SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 36


__ADS_3

Hari pernikahan Sena dkk.


Sena dkk tengah bersiap siap menuju altar pernikahan, semua tamu undangan sudah berada ditempat, termasuk om dan tante dari Kelvin dan Karin.


Mereka berdua sudah merencanakan sesuatu terhadap Sisil dan Alvaro. Namun Sisil dan Alvaro sudah mengetahui apa rencana yang akan dilakukan oleh kedua rubah ini.


Sisil dan Alvaro selalu bersiap dan siaga, dengan dibantu oleh anggota mafianya BDG. Sisil menaruh rasa cemas dilubuk hati terdalamnya, ia selalu memikirkan tentang kedua putri nya.


"Kenapa perasaan ku seperti ini, seperti akan ada sesuatu yang terjadi padaku." Batin Sisil gelisah.


Alvaro yang melihat Sisil yang gelisah mulai bertanya.


"Kenapa? ada sesuatu?" tanya Alvaro.


"Ah nggak." Jawab Sisil. Alvaro hanya mengangguk.


Sena dkk keluar dari ruangan mereka menuju altar pernikahan, saat berjalan Kelvin dan Karin melihat om dan tantenya sudah berada disana dan berdiri dibarisan paling depan menyaksikan mereka menikah.


"Mereka beneran dateng." Batin Karin, namun ia tak merasa senang sama sekali, melainkan kerisauan. Sena menggenggam tangan Karin erat, agar ia tak memikirkan hal yang lain.


"Mereka." Ucap Kelvin dalam hati melihat om dan tantenya, namun ia langsung mengalihkan pandangannya kewajah cantik Serena yang ia gandeng tangannya menuju altar.


"Bukan kah itu mereka?" tanya Sindi pada Aldo.


"Berarti Sisil mengambil harta kita untuk mereka." Jawab Aldo. "Awas saja kau Sisil." Imbuhnya geram pada Sisil, karna merka berdua sudah tahu, bahwa harta yang mereka miliki sudah berada ditangan Kelvin dan Karin.


Saat sudah melaksanakan ijab qobul nya. Aldo dan Sindi mulai melancarkan aksinya, mereka berdua mendekati Sisil dan Alvaro yang sedang bersama dengan kedua putrinya.


"Nyonya, Tuan." Sapa Aldo.


"Oh kalian datang." Sapa balik Alvaro.


"Iya, tentu saja kami datang, karna ini adalah hari bahagia untuk kalain." Ucap Aldo mengeluarkan belati hendak menusuk Sisil namun langsung ditepis oleh Alvaro.


Semua tamu undangan menjadi panik dan takut, dengan cepat Ale dan Devano mengambil kedua putri Sisil dan Alvaro.


"Mama." Teriak Gabriel menangis takut terjadi sesuatu pada Mama dan Papa nya.


"Gabriel tenanglah nak." Bujuk Ale.


"Nggak bisa!" marah Gabriel.


"Wau bagus sekali, Tuan." Puji Alvaro pada Aldo.

__ADS_1


Anak buah Sisil sudah mengepung Aldo dan Sindi dengan menodongkan senjata mereka masing masing, ada pisau belati, pistol, katana, pedang dan yang lainnya.


"Bagaimana kejutannya Tuan, Nyonya?" tanya Sisil menyeringai.


"Kau! sungguh licik!" marah Sindi.


"Oh licik? siapa yang licik, kalian atau kita? kalian sudah mengambil apa yang seharusnya dimiliki oleh Kelvin dan Karin, dan membuang mereka kepanti asuhan, sekarang mereka sudah dewasa, apakah salah mengambil kembali hak mereka?" Jelas Sisil panjang lebar dengan aura mencekam.


"Kalian memang licik." Ucap Karin menumpahkan kekesalannya.


"Tidak begitu nak, Karin." Bujuk Sindi.


"Percuma membujuk, kami tidak akan terbujuk!" ucap Kelvin menekan setiap kata katanya. "Kalian membuang kami!" Imbuhnya.


"Tangkap mereka, bawa dan kurung diruang bawah tanah." Suruh Alvaro.


"Baik, King." Ucap anggota BDG.


Namun saat dibawa pergi Aldo mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Gabriel yang berdiri disamping Ale, Sisil yang melihat langsung berlari dan berdiri dihadapan Gabriel.


Dorr.


Peluru dilepaskan oleh Aldo yang berhasil mengenai Sisil tepat dijantungnya.


"Mama!"


"Sisil!"


Teriak semuanya melihat Sisil tertembak.


"Mati saja kau!" Teriak senang Aldo disertai tawanya.


Ale langsung mengeluarkan pistolnya dan menghujani Aldo dengan peluru.


Dorr, Dorr, Dorr


Aldo yang terkena beberapa tembakan dari Alvaro langsung pingsan dan lemas.


"Aldo!" teriak Sindi melihat sang suami terkapar lemas.


"Bawa mereka jangan sampai mati." Suruh Ale


"Baik."

__ADS_1


Alvaro menghampiri Sisil yang sudah lemas tak berdaya.


"Sisil bertahanlah." Pinta Alvaro. Sisil menggenggam tangan Alvaro dan berucap.


"Jagalah putri kita, berikan BDG pada mereka." Pesan Sisil.


"Nggak kamu nggak boleh ngomong gitu, kita jaga mereka bersama sama." Ucap Alvaro menangis.


"Kakak, Kakak jangan tinggalin kita." Tangis Sena dkk.


"Kaa... kalian.. ja..jangan merasa bersalah, lanjutkan.. hidup kalian." Pesan Sisil pada Sena dkk.


"Mama, Mama hiks jangan Ma.." Tangis Gabriel.


"Iel, sayang... jangan nangis." Ucap Sisil lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


"SISIL." Teriak Alvaro kencang mengguncang tubuh Sisil.


Momy Unna yang tak sanggup langsung pingsan ditempat yang langsung ditangkap oleh Devano.


"Mom, Momy, Mom." Ucap Devano menepuk nepuk pipi Momy Unna berharap ia bangun.


Devano langsung membawa Momy Unna kekamar terdekat diikuti Dinda dan merebahkannya. Tak selang beberapa lama Momy Unna tersadar.


"Sisil!" Teriaknya.


"Mom, Momy hiks hiks Kakak." Tangis Dinda memeluk Momy Unna.


"Nggak nggak mungkin! nggak mungkin Sisil!" teriak Momy Unna frustrasi.


"Mom, Momy jangan gini, Dinda dan yang lain juga sedih Mom, Momy tenang ya Mom." Bujuk Dinda masih dengan air mata yang mengalir deras.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰

__ADS_1


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2