
Ale dan Oca keluar dari kamar Sisil menghampiri yang lain
"Bang, kak Sisil gimana?" Tanya Dinda khawatir
"Dia nggak papa cuman kecapean sama banyak fikiran" Tutur Ale
"Kak Sisil nggak papakan?" Tanya Karin dengan berlinang air mata
"Hei, Karin nggak usah nangis, kak Sisil nggakpapa kok" Jelas Oca menenangkan Karin
"Terus Sisil gimana? Udah sadar?" Tanya Nindi khawatir
"Udah, itu lagi sama Alvaro dikamar" Jawab Ale
"Berdua?"
"Iya, gw percaya sama Alvaro, dia nggak bakal ngapangapain Sisil" Tutur Ale
"Iya lah nggak berani, orang kalo ngamuk serem banget" Sahut Aldo bergidik ngeri
"Lo kalo ngomong suka bener bro" Imbuh Zidan, membuat Ale memutar bola matanya malas
"Udah kalian pada tidur aja, udah malem juga" Suruh Ale, diangguki semua
"Yaudah Dinda kita tidur bareng Sena dkk ya, kamarnya kan dipake Sisil, biarin aja dia tenang dulu" Saran Oca
"Iya, yuk tidur" Setuju Dinda lalu pergi bersama Sena dkk kekamar mereka
SKIP PAGI HARI
Ale dkk sudah bangun dan mempersiapkan sarapan, setelah semuanya siap, semua bersiap untuk makan
Dimeja makan
"Alvaro mana?" Tanya Alvian yang tidak melihat Alvaro
"Masih sama Sisil dikamar mungkin" Jawab Ale
__ADS_1
Dikamar Sisil
Sisil bangun terlebih dahulu, ia merasa ada yang beban yang berat meninpa perutnya
Ia mencoba menyingkirkan tangan yang melingkar diperutnya dan berputar melihat pemilik tangan tersebut
"Loh Al" Kaget Sisil
Alvaro yang merasa ada pergerakanpun membuka matanya dan melihat wajah Sisil tepat didepan wajahnya
"Al kamu kok tidur disini sih?" Tanya Sisil
"Ketiduran waktu nemenin kamu" Jawab Alvaro santai
"Bangun gih, udah pagi pasti udah pada nungguin" Suruh Sisil
"Iya"
Alvaro dan Sisil bangun dan turun kemeja makan, mereka melihat semua sudah berkumpul untuk sarapan
"Pagi" Sapa balik Alvaro dan Sisil lalu ikut duduk bergabung dengan mereka semua
"Alvaro lu semalem mau jelasin kaga jadi" Ucap Ale pada Alvaro
"Iya Bang, gw semalem mau jelasin malah ketiduran" Jawab Alvaro
"Yaudah jelasin"
Alvaro ingin menjelaskan, tapi sebelum itu ia melirik Sisil meminta persetujuan, Sisil yang melihat Alvaro meliriknyapun menganggukkan kepalanya pertanda setuju
"Kemarin siang, bang Satria nelpon Sisil, laporan kalau Momy Unna dan Bibi Rosa kerestoran, waktu direstoran Momy Unna ketemu tuan Andreaz, dan dia nampar Momy Unna, makannya Sisil kemarin kaya gitu" Jelas Alvaro
"Brengsek, Andreaz berani beraninya dia menampar Momy" Kesal Ale, Oca yang melihat Ale marahpun memegang pundaknya untuk menenangkannya
"Tua bangka sialan, masih berani dia nyakitin Momy hah" Kesal Dinda mengepalkan tangannya erat
"Udah Beb tenang yah, jangan emosi" Ujar Devano berusaha menenangkan Dinda
__ADS_1
"Jadi g sabar gw hancurin perusahaan dia" Tutur Ale geram
"Emang semudah itu yah bang ngehancurin perusahaan no 2 didunia?" Tanya Devano tidak mengerti
(Karna memang Alvaro dkk tidak mengetahui kalau Sisil adalah pemilik perusahaan no 1 didunia)
"Ya gampang lah, kan cuman no 2" Tutur Dinda membuat Alvaro dkk bingung
"Loh kok?" Bingung Aldo
"Yakan yang no 1 punya Sisil" Jawab Ale enteng
"Sekretarisnya aja ada disini" Tambah Ale
"HAH?!" Kaget Alvaro dkk
"Jadi kak Oca Sekretarisnya" Imbuh mereka
"Iya" Jawab Oca tersenyum
Sedangkan Sisil hanya diam, fokus dengan makanannya tak memperdulikan obrolan mereka semua
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ
__ADS_1