
Sisil menghampiri Ale dan yang lain diruang pribadinya
BRAK
Sisil menendang pintu dengan keras, membuat Ale dan yang lain kaget setengah mati
"Kamu ini ya bikin kaget Momy saja" Ucap Momy Unna menjewer telinga Sisil
"Aduh aduh Mom auws sakit lepas Mom" Rintih Sisil kesakitan, Momy Unna pun melepas jewerannya
"Kakak ngapain aja sih lama amat" Gerutu Dinda yang sudah lelah menunggu
Tanpa menjawab Sisil membuka laci dan mengambil topeng yang biasa ia kenakan, tak lupa ia memberikannya pada Ale, Dinda dan Momy Unna, lalu ia pergi dari ruangan pribadinya menuju ruang dimana Andreaz berada
"Ish main tinggal aja tuh bocah, dasar kutub" Gerutu Ale mengekori Sisil
Saat sampai diruang Andreaz berada disana sudah ada Kenan didepan pintu
"Dia sudah ada didalam Queen" Ucap Kenan hormat
Tanpa aba aba Sisil menendang pintu membuat Andreaz kaget dan berteriak
"LEPAS LEPASKAN AKU!" Teriak Andreaz meronta ronta yang diikat menggunakan rantai
"Ssstt Kau diamlah Pak tua" Ucap Sisil menirukan gaya suara anak kecil
"SIAPA KAU!? KENAPA KAU MENGURUNGKU" Bentak Andreaz
"Wou Tuan kau benar benar sudah pikun" Ejek Dinda
"Kau melupakan kami dengan mudahnya" Imbuh Ale
"Siapa? Siapa kalian? Apa kesalahku?" Ronta Andreaz
"Kau ingin tau siapa kami?" Tanya Unna
"Ya" Jawab Andreaz
__ADS_1
Lalu Unna membuka topengnya dihadapan Andreaz diikuti Sisil, Ale dan Dinda, membuat Andreaz kaget
"Hallo" Sapa mereka bertiga
"Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kau mengurungku" Tanya Andreaz
"Kami sebenarnya? Kami anggota Blood Diamond Girl" Jawan Ale percaya diri
"Dan dia (Menunjuk Sisil) adalah Leadernya taklain adalah kakak ku" Ucap Dinda
Andreaz yang mendengar Blood Diamond Girl pun menjadi gemetar dan takut apalagi ia berhadapan langsung dengan leadernya
"Kesalahanmu yang pertama adalah berselingkuh dengan seorang ****** diamana ibuku masih hidup, kedua kau telah mengusir kami dari rumah kami sendiri, dan ketiga kau telah mempercayai seorang ******" Ucap Sisil penuh penekanan
Andreaz hanya diam membisu mendengar penuturan Sisil
"Kenapa kau hanya diam?" Tanya Unna
"Unna kumohon maafkan aku, kembalilah padaku aku akan menjadi suami dan ayah yang baik" Mohon Andreaz
"Apa kau bilang? Suami? Ayah? Hei tuan Suamiku sudah kuanggap tiada" Jawab Unna
"Sudah jangan berdrama lagi mari kita mulai" Ucap Sisil dengan aura yang tajam dan menusuk
"Kau dulu menampar Momyku demi ****** itu bukan?" Ucap Sisil langsung menampar Andreaz dengan keras hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar
"Bagaimana kalau Momy ku saja yang melakukannya" Ucap Sisil karna ia tahu apa yang diinginkan Unna
Sisil mundur dari hadapan Andreaz digantikan Unna yang maju kehadapan Andreaz
"Mau apa kau Unna?" Tanya Andreaz yang takut
"Apa lagi? Menyiksamu, sama seperti kau menyiksaku disaat aku memintamu meninggalkan wanita itu" Ucap Unna
Memang Unna dulu selalu dipukuli oleh Andreaz jika ia meminta Andreaz meninggalkan Aida
Sisil yang mendengar Unna sering disiksapun menjadi semakin marah namun ditahan
__ADS_1
Ale yang melihat Sisil mencoba menahan amarahpun mendekati Sisil
"Tahanlah dulu sebentar" Ucap Ale
"Aku tahu" Jawab Sisil singkat dan dingin
Unna yang sudah didepan Andreaz pun memukuli, menampar dan menendang Andreaz
PLAK
BUGH
PLAK
BUGH
Bunyi pukulan dan tamparan terus beradu
"Unna sakit kumohon hentikan" Pinta Andreaz lemas
"Kau ini lemah sekali, baru begitu saja sudah lemas, apalagi menghadapi putriku yang satu itu" Ucap Unna sambil menunjuk Sisil
Andreaz hanya melan ludahnya kasar, karna ia tahu apa yang akan dilakukan Sisil nanti
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
__ADS_1
AUTHOR SAYANG KALIANππ