
"Baiklah kita lanjutkan saja" Ucap Unna dengan seringai disudut bibirnya
Unna terus saja menampar, menendang dan mencambuki tubuh Andreaz tanpa ampun, hingga Andreaz sekarat karna cambukan dari Unna
"Ku mohon hentikan, aku minta maaf" Pinta Andreaz sudah tak berdaya
Sisil yang sedari tadi hanya menonton Momynya pun maju dengan membawa pisau tumpul
"Sudah saatnya tuan" Ucap Sisil lalu menusukkan pisau tumpul tetsebut kejantung Andreaz
JLEP
"Pergilah kau bersama ****** itu!" Ucap Sisil meluapkan emosi yang sudah ditahannya sedari tadi
Andreaz kini sudah tak bernyawa,
namun Sisil terus saja menancapkan dan mencabutnya hingga berulang kali
"Dek dia udah mati" Ucap Ale yang membuat Sisil langsung menghentikan aktivitasnya
"Hmmm mati ternyata" Ucap Sisil dengan watadosnya
"Bang Kenan" Panggil Sisil
"Iya" Sahut Kenan yang berada didepan pintu
"Urus dia" Perintah Sisil lalu pergi meninggalkan ruangan diikuti Ale, Momy Unna dan Dinda
"Mom, Momy mau menginap disini atau pulang kemansion?" Tanya Dinda pada Momy Unna
"Pulang saja Dinda, lagian ini masih sore"
"Yasudah bersiap, nanti kita pulang" Ucap Sisil
Semua bersiap siap dan membersihkan diri, setelah itu mereka semua menuju kemansion milik Sisil
Namun Sisil menghentikan mobilnya disebuah restoran cepat saji, ia membeli beberapa makanan untuk dibawa pulang
__ADS_1
"Lah lu bawa makanan banyak amat buat apaan?" Tanya Ale yang melihat Sisil membawa banyak sekali bungkusan makanan
"Dimakan" Jawab Sisil singkat padat dan jelas
"Pftttt hahaha, Lu juga ada ada aja Bang, makanan segala ditanya buat apa" Ejek Dinda tertawa
"Eh Lu ngejek gua? Dasar adek lucnut Lu" Geram Ale
"Sudah sudah ayo buruan ke mansion nanti keburu malem nih" Ucap Momy Unna yang sudah pusing mendengar pertengkaran anatara kucing dan tikus
Sisil langsung saja malajukan mobilnya dengan kecepatan penuh hingga Dinda dan Momy Unna berpegangan erat pada kursi
Saat sampai didepan mansion
"Aduh Kak mual" Keluh Dinda karna merasa mual setelah menaiki mobil
"Lah Lu napa dah? Hamil ya Lu?" Tanya Ale dengan tampang watadosnya
"Lu tuhnya Bang, Gw mual tuh gara gara Kak Sisil bawa mobil kenceng banget" Keluh Dinda
"Aduh pusing kepala Momy, lain kali kalau nyetir pelan pelan aja napa" Gerutu Momy Unna
"Tadi Momy minta cepet, inikan udah cepet Mom" Jawab Sisil santai
Sedangkan Sisil hanya menatapnya datar berlalu pergi masuk kedalam mansion
Saat Sisil masuk ia langsung diserbu oleh Sena dkk
"Kak Sisil udah pulang" Sambut Sena dkk
"Nih Kak Sisil bawa makanan buat kalian" Ucap Sisil memberikan bungkusan pada Sena dkk
"Wah apa ini Kak?" Tanya Karin
"Buka aja Karin, nanti makan sama sama, yaudah Kak Sisil kekamar dulu yah, nanti Kak Sisil turun" Jawab Sisil
"Siyap Kaka" Jawab Sena dkk lalu pergi keruang keluarga membawa beberapa bingkisan ditangannya
Dikamar Sisil
"Gw cek HP gw dulu kali yah" Gumam Sisil lalu mengecek HPnya
Didalam HP Sisil ternyata sudah ada chat dari Alvaro
__ADS_1
Setelah membalas chat dari Alvaro, Sisil langsung membersihkan diri dan turun bergabung bersama yang lain
Dibawah Sisil sudah ditunggu yang lain
"Sil, Momy mau ngomong"
"Ngomong aja Mom" Jawab Sisil
"Rumah kita yang lama gimana? Mau kita ambil lagi atau kita jual aja?" Tanya Momy Unna
"Terserah Momy aja, orang itu udah jadi milik Momy" Jawab Sisil santai
"HAH! Kok bisa?" Tanya Dinda kaget
"Bisa lah ogeb, Lu nggak lupa dia siapakan?" Ucap Ale sambil menunjuk Sisil yang sedang asik memakan kentang bersama Sena dkk
"Ah iya lupa hehe"
"Yaudah deh kita biarin aja rumahnya kosong" Ucap Unna karna ia tidak tau mau diapakan rumah itu
"No!" Sahut Sisil
"No?" Tanya Unna
"Momy buat jadi butik aja sama Bibi Rosa biar nggak kosong"
"Iya juga ya, Rosa gimana?" Tanya Unna pada Rosa
"Aku sih terserah kamu aja Unna" Jawab Bibi Rosa
"Ah baiklah kalau begitu, besok kita buat butiknya" Jawab Unna semangat
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
__ADS_1
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ