
Diperahu Kelvin dan Serena.
Kelvin berusaha mengajak bicara Serena yang hanya diam saja juga tanpa memandang wajah Kelvin.
"Ren, udah dong ngambeknya, jangan ngambek mulu kenapa, maaf deh yang soal tadi pagi." Ucap Kelvin yang sudah tak tahan dengan kecanggungannya.
Namun Serena tetap diam dan fokus terhadap kail pancaingnya meskipun ia tahu, ia tak bisa memancing ia tetap mementingkan gengsinya dan ingin tetap mengerjai Kelvin.
"Rin ah, jangan gitu, gw nggak tahan." Ucap Kelvin lagi membujuk Serena.
"Hahah mang enak gw kerjain, lu sih mainin gw." Batin Serena menyeringai.
"Serena Roseana Abigail I love you!" Ucap Kelvin sedikit keras hingga yang lain mendengar. Serena yang mendengar sontak menatap mata Kelvin melihat kesungguhan dari Kelvin.
Diperahu Ale, Alvaro dan Devano.
"Buset tuh anak, blak blakan amat." Ucap Devano spontan setelah mendengar ucapan Kelvin untuk Serena.
"Ini sih yang lain harus tahu." Ucap Ale yang langsung menghubungi Oca untuk memanggil yang lain agar keluar menonton drama korea live.
Alvaro yang sedari tadi menatap perahu Kelvin dan Serena tersenyum senang melihat adik adiknya sama sama jatuh cinta pada orang yang tepat.
Tak selang beberapa lama, Oca, Sisil, Dinda, momy Unna dan bibi Rosa keluar dan melihat apa yang sedang terjadi, Ale langsung menepikan perahunya menghampiri yang lain.
"Ada apa?" tanya Dinda.
"Adik kita udah gede." Ucap Devano menjawab.
"Biarkanlah saja, toh mereka bukan sedarah." Ucap momy Unna yang langsung merestui.
"Besan kita." Ucap bibi Rosa memeluk momy Unna.
"Hahah kebetulan banget." Ucap Momy Unna membalas pelukan bibi Rosa.
"Serena." Panggil Kelvin.
"Vin, lu nggak bercanda?" tanya Serena serius.
__ADS_1
"Ngapain bercanda Ren, gw serius ini." Ucapnya meyakinkan "ini juga yang lu mau kan." Imbuhnya langsung diangguki Serena.
"Jadi?" tanya Kelvin.
"Jadi apa?" tanya Serena.
"Kita jadian." jawab Kelvin.
Serena langsung memeluk Kelvin juga Kelvin yang membalas pelukan Serena, mereka tak menyadari telah ditonton oleh banyak pasang mata.
"Woy lah masih ada orang nih." Cibir Sena.
Kelvin langsung melepaskan pelukannya setelah mendengar cibiran Sena.
"Ya mohon maap Kakak ipar." Ucap Kelvin.
"Najis." Ucap Sena.
"Jangan lupa, jagain adek gw." Ucap Kelvin membuat malu Karin.
"Nah kan, hayoloh Sen." Ucap Kelvin menyudutkan Sena.
"Awas lu!" kesal Sena.
"WOY LAH MASIH ADA ORANG NIH." Teriak Dinda.
Kelvin, Sena, Serena dan Karin langsung mengalihkan pandangannya kesumber suara, mereka berempat melihat Sisil dan yang lain berdiri menonton mereka, lebih tepatnya menonton Kelvin dan Serena yang sudah resmi jadian.
"SINI LU PADA!" Suruh Ale juga berteriak, Sena dan Kelvin langsung mendayung perahunya ketepi menghampiri Sisil dkk.
Saat sudah sampai mereka langsung bergabung dengan Sisil dkk.
"Kak." Ucap Kelvin melihat Sisil.
"Hmmm?" dehem Sisil.
"Anu emmm Aku sama Serena i..." Belum Kelvin menyelesaikan kalimatnya, langsung dipotong oleh Sisil.
__ADS_1
"Udah tahu, nggak masalah." Ucap Sisil tersenyum.
"Beneran kan, Kak? Kakak nggak marah? Bang kalian juga nggak marah?" tanyanya beruntun.
"ENGGAK" Kompak semuanya.
"Mom, Ma, jangan marah ya." Ucap Serena pada Momy Unna dan Bibi Rosa.
"Nggak kok, nggak masalah, kita juga bisa jadi besan." Ucap Bibi Rosa.
"Makasih." Ucap Serena memeluk Bibi Rosa.
"Lu berdua kaga?" tanya Alvaro pada Sena dan Karin.
"Otw itu." Celetuk Kelvin.
"Lu?!" marah Sena.
"Udah udah, kita bicarain besok lagi, sore jni kita harus balik." Ucap Oca menengahi perdebatan Kelvin dan Sena.
Semuanya langsung masuk kedalam villa untuk mengemasi barang barang mereka dan kembali.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ
__ADS_1