu semalem kaga liat Abang gw masuk yang mana?" Tanya Karin.
"Kalau gw liat, gw nggak bakalan tanya elu."
"Yaudah lah ya, gw masuk kesebelah kamar gw, lu masuk kekamar sebelah lu, kamar Sena kek Kelvin kek, sama aja." Ucap Karin langsung masuk kekamar dimana Sena berada.
Serena yang masih didepan pintu.
"Iya juga." Gumamnya langsung membuka pintu yang memang tidak terkunci sama sekali.
__ADS_1
Ia mendapati Kelvin yang tidur berbalut selimut.
"Oh nih kamarnya toh." Ucapnya Serena pelan.
"Vin, bangun udah pagi nih, ntar Momy datang ngomel ngomel." Ucap Serena berusaha membangunkan Kelvin dengan menggoyangkan kakinya.
"Bentaran Mom, masih ngantuk nih." Ucap Kelvin dengan mata yang masih tertutup rapat.
"Lah dikata gw Momy kali ah, tua dong gw, eh tapi gitu Momy tua tua juga awet muda." Gumam Serena. "Kerjain ah." Imbuhnya lagi bergumam dengan muncul ide jahil dibenaknya.
Ia langsung pergi mengambil gelas berisi air dinakas sebelah tempat tidur Kelvin hendak menyiramkannya pada Kelvin.
"Vin, lu bangun atau gw siram." Ancamnya memegang gelas tepat diatas wajah tamvan Kelvin. Namun Kelvin tak bergeming.
"Vin, bangun!" Ucapnya setengah berteriak. Namun tetap saja Kelvin tak bergeming dari tidur indahnya, meskipun tadi ia menyahut dengan mengira Serena adalah momy Unna.
Serena yang sudah geram langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Kelvin dan menyingkirkannya dari tubuh Kelvin, namun saat selimut terbuka, mata Serena terbelalak melihat ABS milik Kelvin sangat amat terpampang nyata didepan matanya.
"Buset Ren, lu ngapain nyiram gw." Kesal Kelvin langsung berdiri dari tempat tidurnya. Ia langsung memandang Serena yang masih terngaga bengong melihat ABS Kelvin.
"Kenapa lu?" Tanyanya lagi menyadarkan Serena, Serena yang sadar langsung menutup matanya rapat rapat dengan tangannya menjatuhkan gelas yang ia pegang tadi, dengan sigap Kelvin menangkap gelasnya agar tak jatuh berkeping keping.
"Lu kanapa dah? Ini gelas ntar kasihan kalau jatoh, pecah berkeping keping kayak hati gw." Ucapnya menaruh gelasnya kembali kenakas.
"Lu itu gimana sih, pakek baju nggak!" Kesal Serena membuka matanya. Kelvin yang menyadari dirinya tak mengenakan baju atasan langsung memandang Serena yang sudah memerah seperti kepiting rebus. Ia langsung tersenyum geli, dan malah ingin menjahili Serena.
Kelvin berjalan maju perlahan lahan mendekati Serena, dengan Serena yang terus mundur perlahan lahan, namun sayang, ia malah mentok ketembok, Kelvin langsung menghimpit tubuh Serena.
"Vin, jangan gini." Ucap Serena takut akan tatapan Kelvin.
__ADS_1
"Kenapa? tadi aja lu pandangin kaga ngedip." Goda Kelvin.
"Vin, pliss." Pinta Serena mendorong dada Kelvin dengan tangannya, namun Kelvin malah memindahkan tangannya menghimpit kepala Serena.
Serena yang ketakutan langsung memejamkan matanya berkeringat dingin. Kelvin yang malihat hanya tersenyum smrik, lalu melepaskan himpitannya.
"Jangan takut kenapa, kaya lihat monster lu." Ucap Kelvin menahan tawanya.
"Lu ya! siapa cewek yang nggak takut digituin." Kesal Serena.
"Bercanda kali Ren, jangan diabil hati." Ucap Kelvin.
"Nggak lucu." Ucap Serena yang masih kesal.
"Maaf ya, jangan ngambek, ntar kalo udah halal aja deh." Goda Kelvin membuat Serena malu setengah mati. Ia langsung pergi dari kamar Kelvin.
"hahaha ada ada aja tuh bocah, tapi imut juga tadi, baisanya aja sama cowok, cowoknya yang dibikin malu, ini dia yang malu." Gumam Kelvin tersenyum langsung kekamar mandi membersihkan tubuhnya.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
__ADS_1
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ