
"Kemana Aida dan Salma?" Tanya Andreaz
"Ohoho diambang kematian saja kau masih memperdulikan mereka? ck ck ck bodoh sekali Kau ini, jelas mereka sudah DINERAKA" Ucap Momy Unna dengan menekan akhir katanya
"APA MAKSUDMU KAU MEMBUNUHNYA?" Tanya Andreaz dengan nada tinggi
"Tuan turunkan nada bicaramu jika kau tak ingin sama seperti mereka" Ucap Dinda mendramatisir
"DASAR KALIAN PEMBUNUH!" Bentak Andreaz ingin keluar rauangan yang langsung dehentikan oleh 2 mafioso Sisil didepan pintu
"Bawa dia" Perintah Sisil
"Baik Queen" Jawab mereka ber2
"Queen?" Batin Andreaz bertanya
"Lepas lepaskan aku" Teriak Andreaz meronta ronta ingin melepaskan diri namun dengan segera dibekap oleh 2 mafioso Sisil dan membawanya kemarkas BDG
"Mom, Momy pulang saja" Ucap Sisil
"Tapi"
"Dinda antarkan Momy pulang, aku masih harus mengurus beberapa berkas" Jelas Sisil
Momy dan Dinda hendak pergi, namun didepan pintu Sisil menghentikan mereka
"Kalian nanti malam kemarkas" Ucap Sisil
"Baik" Jawab Dinda tersenyum, karna ia tau apa yang akan dilakulan oleh Sisil
"Dek, mau Kau apakan?" Tanya Ale
"Apalagi, seperti biasa saja" Jawab Sisil santai
"Benarkah?"
"Hmmm"
"Yaudah, Gw balik kekantor dulu" Pamit Ale
"Hmmm udah sono lu pergi jauh jauh" Jawan Sisil ketus
__ADS_1
"lah ngusir nih anak"
"Ca, aku balik kekantor dulu ya" Pamit Ale mengecup dahi Oca membuat Oca Bullshing
"Masih ada gw" Cibir Sisil
"Iri aja lu" Jawab Ale berlalu pergi
"Yaudah Sil, gw balik keruangan dulu, ntar kalo butuh apa apa panggil gw aja" Pamit Oca
"Hmmm" Jawab Sisil lalu menandatangani berkas permintaan kerjasama, yang diantaranya adalah perusahaan kekasihnya dan para sahabatnya.
"Gw setujuin aja lah lama" Gumam Sisil yang sudah bosan dengan berkas berkas tersebut
SKIP MALAM HARI
Ale, Dinda dan Momy Unna sudah berada dimarkas BDG
Mereka menunggu Sisil diruang pribadi Sisil
"Kak Sisil mana sih lama amat?" Gerutu Dinda yang sudah bosan menunggu Sisil
Taklama Sisil datang kemarkas, ia disambut oleh Bastian dkk
"Queen" Sapa Kenan
"Diamana Bang Ale?" Tanya Sisil
"Mereka sudah menunggu diruang pribadi Queen" Jawab Kenan
Tanpa menjawab Sisil pergi keruang pribadinya, saat hendak pergi Satria memanggilnya
"Queen?" Panggil Satria
Sisil menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Satria
"Apaan?" Tanya Sisil
"Emm anu.. anu... itu" Ucap Satria gagap dan malu
"Apaan sih Bang~Sat lama lu" Ucap Sisil hendak pergi
__ADS_1
"Em itu lu kapan kearena balap?" Tanya Satria
Bastian, Kenan, Vian tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Satria
Sisil yang melihat tingkah Sartia menjadi bingung, lalu ia menatap Bastian, Kenan dan Vian yang tersenyum, ia tahu apa yang diinginkan oleh Mereka
"Lu pada suka ama Bella dkk?" Tanya Sisil membuat Bastian dkk menjadi malu setengah mati
"Emm itu cuman anu.." Ucap Bastian malu
"Kalo suka lu pada bilang aja napa, besok gw kearena, lu pada ikut terserah" Jelas Sisil
"Sil gw boleh minta nomornya Sintiya kaga?" Tanya Vian malu
"Ntar" Jawab Sisil singkat lalu pergi meninggalkan Bastian dkk
"Lu pada suka sama siapa dah? Ntar samaan lagi" Tanya Vian
"Gw suka sama si Bella" Jawab Bastian
"Gw Sinta" Ucap Kenan
"Gw Zara, Lu sendiri?" Ujar Satria
"Gw suka sama si Sintiya lah, yakali gw suka sama gebetan temen sendiri" Ujar Vian
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ
__ADS_1