SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 31


__ADS_3

Saat sudah sampai, mereka semua langsung datang kemansion utama, yaitu mansion yang ditempati Momy Unna dan Bibi Rosa juga Sena dkk. Mereka semua hendak membicarakan pernikahan Kelvin dan Serena. Karna Momy Unna dan Bibi Rosa khawatir jika mereka melakukan hal yang diluar batas, sebab mereka juga tinggal dalam satu atab beda kubu.


"Sumpah cape banget." Keluh Gabreil.


"Cape kenapa lu? orang dimobil juga molor aje kerjaan lu." Cibir Sena.


"Enak aja molor, gw tadi nonton drakor ye sama Grandma." Sangkal Gabriel. "Tapi ga papa demi Kakak kakak gw tercinta gw tahan semua rasa keluh dan kesah ini." Imbuh Gabriel dengan nada mendramatisir.


"SOK DEWASA LU BOCIL." Kompak Sena dkk lalu menertawai Gabriel, Gabriel yang ditertawai langsung mengerucutkan bibirnya kesal.


"Udah jangan ribut mulu, nih dibahas." Ucap Oca langsung mengeluarkan daftar yang harus dipenuhi.


"Wah gila sih ini, banyak bener." Ucap Serena membuka dan membolak balikkan kertas yang berisi daftar apa saja yang harus ia siapkan dalam pernikahannya.


"Emmm iya Mom, Kak, Bang, kenapa nikahnya sekarang sih, besok besok kan bisa, masa masih sekolah udah nikah." Ucap Kelvin.


"Kenapa lu? kaga siap?" tanya Alvaro.


"Ya engga juga, siap sih siap aja, cuman kan Sena sama Karin belum." Jawab Kelvin.


"Soal Sena sama Karin itu terserah mereka mau gimana, mereka aja belum ada tanda tanda." Ucap Dinda. "Entah mereka mau satu sama lain, atau mau dengan yang lainkan, kita nggak tahu, yang tahu mereka." Imbuh Dinda.

__ADS_1


Sena dan Karin yang mendengar ucapan Dinda langsung saling pandang, dengan Sena memberikan kode mata pada Karin, Karin yang mengerti langsung mengedipkan kedua matanya.


"Kak, mereka itu udah ada..." Belum Serena menutup katanya, sudah langsung dipotong oleh Sena dan Karin.


"NGGAK ADA" Kompak Sena dan Karin mempelototi Serena. Serena yang dipelototi langsung diam dan mengkerucutkan bibirnya.


"Itu bibirnya minta dicium kah?" tanya Kelvin menggoda Serena didepan semuanya. Yang membuat Serena malu setengah mati, beda dengan Kelvin yang hanya PD saja, mungkin urat malunya sudah putus.


"Lu berdua nih ya, gw gibas baru tahu rasa lu, bikin orang iri aja kerjaannya." Kesal Alvaro yang langsung ditatap datar oleh Sisil.


"Ah elah gw bocil gw kaga ngerti yang beginian." Ucap Gabriel tiba tiba. Sontak semuanya langsung memandang Gabriel dengan tatapan yang sulit ditebak.


"Kenapa nih kenapa?" bingung Gabriel.


"Kaga." Jawab Alvaro.


"Oh yaudah ah, mau bobo." Pamit Gabriel langsung naik kelantai dua entah masuk kedalam kamar siapa.


"Udah ayok dibahas." Ucap Momy Unna. "Buat kalian, Momy minta untuk kalian cepat dinikahkan karena kalian juga satu rumah, Momy takut kalian keblabasan, juga untuk masalah sekolah, tidak lama lagi kalain juga akan lulus." Lanjut Momy Unna menjelaskan.


Kelvin dan Serena yang mengerti langsung mengangguk tersenyum, karna mereka tahu, ini juga demi kebaikan mereka.

__ADS_1


"Mom, Kak, soal Om dan Tante?" tanya Karin yang baru saja mengingat Om dan Tantenya.


"Biarkan saja dulu, nanti bisa diurus, kalian tenang saja." Ucap Ale menenangkan pikiran Karin.


"Emmm." Jawab Karin mengangguk tersenyum.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2