
Saat semuanya sudah siap, Sena dan Kelvin baru saja keluar dari kamar dan ikut bergabung kemeja makan, makan pagi bersama sama.
Serena dan Karin yang melihat Sena dan Kelvin datang hanya menatapnya datar lalu fokus pada makanan dipiringnya. Sena dan Kalvin yang menyadari Serena dan Karin bersikap acuh padanya hanya diam dan tersenyum, karna mereka tahu, apa yang dirasakan oleh kedua perempuan ini.
"Lu pada ngapain berdiri doang, buruan sarapan, mau jalan kaga nih." Ucap Alvaro. Kelvin dan Sena langsung duduk dikursi yang tersisa.
"Kemana, Bang?" Tanya Sena.
"Kita kan dipulau nih, masa iya mau kemall, ya kelaut lah, mancing." Jawab Ale sewot.
"Nanya aja, sewot amat." Balas Sena lalu menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
"Ntar kita nggak ikutan yah, jagain Baby aja deh didalem, panas juga kalo mau mancing." Ucap Momy Unna melihat Bibi Rosa.
"Kalo gitu kita nggak ikut juga deh, biar yang cowok cowok aja." Ucap Oca.
"Yaudah kamu didalem aja, jagain anak kita." Ucap Ale pada Oca sang istri.
"Lu berdua harus ikut." Ucap Devano menunjuk Serena dan Karin.
"Ngapain cuman mancing aja, mancing ikan pulak." Ucap Serena.
"Ya lu kira dilaut mancing apaan?" Tanya Alvaro.
"KERIBUTAN." Jawab Serena dan Karin kompak dengan tatapan tajam.
"Behhh ini mah ciri ciri orang yang sangat laknat, mana ada dilaut mancing keributan, gerak dikit masuk perut hiu lu." Ucap Alvaro, yang langsung mengundang gelak tawa seisi ruang makan.
"Iel nggak ikut ah, kasihan kulit inces yang mulus dan cantik ini." Ucap Gabriel mendramatisir.
"Dasar eksis." Cibir Oca
"Siapa dulu Mama nya." Sombong Gabriel.
"SISIL." Kompak semuanya kecuali Oca.
__ADS_1
"Denger tuh, denger." Tekan Gabriel pada Oca.
"Tau ah bocil, setres ntar gw." Ucap Oca yang sudah tak ingin berdebat dengan Gabriel, karna ujung ujungnya dirinyalah yang akan dipermalukan.
"Budu." Ejek Gabriel menjulurkan lidahnya kearah Oca.
"Udah diem makan." Suruh Sisil, membuat Gabriel langsung diam, dan memakan makanannya.
"Diem kan lu." Ejek Dinda.
"Lu juga." Ucap Sisil menatap tajam Dinda.
"Pissss lah."
Setelah makan Ale, Alvaro, Devano juga Sena dkk pergi kebibir pantai menaiki 3 perahu yang sudah disediakan.
"Lu berempat pilih aja mau nek yang mana, kita naek bertiga." Ucap Ale menunjuk dua perahu yamg masih kosong.
"Hmmmm." Dehem Serena mengiyakan.
"Rin, lu ikut gw." Ucap Sena langsung menarik tangan Karin, membuat Karin hanya menurut.
Diperahu 1 ada Alvaro, Ale dan Devano.
Diperahu 2 ada Sena dan Karin.
Diperahu 3 ada Kelvin dan Serena.
Diatas perahu Karin sama sekali tidak membuka mulut dan mengucapkan sepatah katapun, ia terus saja menghadap ke depan melihat hamparan air yang terombang ambing. Sena yang merasa canggung ingin menetralkan suasana antara dirinya dan Karin.
"Rin." Panggilnya, namun Karin tak menjawabnya.
"Rin." Untuk kedua kalinya pun Karin tak menjawab, Sena pun mengerti dengan tingkah Karin.
"Rin, gw mau ngomong." Ucapnya lagi.
__ADS_1
"Ngomong tinggal ngomong." Jawab Karin, tanpa melihat wajah Sena.
"Lu kenapa sih?" tanyanya.
"Lu yang kenapa?" tanya balik Karin.
"Gw kenapa? gw nggak kenapa kenapa." Jawab Sena.
"Lu ya udah berani berani naruh harapan dihati kecil gw, dan sekarang lu berlaga seakan akan tak terjadi apapun!" kesal Karin ngerap. Sena yang mendengar langsung tersenyum.
"Rin, gw tahu lu suka sama gw, dan gw juga suka sama lu, tapi gw belum bilang ke Momy dan Mama, benar atau nggaknya hubungan ini." Ucap Sena berterus terang, Karin yang mendengar penjelasan Sena akhirnya mengerti dengan dilema dihati Sena.
"Makasih lu udah mau jujur." Ucap Karin tersenyum.
"Emm iya, soal yang tadi pagi, maaf ya." Ucap Sena.
"Iya udah lupain aja." Ucap Karin.
"Berarti ntar ntar boleh lagi dong." Goda Sena.
"Berani lu, gw bikin bibir lu pindah ketembolok." Ancam Karin.
"Hahaha iya iya, ampun my princess." Ucap Sena tertawa, diikuti tawa karin.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
__ADS_1
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ