SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 13


__ADS_3

Pak Botak membawa Sena dkk menghadap kekepala sekolah, saat masuk Sena dkk berdiri didepan pintu dibelakang Pak Botak.


"Ini guru satu kaga ada urat malunya juga, udah tahu bokongnya ketempelan permen karet, bukannya dibersihin dulu, ini malah bikin konser." Ucap Kelvin dalam hati memandang pantat Pak Botak.


"Permisi Pak, saya membawa murid yang membuat kekacauan." Ucap Pak Botak.


Sena dkk tanpa permisi langsung melewati Pak Botak dan masuk kedalam ruang kepala sekolah, dan langsung duduk disofa empuk yang sudah tersedia disana.


"Hallllo, Bapak Kepsek yang tamvan, tapi tidak terlalu tampan." Goda Serena dengan ending yang mengejek. Yang hanya dibalas gelengan kepala oleh sang Kepsek.


"Silahkan duduk, Pak." Ucap kepala sekolah mempersilahkan Pak Botak untuk duduk, namun langsung dihentikan oleh Sena.


"Aduh Pak, jangan ngada ngada mau duduk dah, tuh kaki aja bau comberan, terus itu pantat ada permen karet, kalo duduk disofa kasihan sofanya dong, Bapak." Ucap Sena mendramatisir dengan menepuk dan mengelus sofa kosong yang ada disebelahnya. "Tenang sofa tenang, Pak Botak pasti ngertiin kamu." Imbuhnya berbicara dengan tangan masih mengelus sofa.


"Bukan Kakak gw." Batin Serena melihat Sena seperti orang gila baru.


Sang kepala sekolah yang mendengar langsung melihat Pak Botak dari atas sampai bawah, lalu berucap


"Pak, silahkan dibersihkan ditoilet terlebih dahulu." Suruhnya.


"Emmm iya Pak." Jawab Pak Botak langsung masuk kedalam toilet membersihkan celana dan membasuh kakinya karna ulah jail Serena.


Tak lama datang guru BK membawa buku berisi ulah anak anak yang bermasalah, untuk melaporkannya pada kepala sekolah yang dimana didalam bukju tersebut juga banyak nama Sena dkk bertebaran disetiap lembar, mulai dari A hingga Z.

__ADS_1


"Permisi, Pak"


"Iya Ibu, silahkan masuk, kebetulan sekali, ini ada Sena dkk." Ucap sang kepala sekolah menyerahkan Sena dkk pada sang guru BK.


"Lah, kalian ngapain disini?" tanyanya melihat Sena dkk.


"Ibu ngga lihat kita ngapain?" tanya Karin.


"Duduk." Jawabnya polos.


"Nah itu Ibu pinter banget." Puji Serena.


"Iya, Ibu tahu Ibu ini pintar, tapi kalian ngapain duduk disini?" tanyanya lagi lalu duduk disofa sebelah kepala sekolah.


"KEPO." Ucap Sena dkk serempak yang mendapat gelengan kepala dari guru BK dan kepala sekolah.


Tak lama Pak Botak keluar dari kamar mandi.


"Aduh aduh, tolong dong ini lampunya dimatiin aja." Ucap Serena memegang kedu matanya dan menyipiy nyipitkannya.


"Eh kenapa Serena?" panik guru BK


"Ini Bu, aduh mata saya sakit, kesilauan ada lampau 100 watt." Ucap Serena, sontak Sena, Kelvin dan Karin tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Serena. Berbeda dengan Pak Botak yang sudah menahan amarahnya sedari tadi.

__ADS_1


"Kalian ini jangan membuat malu orang didepam umum, tidak baik." Nasehat kepala sekolah "Silahkan duduk, Pak." Imbuhnya menyuruh Pak Botak duduk.


"Jadi ada apa, Pak?" Lanjutnya lagi bertanya permasalahan yang Pak Botak hadapi karna ulah Sena dkk.


"Ini Pak, saya dikerjai oleh Sena dkk, spidol kelas diisi dengan tinta yang penuh hingga menyiprat kekemeja saya, kursi saya ditempeli permen karet, pijakan meja diberi baskom berisi air comberan." Jelas Pak Botak mengadu.


"Kalian berempat ini sudah sangat keterlaluan dalam membuat ulah, untung kalian berempat adik nyonya Sisil, jika tidak maka Bapak akan mengeluarkan kalian berempat dari sini." Ucap sang kepala sekolah lalu beralih menatap sang guru BK. Guru BK yang mengerti langsung mengangguk.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2