
MALAM HARI DIARENA BALAP
Sisil dkk datang bersama Alvaro dkk yang tak lupa memakai topeng yang biasa mereka gunakan
Tak lama Bastian, Satria, Vian dan Kenan datang disusul Bella, Sitiya, Sinya dan Zahra
"Sil balapan ama gw" Ajak Alvaro
"Nggak, males" Ucap Sisil datar
"Yah dek kalo lu kesini nggak balapan mau ngapain?" Tanya Ale
"Nonton" Jawab Sisil datar
"Yaudah gw aja yang balapan ama lu" Ucap Ale pada Alvaro yang diangguki Alvaro
Saat Sisil tengah duduk menonton balapan antara Alvian dan Ale ia melihat Bastian dkk sedangkan Bella dkk sedang menonton balapan
Sisil menghampiri Bastian dkk
"Gimana?" Tanya Sisil
"Dia sudah ada dimarkas queen" Jawab Satria
Lalu Sisil tersenyum mengerikan yang membuat mereka yang melihat merinding
"Bisa nggak lo, nggak usah senyum kek gitu, merinding gw" Ucap Satria
Yang mendapat tatapan tajam dari Sisil
"Bang gimana?" Tanya Sisil pada Bastian
"Dia udah gw bawa kemarkas, udah gw taro diruang penyiksaan" Ucap Bastian
"Bagus" Ucap Sisil datar lalu pergi menonton balapan
Balapan telah selesai yang dimenangkan oleh Alvaro, ya memang Ale belum terlalu jago, dibalapan itu tidak ada taruhan apapun, hanya untuk bersenang senang.
Setelah balapan selesai Sisil mengajak teman temannya ke markasnya
Saat hendak pergi Alvaro dkk mencegah mereka
"Sil gw ama yang lain ikut ya" Ucap Alvaro
__ADS_1
"Hmm" Jawab Sisil
Lalu Sisil memberikan 5 Topeng untuk mereka pakai
SKIP MARKAS BDG
Sisil dkk disambut oleh mafioso
"Queen" Sapa mafioso
"Hmmm" Sisil
"Buset tempat apaan nih, serem amat yak" Batin Alvaro
"Gini ya rasanya masuk kemarkas mafia" Batin Zidan
"**** serem bat ini mah" Batin Aldo
"Bang, Dek ikut gw, dan kalian tunggu disana" Ucap Sisil menunjuk ruang tamu
Alvaro dan yang lain menunggu diruang tamu Markas sedangkan Ale, Sisil dan Dinda memasuki ruangan gelap yang hanya ada 1 kursi dan 1 lampu serta 1 gadis yang diikat menggunakan rantai
Sisil menghampiri gadis itu
"Mau apa kau?" Tanya Sifanya takut
"Bermain main denganmu" Sisil
Dinda dan Ale yang melihat Sifanya pun terkejut mereka bertanya tanya kenapa Sisil menangkap dia
"Kenapa kau ingin menembak Dinda?" Tanya Sisil pada Sifanya dengan Aura membunuh
Ale dan Dinda yang mendengar bahwa Sifanya yang berusaha menembak Dinda pun mengerti
"A aku hanya ingin balas dendam denganmu karna kau telah melenyapkan kakak ku" Ucap Sifanya percaya diri
"Bodoh" Ucap Sisil sambil menggoreskan pisu lipatnya pada pipi mulus Sifanya
"Kak boleh aku yang melakukannya?" Tanya Dinda pada Sisil
"5 menit dia harus lenyap" Ucap Sisil mundur dan digantikan oleh Dinda
Sisil dan Ale hanya menonton pertunjukan yang menurut mereka menarik
__ADS_1
Dinda menyiksa Sifanya tanpa ampun mulai dari mencambuk, menggores, dan menembak kaki tangan Sifanya sampai Sifanya tak berdaya
Diruangan itu hanya ada suara jeritan wanita yang menurut 3 bersudara itu sebuah nyanyian merdu
"Akh sakit, kumohon lepaskan aku" Ucap Sifanya kesakitan
"Lepaskan, tidak akan pernah" Ucap Dinda lalu menusukkan belati pada jantung Sifanya, seketika Sifanya mati mengenaskan
"Itu akibat kau berani melawan kami" Ucap Dinda lalu menghampiri Sisil dan Ale
"Mafioso, urus dia, berikan pada Ciko" Ucap Sisil lalu pergi
(Ciko adalah harimau putih kesayangan Sisil)
Ale, Sisil, dan Dinda keluar ruangan itu
"Diamana dia?" Tanya Sisil pada Bastian
"Dia ada diruangan itu Queen" Tunjuk bastian pada 1 ruangan, lalu Sisil memasuki ruangan itu tapi sebelum itu ia berbicara pada Ale dan Dinda
"Kalian pergi" Ucap Sisil dingin lalu memasuki ruangan itu dan membuat Ale dan Dinda bingung siapa yang ada dalam ruangan itu sampai mereka tidak boleh masuk
"Bastian siapa yang ada didalam?" Tanya Ale
"Iya siapa dia? Kenapa kita tidak boleh ikut?" Tanya Dinda pada Bastian
"Queen sendiri yang akan mengatakan pada kalian" Ucap Bastian lalu pergi
Ale dan Dinda pun tidak mau ambil pusing mereka berdua menyusul Alvaro dan yang lain di ruang tamu
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
__ADS_1
AUTHOR SAYANG KALIANππ