SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 4


__ADS_3

Pulang sekolah Sena dkk langsung pergi kemansion Sisil dan Alvaro, namun Serena membelokkan mobilnya kemansion Ale dan Oca. Karin juga membelokkan mobilnya kemansion Devano dan Dinda. Sedangkan Sena dan Kelvin langsung masuk kedalam


mansion Sisil dan duduk diruang tengah tanoa permisi.


Alvaro yang baru turun melihat Sena dan Kelvin duduk santai memainkan hand phonenya, menyapa mereka berdua, dan langsung duduk disamping mereka.


"Ey Adek adek lucknut, nape lu pada kesini, di Serena ama si Karin mana?" Sapa Alvaro dilanjut bertanya.


"Tadi si Serena ke mansion bang Ale, si Karin kemansion bang Devano." Jawab Kelvin.


"Owala tau nih gw, nih mansion bentar lagi jadi kapal pecah." Ucap Alvaro mengerti.


"Kak Sisil mana? Gabriel mana? ponakan gw yang tersanteq mana?" Tanya Sena beruntun.


"Pada dikamar, ntar lagi juga turun." Jawab Alvaro, diangguki Sena dan Kelvin.


Tak lama Serena dan Karin masuk dengan menggendong anak Oca dan Dinda.


"Hello epribadeh Princess dateng nih." Ucap Karin masuk bersama Serena diikuti Ale, Oca, Devano dan Dinda.


"Hmmm tuh kan bener dugaan gw, nih mansion bakal ancur bentar lagi." Gumam Alvaro yang dapat didengar Sena


"Sabar ya, Bang." Ucap Sena tersenyum mengejek.


"Gara gara lu juga."


"Duduk Bang, Kak, Dev, Din." Ucap Alvaro mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Lah gw kaga disuruh duduk." Ucap Serena.


"Lah bukan urusan gw, pantat pantat elu." Balas Alvaro mengejek.


"Hiks, liat deh Dek, masa kita nggak disuruh duduk." Ucap Serena berbicara dengan nada anak kecil pada ponakanya, yaitu anak Oca dan Ale.


"Udah lu, duduk tinggal duduk pakek drama segala." Ucap Karin duduk disamping Kelvin yang langsung bermain dengan anak Dinda dan Devano.


"Sisil mana?" Tanya Ale pada Alvaro.


"Apa lu, kangen ama gw" Ucap Sisil yang baru turun dengan menggendong anaknya yang masih kecil, Sena langsung berdiri merebut keponakan tersayangnya itu.


"Siniin, Kak." Rebut Sena


"Tiati lu, awas aja kalo nangis." Ucap Sisil memperingati sembari memberikan anaknya.


"Tenang Ma, kalo Adik nangis Kakak yang beri pelajaran sama Abang abang." Ucap Gabriel muncul dati belakang Sisil.

__ADS_1


"Wih bocil, main muncul muncul aja lu kek setan." Kaget Kelvin


"Apa lu bilang gw bocil hah?!" Marah Gabriel.


"Lah emang lu bocil, bocil kok dipanggil Kakak." Ejek Kelvin.


"Aaaaaa Papa, Bang ke nakal." Adunya pada Alvaro.


"Nah kan bocil, gitu aja ngadu huuuuu haha bocil, bocil, bocil." Ejek Kelvin menjulurkan lidahnya.


"Papa." Adunya lagi.


"Udah lu jangan ganggu anak gw, belum tahu aja dia udah jago bela diri." Ucap Alvaro bangga.


"Ihhhh takut." Ucap Kelvin dan Sena berbarengan "TAPI BOONG HAHAHA." Imbuhnya langsung tertawa terbahak bahak bersama yang lain.


"Ish auk ah, Iel ngambek." Cemberut Gabriel ngambek.


"Hayooo loh ngambek ratunya." Sorak semuanya kecuali Sena dan Kelvin.


"Eh jangan ngambek dong, Abang minta maaf ya, Abang kan bercanda doang, pisssss deh pissss." Ucap Kelvin meminta maaf.


"Ada syaratnya." Ucap Gabriel


"Mulai mulai." Gumam Sisil menggelengkan kepalanya lalu duduk disampaing Alvaro.


"Iya deh iya, apa syaratnya?" Tanya Kelvin pasrah.


"Ice cream banyak banyak." Jawab Gabriel.


"Untung gw kaga buka suara, buka suara dikit kena gw." Batin Sena lega, lalu kembali bermain dengan anak Sisil yang digendongannya bersama Serena dan Karin.


"Ice cream mulu lu, bocil."


"Mau kaga nih, kalo kaga ngambek lagi nih ngambek nih."


"Eh iya iya chill dong chill, nih nih pesen sendiri, tapi jan banyak banyak ntar abis duit gw." Ucap Kelvin memberikan hand phonenya mempersilahkan Gabriel memesan ice cream kesukaanya.


"Lupa kaya." Cibir Gabriel meraih hand phone Kelvin.


"Lah Cil, yang kaya emak lu, bukan gw."


"Lah tu nyadar, berarti ini uang sapa?"


"Mak lu."

__ADS_1


"Terus gw siapa?"


"Anaknye."


"jadi.... suka suka gw dong, kan diut emak gw." Ucap Gabriel dengan gaya savagenya.


"Hahahah kena lu." Tawa semuanya.


"Makannya jangan main main lu ama ponakan gw." Bangga Devano.


"Hmmm iyain, ini baru satu anaknye yang kek gini, nah itu yang masih bayi gedenya kek gimana." Ucap Kelvin membayangkan.


"Kak, makan dong, laper nih." Ucap Sena tiba tiba, karna ia merasa lapar.


"Makan mulu lu." Cibir Sisil.


"Biar napa Kak, gratis nih mumpung."


"Iye iye bentaran."


"Kita juga, Dek." Ucap Oca


"2in, Kak." Imbuh Dinda.


"Enak aja lu berdua, bantuin gw masak didapur sekarang." Suruh Sisil


"Iya iya."


Jadilah Sisil, Oca dan Dinda memasak makan malam untuk semuanya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2