SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 2


__ADS_3

Sena dkk langsung berangkat kesekolah menggunakan mobil baru mereka masing masing. Sena dkk selalu bergonta ganti mobil setiap minggunya, sehingga semua siswa siswi merasa iri dengan kekayaan dan keroyalan keluarga mereka, namun demikian Sena dkk tidak pernah merasa tinggi, mereka tetap mempunyai hati yang mulia dan sangat dermawan.


Mobil Sena.



Mobil Serena.



Mobil Kelvin.



Mobil Karin.



Mereka langsung turun dari mobil dengan gaya santai dan cool mereka, mereka terlihat sangat tampan dan cantik dengan aura yang selalu memancar.


"Waduh bidadari."


"Mobilnya baru lagi."


"Jiwa misqueen ku meronta ronta melihat semua ini."


"Ganteng parah, andai gw bisa dapetin salah satu dari mereka, nggak dapet Sena, Kelvin pun jadi."


"Halu lu parah, ngaca sono, muka lu aja kayak kentang."


Ucap para siswa siswi melihat Sena dkk yang bbaru turun dari mobil masing masing.


Sedangkan diposisi Sena dkk.


"Ah elah bosen gw tiap pagi diliatin mulu."


Ucap Karin yang merasa risih dengan tatapan tatapan para siswa siswi.


"Nikmatin aja lah yau, kita kan cantik."


Ucap Serena dengan percaya diri yang tinggi.


"Pwede amat lu, Neng."

__ADS_1


Cibir Kelvin melihat kenarsisan Serena.


"Eh Abang, awas lu nanti suka ama gw."


Jawab Serena mengibaskan rambutnya mengenai wajah Kelvin.


"Lu berdua ribut lagi, gw nikahin lu pada sekarang juga."


Ancam Sena yang bosan dengan pertengkaran adiknya ini.


"KAGA MAU."


Kompak Serena dan Kelvin menolak.


"Yah barengan, awas lu, ntar beneran suka."


Ejek Karin.


"Ini lagi satu malah nambah nambahin, kelas aja woy, pasti tu guru udah ada dikelas." Ajak Sena


"Kerjain kuy." Senang Kelvin, langsung pergi dahulu diikuti yang lain.


Saat sudah sampai didepan kelas, Karin menghitung satu sampai tiga.


BRAK pintu langsung ditendang oleh Sena dkk hingga menganga lebar mengagetkan seluruh penghuni kelas. Sena, Kelvin dan Karin langsung bersiap menutup telinganya rapat rapat.


"HELOOOO EPRIBADEH PRINCE AND PRINCESS COME BACK MANA TEPUK TANGANNYA." Teriak Serena menggelegar kesetiap sudut kelas, semua siswa siswi otomatis menutup telinganya, tak ingin gendang telinga mereka bicor.


"Kalian berempat selalu membuat guru spot jantung pagi pagi." Marah guru yang mengajar.


"Bisa tidak kalau masuk ketuk pintu dulu." Imbuhnya masih marah.


"Kamu juga Serena, masih pagi sudah teriak teriak seperti Tarzan." Imbuhnya lagi memarahi Serena.


"Weh Buk, santuy napa, ntar jantungnya copot tuh." Ejek Kelvin.


"Lagian kalo ngetuk pintu kelamaan, kaga surprise." Imbuhnya menaik turunkan alisnya.


"Bu, Bu, ibu tadi marahin saya jugakan makek teriak, berarti Ibu juga Tarzan dong." Ucap Serena menahan tawanya.


"Eh lebih tepatnya neneknya tarzan." Imbuhnya langsung tertawa terbahak bahak, bukan hanya Serena yang tertawa melainkan juga seluruh isi kelas.


Sejenak guru berfikir apa yang dimaksud Serena dengan neneknya tarzan. Tak lama ia menyadarinya dan kembali memarahi Serena.

__ADS_1


"Kamu ya Serena, berani beraninya menghina Ibu tua." Marahnya


"Lah Ibu, nggak ngaca kali ah, itu keriput udah dimana mana." Jawab Karin, yang juga mengundang gelak tawa seisi kelas.


"Kalian berempat Ibu hukum membersihkan toilet putra putri sekarang juga." Ucap guru menberikan hukuman pada Sena dkk.


"Elah Bu, Bu, kalo mau ngasih hukuman tuh dari tadikek, kelamaan berdiri capek gw, untung kaga rapuh tulang gw kek Ibu yang berdiri bentar udah letoy tulangnye, eh maap Bu, keceplosan." Ucap Sena sengaja yang lagi mengundang gelak tawa seluruh isi kelas.


"Kuy." Ajak Kelvin pergi diikuti yang lain. Jangan menduga bahwa mereka akan menjalani hukuman mereka. Sekarang mereka duduk dan bersantai diroftop.


"Enak aja tuh guru, main suruh suruh bersihin toilet, ntar kecantikan gw luntur." Ucap Serena mengeluarkan cermin dari sakunya.


"Belum tau aja tuh guru gimana rasanya jadi pengangguran." Imbuhnya lagi menggerutu.


"Elah lu bersihin toilet juga masih tetep cakep." Gombal Kelvin pada Serena.


"Sa ae lu, Bambank." Balas Serena


"Beneran dan, suer." Balas Kelvin mengangkat jarinya membentuk huruf V.


"Udah woy, lu berdua udah kaya dunia milik pribadi." Ucap Sena melerai.


"Mabar ae." Ajak Sena.


"Kuy." Jawab Kelvin, Serena dan Karin.


πŸ‚


Author diS2 ini nggak akan bikin konflik yang rumit, Author bikin konflik yang santuy santuy aja, dadi nikmati wae alure.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~

__ADS_1


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2