
Hari ini adalah hari terakhir mereka liburan di villa
"Kak kita nanti ngapain? Masa cuman duduk duduk aja?" Tanya Dinda yang mulai bosan
"Kepantai aja berenang" Ujar Sisil
"Yaudah yuk"
Semuapun bergegas pergi kepantai
Dipantai semua berenang dan bermain pasir
Sena dkk bermain pasir sedangkan Ale dkk berenang renang
"Kita taruhan aja gimana?" Usul Alvian
"Taruhan?" Tanya Vera
"Ya, kita nyelem yang paling lama yang menang, yang kalah ntar dapet hukuman" Jelas Alvian
"Hukumannya?" Tanya Disa
"Yang kalah traktir makan aja gimana" Usul Aldo
"Setuju" Sorak semuanya (-Sisil dan Alvaro)
Semuapun meyelam kecualu Sisil, Alvaro, Ale dan Oca, mereka hanya melihat dari kejauhan
Mereka ber 4 hanya mengobrol
"Dek kapan nih kita jatuhin perusahaan Andreaz, udah g sabar nih gw" Ucap Ale menggebu gebu
"Nanti setelah ujian kelulusan aja, nah pas perpisahan kita kasih tau ke Andreaz kalau Aida dan Salma hanya memanfaatkan dia" Tutur Sisil
"Hmmm bagus juga dek, tapi 1 tahun lagi dong" Ujar Ale
"Iya"
"Kamu mau kasih tahu tuan Andreaz kalau Aida dan Salma memanfaatkan dia kan butuh bukti" Tutur Alvian
"Udah ada" Jawab Sisil singkat
"Udah ada? Bukti apa?" Tanya Ale yang tidak tahu
"Ada lah Bang" Jawab Sisil tersenyum devil
"Lu nggak usah senyum kaya gitu napa Sil, merinding gw" Protes Oca akan senyuman Sisil
__ADS_1
"Iyehπ"
Vera, Alvian, Aldo, Disa, Dinda, Zidan, Nindi, Devano kini sedang berlomba menyelam dengan durasi terpanjang
Sedangkan Nindi menjadi wasit
"Hah hah hah" Alvian muncul terlebih dahulu kepermukaan
Disusul Aldo, Disa, Dinda, Vera, Zidan
Kini tinggallah Devano yang masih didalam air
"Wuih Devano lama amat nggak muncul muncul" Puji Aldo
"Iya dah masih napas kaga tuh anak?" Tanya Zidan
"Namanya didalem air ya kagak napas lah, emang ikan" Ujar Dinda membuat mereka tertawa (-Devano)
Devano yang sudah lama menyelampun memunculkan kepalanya kepermukaan
"Hah hah hah gw menang" Ucap Devano ngos ngosan karna kehabisan nafas
"Yang kalah Alvain, jadi Alvian yang traktir kita yey" Sorak Nindi yang menjadi wasit
Alvian yang kalah hanya bisa cemberut, karna harus mentraktir makan semua orang
Siang hari mereka semua kembali ke villa untuk istirahat dan membereskan barang barang mereka, karna sore hari mereka akan kembali
Sore hari mereka semua sudah bersiap untuk kembali
"Udah pada siapkan?" Tanya Ale
"Udah" Jawab semua kompak
"Udah nggak ada yang ketinggalan kan?" Ujar Oca memastikan
"Nggak ada kayaknya" Jawab Disa
"Yaudah berangkat" Ucap Sisil memasuki mobil diikuti yang lain
Diperjalanan mereka mampir kerestoran cepat saji untuk mengisi perut mereka
Direstoran mereka memakan makanan yang ditraktir oleh Alvian karna kalah dari taruhan tadi pagi
"Enak juga ya ditraktir" Ucap Dinda disela sela makannya
"Lupa kalo kaya" Cibir Devano
__ADS_1
"Yah kan yang kaya Kak Sisil Beb" Tutur Dinda
"Ceilah beb beb beb an dikira bebek kali ya" Cibir Alvian
"IRI BILANG BOS" Ucap Dinda dan Devano kompak
"Kak Sisil kapan nikah sama Kak Al?" Tanya Sena tiba tiba
Membuat Sisil dan Al yang sedang makan tersedak
"Uhuk uhuk" Batuk Sisil dan Alvaro karna kaget
"Hei kalian ini ngomong apa sih" Ucap Sisil malu
"Yah kan kalau Kak Sisil, Bang Ale, Kak Dinda nikah kita kan jadi punya kakak banyak" Ujar Sena polos
"Eh iya gimana kalau kita nikahnya barengan aja, biar rame" Ujar Ale
"Iya biar rame" Imbuh Oca
"Rame? Diakata nikah kayak demo kali ya" Cibir Sisil yang membuat semua tertawa
"Udah soal nikah gampang, kan kita juga belum lulus sekolah" Ujar Dinda
"Berarti kalu udah lulus langsung nikah kan Beb" Goda Devano
"Kita nikah setelah urusan Sisil selesai" Ujar Oca menengahi
"Iya juga ya, nanti setelah nikah kita kan nggak ada lagi yang harus dipikirin" Jawab Ale
"Udah diem, nikah dipikir nanti" Ucap Sisil dengan nada dingin membuat semua terdiam
Setelah makan semua melanjutkan perjalanan untuk pulang kerumah masing masing
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
__ADS_1
AUTHOR SAYANG KALIANππ