
Hari ini adalah hari dimana pernikahan Devano dan Dinda dilaksanakan
Kini Dinda sudah mengenakan gaun pengantin, perhisan juga tiaranya
Baju pengantin yang dikenakan Dinda, membuat Dinda kelihatan cantik
"Din sumpah lu cantik banget" puji Nindi
"Iya pasti si Devano kaga kedip ngeliat elu" imbuh Disa
"Iya pasti dia nggak kedip, sama kayak Bang Ale ngeliat Kak Oca waktu itu" imbuh Vera disertai kekehan kecil
"Eh emang iya?" tanya Oca
"Iya, Bang Ale liatin lu kaga kedip" ucap Sisil
"Alvaro juga kali, dia liatin lu sampe mau copot bola matanya" kekeh Disa
"Oh itu pasti, karna gw kan CANTIK" ucap Sisil menyombongkan dirinya
"Biasa aja kali kata cantiknya kaga perlu dicapslok" cibir Oca
"Suka suka dong" ucap Sisil
"Nona nona, mari ikut saya untuk mengganti baju" ucap pelayan
Sisil dkk pun mengikutinya sampai diruang ganti
Baju Sisil dan Oca π
Veraπ
Nindiπ
Disaπ
Serena, Karin dan Baby Ielπ
"Wah bajunya bagus" puji Disa memutar mutarkan tubuhnya
"Iya merah, suka gw" ucap Nindi
"Itu juga punya Serena, Karin sama Baby Iel bagus banget" puji Vera
"Selera adek gw 11 12 ama gw" ucap Sisil
"Iye" setuju Oca
Kini diposisi laki laki
Semua sudah mengganti pakaian dan memakai tuxedo senada dengan warna gaun para wanita
__ADS_1
Devano juga sudah siap dengan bajunya
"Ganteng lu Dev" puji Ale
"Iya ganteng lu pake itu" imbuh Alvian
"Udah nih, para tamu udah pada kumpul keluar sekarang" ucap Zidan
Kini Devano keluar dengan diapit oleh kedua kakak iparnya menuju altar pernikahan
Tak lama Dinda juga keluar dengan diapit oleh Kakak dan Kakak iparnya
Mereka berjalan dengan anggun, hingga semua mata tertuju pada mereka
Setelah acara ijab qabul selesai dilaksanakan, kini adalah saat dimana Devano dan Dinda menukar cincin dan melingkarkan dijari tengah masing masing
Setelah pemasangan cincin, kini adalah acara yang amat sangat ditunggu oleh para tamu undangan yang masih jomblo, yaitu pelemparan bunga
Devano dan Dinda melemparkan bunga kearah para tamu undangan yang sudah berdiri menunggu
3
2
1
Hap
Ia berjalan dan memberikan bunganya pada Vera
Vera menerimanya dengan bahagia dan senyum diwajahnya
Para tamu undanganpun bertepuk tangan untuk mereka
Kini acara dimana para tamu undangan memberikan ucapan selamat juga doa terbaik
"Selamat ya sayang" ucap Momy Unna
"Selamat sayang" ucap Kedua orang tua Devano
"Makasih Ma, Pa, Mom" ucap Dinda dan Devano serempak
"Adek lucnut gw udah nikah, selamat ya" ucap Ale
"Iya Bang"
"Lu Dev jagain nih ade gw, awas kalo lo sampek buat dia nangis" ancam Ale
Devanopum menelan ludahnya kasar
"Iya bang" ucap Devano
"Selamat Dek" ucap Sisil sembari memeluk Dinda
"Makasih Kak" ucap Dinda menangis dipelukan Sisil
"Udah dong jangan nangis, nih buat lu" ucap Sisil memberikan kunci mansion pada Dinda
"Ini beneran kak?" tanya Dinda
__ADS_1
"Iya, disebelah gw" jelas Sisil
"Wah berarti kalian bertiga tetanggaan dong?" tanya Vera
"Iya kita tetanggan" jawab Oca
"Acaranya udah kelar nih, kita pamit pulang dulu ya" pamit Vera dkk juga Alvian dkk
"Iya makasih ya" ucap Devano dan Dinda
"Kita juga pulang duluan, kasihan nih Baby Iel kecapean nanti" pamit Alvaro lalu pergi meninggalkan acara bersama Sisil
Kini Dinda juga Devano sudah berada didepan mansion yang diberikan oleh Sisil kepada mereka
"Dev mansionnya gede ya" ucap Dinda
"Iya, tapi masih gedean mansion kak Sisil yang lama, tapi nggak papa ini cukup banget buat kita tinggali berdua" ucap Devano
Pelayan membukakan pintu untuk Dinda dan Devano
"Selamat datang Tuan dan Nyonya" sapa pelayan
"Wah udah ada pelayannya ternyata" ucap Dinda
"Iya Nyonya, Nyonya Sisil yang memerintahkan kami untuk bekerja disini" jelas pelayan
Lalu mereka mengantar Devano dan Dinda kekamar utama
Dinda langsung masuk kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya
Namun saat ingin keluar ia lupa membawa pakaian gantinya
"Dev bisa tolong ambilkan pakaianku di almari" pinta Dinda
"Iya sebentar" ucap Devano mengambil pakaian Dinda
"Ini" ucap Devano memberikan baju pada Dinda, namun Dinda tidak dapat meraihnya, alhasil pintu setengah terbuka
Devano melihat tubuh mulus Dinda menjadi nafsu
Ia langsung masuk kekamar mandi
"Kyaaaa Devano keluar" teriak Dinda
Namun Devano tidak membalas teriakan Dinda dengan suara, ia membalas teriakan Dinda dengan pergerakan tangannya dan menggiring Dinda menuju tempat tidur
Tangan Devano terus menyusuri setiap inci tubuh Dinda, ia juga memberikan tanda merah dileher Dinda dan terjadilahππππ
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ
__ADS_1