
Tiba tiba Sena turun dari lantai dua kelantai satu dengan sedikit berlari.
"Lah tuh anak kenapa?" Bingung Kelvin.
"Udah hayuk susulin aja, gw tahu nih bakal ngapain." Ucap Serena.
Kelvin, Serena dan Karin juga langsung ikut turun menyusul Sena.
Diruang tengah masih ada Momy Unna dan yang lain kecuali Alvaro dan Sisil.
"Kalian kenapa lari lari?" tanya Bibi Rosa.
"Mom, Ma, Kak, Bang, aku mau nikahin Karin." Ucap Sena langsung tanpa bertele tele.
Karin yang melihat dan mendengar dedikasi Sena merasakan getaran senang, haru dan bersyukur diaduk menjadi satu dalam hatinya.
"Lu bercanda ya." Ucap Ale.
"Kaga Bang, gw nggak bercanda, gw serius, seribu rius gw mah." Ucap Sena meyakinkan.
Sontak semuanya langsung memandang Karin yang berdiri dibelakang Sena. Karin yang sadar ditatap oleh beberapa pasang mata langsung otomatis mengangguk malu.
"Wah wah, ini mah cinlok namanya." Celetuk Dinda.
"Wah enak tuh, kasih bumbu balado, enyol enyol krispi endul." Imbuh Oca.
"ITU CILOK." Gas yang lain. Oca hanya tersenyum kecil melihat joks nya yang cringe.
"Ya maap lah maap." Senyum Oca.
"Mom, Ma, boleh ya?" tanya Sena.
"Emmm gimana ya, kayaknya sih e.." Ucap Bibi Rosa sengaja digantung.
__ADS_1
"Maaa." Ucap Sena penuh harap.
"Mama sih iya iya aja, asal kamu bisa bertanggung jawab terhadap Karin." Ucap Bibi Rosa bijak, sebagai orang tua Sena.
"Mom?" tanyanya pada Momy Unna.
"Iya, Momy restuin kok, tapi kalian berempat harus janji bisa menjaga satu sama lain." Ucap Momy Unna tersenyum, karna ia tak ingin pernikahannya sama dengan kejadian dimasalalu yang ia alami.
"JANJI." Kompak Sena dkk senang.
"Yaudah kalo Momy sama Bibi setuju sih, kita setuju setuju aja." Ucap Oca.
"Tunggu Sisil sama Al balik dulu, mau digimanain nantinya kalian." Ucap Ale.
"Emang Kakak sama Abang kemana?" tanya Serena.
"Adalah entar juga balik." Jawab Devano.
"Nah gitu Kak, ceritanya." Ucap Serena setelah mengakhiri dongengnya.
"Oh yaudah iya." Sisil.
"Kelvin, Karin, sini." Panggil Sisil pada duo K.
"Iya Kak, kenapa?" tanya Kelvin.
"Sini aja dulu." Ucap Sisil.
Kelvin dan Karin langsung mendekat ke Sisil.
"Nih tanda tangan." Suruh Sisil.
"Ini apa?" tanya Karin.
__ADS_1
"Itu surat pengalihan harta orang tua kalian dari tangan om dan tante kalian, mulai dari mansion, rumah, perusahaan, dan lain sebagainya sudah jadi hak milik kalian." Tutur Alvaro menjelaskan. "Tadi kami pergi untuk mengambil milik kalian, dan kalian harus menjaganya dengan baik, om dan tante kalian belum tahu, jadi kalian masih harus berhati hati." Imbuhnya mewanti wanti
Kelvin dan Karin yang mendengar merasa sangat terharu, mereka berdua langsung memeluk Sisil dan Alvaro secara bergantian.
"Hiks makasih Kak, Bang." Ucap Karin disertai tangis harunya.
"Iya, iya, tanda tangan dulu, biar resmi." Siruh Sisil.
Kelvin dan Karin langsung menandatangani lembar demi selembar kertas asetnya.
"Kalian pegang itu, jaga hati jati, om dan tante kalian akan datang dipernikahan kalian, jadi harus tetap waspada." Ucap Sisil.
"Emm" Angguk Kelvin dan Karin.
"Kak, nanti kalau terjadi sesuatu sama Kakak gimana? mereka sangat licik, Kak." Ucap Karin khawatir.
"Sudahlah jangan dipikirkan, kalian fokuslah pada satu tujuan kalain, biar mereka Kakak yang urus." Ucap Sisil tersenyum menenangkan Karin.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ
__ADS_1