
Kelvin yang sedng sibuk membuka kelapa muda agar dapat dinikmati semuanya didatangi oleh Serena dengan membawa satu botol air mineral untuk Kelvin.
"Vin." Ucapnya memanggil Kelvin dan langsung duduk didepan Kelvin.
"Iya, awas Ren, jangan disitu, ntar kena sini aja disamping." Suruhnya agar Serena tak terkena serabut kelapa yang terlontar.
"Iya deh." Ucap Serena menurut dan langsung berpindah duduk disamping Kelvin.
"Cape?" tanya Serena yang melihat Kelvin mulai berkeringat.
"Oh nggak kok, biasa aja, lebih cape menahan rasa cinta yang tak terluapkan." Ucapnya membuat Serena sejenak berfikir.
"Gw tau kok, Vin." Ucapnya dalam hati yang sudah mengetahui apa makna dibalik ucapan Kelvin.
"Ini gw bawain minum, pasti lu haus." Ucap Serena mengulurkan sebotol air mineral yang ia bawa.
"Bukain." Suruh Kelvin. Serena langsung membuka tutup botolnya dan dengan inisiatifnya ia mengarahkan botolnya kedepan mulut Kelvin agar Kelvin dapat minum dengan mudah.
Kelvin melihat Serena sejenak lalu tersenyum memimun air langsung dari tangan Serena.
"Gw usapin keringetnya." Ucap Serena mengelap keringat Kelvin menggunakan tangannya.
"Makasih." Ucap Kelvin tulus lalu kembali membuka kelapanya.
"Vin, lu nggak mau ngomong sesuatu gitu?" tanya Serena.
"Ngomong apa?" tanya balik Kelvin.
"Itu.." Ucapnya tak berani melanjutkan kalimatnya.
"Itu? apa?" tanya Kelvin.
"Eh nggak kok, nggak." Jawab Serena hendak pergi menghampiri Sena dan Karin. Namun tangannya langsung ditahan oleh Kelvin.
"Gw bukannya nggak mau ngomong, tapi gw lagi nunggu waktu yang tepat." Ucap Kelvin menahan tangan Serena.
__ADS_1
"Hmmm." Dehem Serena mengangguk tersenyum.
"Lagian statusnya juga nggak penting, yang penting rasanya." Ucap Kelvin tersenyum.
"Iya, tau kok." Ucap Serena tersenyum manis.
"Udahkan, sekarang bantuin bawain nih kelapa buat yang lain, nih 4 lu kasih ke Momy, Mama, Kak Sisil sama Bang Al." Suruhnya mengulurkan 4 kelapa yang sudah ia taruh diatas nampan agar Serena mudah untuk membawa.
"Ini gw bawa 4 buat Kak Oca, Kak Dinda, Bang Ale sama Bang Dev." Lanjutnya langsung mengambil 4 kelapa lagi.
"Buat kita?" tanya Serena.
"Itu masih ada, gw sisain 5, satunya buat bocil." Ucapnya.
Kelvin dan Serena langsung membawa kelapanya untuk Sisil dkk dipaseban.
"Nih Kak." Ucap Serena menaruh kelapanya.
"Wah baik banget lu pada." Puji Ale.
"Nggak sia sia lu, manjat kelapa, berani naek kaga berani turun." Puji Devano dengan akhir mengejek.
"Ah lu Bang ih, memuji dan menjatuhkan diwaktu yang sama." Kesal Serena.
"Udah biarin, yang muda lebih waras." Ucap Kelvin yang berbalik mengejek Devano.
"Apa lu kata!" marah Devano.
"TUA!" kompak Kelvin dan Serena lalu berlari mengambil kelapa untuk mereka dan membawanya mendekat pada Sena, Karin dan Gabriel yang sedang duduk selonjoran ditepi pantai
"Woy Rin, nih." Ucap Serena mengulurkan kelapanya untuk Karin.
"Makasih lo yah." Ucap Karin lalu menarik Serena duduk disampingnya.
"Nih Sen." Ucap Kelvin memberikan kelapa pada Sena.
__ADS_1
"Thanks." Ucap Sena.
"Lah buat gw mana?" tanya Gabriel yang belum mendapat jatah.
"Ini nih, buat tuan puteri dari negeri dongeng." Ucap Kelvin.
"Aaaa masih Abang." Ucap Gabriel merebut kelapa dari tangan Kelvin.
Kelvin langsung duduk disamping Serena, jadilah mereka berlima menikmati air kelapa muda dengan pemandangan sunset didepan mata.
"Wah bagus banget." Senang Gabreil. "Bang, fotoin." Pinta Gabreil pada Sena.
"Iyeh sini." Ucap Sena menurut.
Gabriel langsung berpose dengan Sena memgambil beberapa foto.
"Sini gantian, gw yang fotoin." Ucap Gabriel menawarkan untuk memotret Sena dkk.
Sena dkk langsung berpose dengan Gabriel bergantian mengambil foto.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ
__ADS_1