SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 5


__ADS_3

Saat Sisil, Oca dan Dinda sedang memasak tiba tiba Alvaro datang dari belakang Sisil dan memeluk pinggang Sisil dari belakang, dengan kepala bersandar pada bahu Sisil.


"Eh, ngapain?" kaget Sisil.


"Nggak, cuman mau lihat," jawab Alvaro "masak apa?" imbuhnya bertanya.


"Kayak biasanya aja," jawab Sisil, fokus pada masakannya.


Oca dan Dinda yang melihat malah menjadi kikuk dan awkward. Dinda yang tak tahanpun mulai membuka suara, mencairkan suasana yang membuat mereka berdua canggung.


"Ohok ohok," Dinda yang pura pura batuk "Kak, kalo mesra mesraan jangan disini napa,"


"Iye lu berdua, bikin gw sama Dinda kikuk tau nggak." Imbuh Oca menimpali.


"Iri lu berdua?" tanya Alvaro dengan nada mengejek, melepaskan pelukannya.


"Kita iri? hahahah IYA." Jawab Oca dan Dinda serentak, membuat Alvaro dan Sisil tertawa.


"Mangkannya lu kalo cari cowok yang romantis," ejek Sisil.


"Eh Baedah, suami gw juga abang lu sendiri, peak," protes Oca.


"Romantis? sendirinya aja nggak ngaca gimana dulu jaman SMA," ucap Dinda mencibir Sisil dengan nada sakrastik.


"Masalalu biarlah masalalu, jangan kau ungkit jangan ingatkan aku." Nyanyi Sisil untuk Dinda.


"Bodo gw kaga denger, kaga mau ikut campur." Ucap Oca melanjutkan masakannya.


"Kamu panggilin yang lain gih, suruh kesini." Pinta Sisil pada Alvaro sembari menata masakannya dimeja makan.


"Siyap Ibu negara." Jawab Alavro lalu pergi keruang tengah memanggil yang lain.


"Lu pada mau makan kaga?" tanya Alavro.


"Lah itu tadi yang gw minta kali, Bang," jawab Sena cepat.


"Udah mateng, buruan keburu gw yang abisin." Ucap Alvaro berjalan lagi keruang makan, diikuti yang lain.


Saat sudah sampai dimeja makan, Kelvin, Karin dan Serena masih berdiri menggendong keponakan nya.

__ADS_1


"Lu bertiga kaga mau makan?" tanya Ale.


"Lah ini ponakan gw ditaro mana?" tanya Kelvin.


"Bi, Bibi." Ucap Sisil memanggil para asisten rumah tangganya.


"Iya, Nyonya."


"Ini Bi, tolong jagain baby ya." Suruh Sisil.


"Iya, Nyah." Ucap mereka langsung mengambil alih baby. Kelvin, Karin dan Serena langsung duduk dikursi meja makan.


"Ma, suapin Iel ya." Pinta Gabriel pada Sisil


"Iya, sini." Ucap Sisil menyuapi Gabriel.


Saat sudah selesai makan malam, tiba tiba ada orang yang memencet bel mansion Sisil yang langsung dibukakan oleh Bibi.


"Selamat malam, kami mengantarkan pesanan atas nama Kelvin Sifanya Faraqueen." Ucap kurir ramah.


"Eh, iya sebentar saya panggilkan, den Kelvinnya." Ucap Bibi langsung pergi memanggil Kelvin diruang tengah.


"Ah ini Tuan, ada kurir katanya nganterin pesanannya, Den Kelvin." Jawab Bibi.


"Saya Bi? perasaan gw kaga mesen apa apa dah." Ucap Kelvin bingung.


"Udah buruan kita lihat aja keluar." Ajak Karin.


Sedangkan Gabriel sedari tadi sudah senyum senyum tidak jelas.


Saat sudah didepan pintu, Kelvin langsung menanyakan apa yang ia pesan.


"Mas, memang saya pesan apa?" tanya Kelvin.


"Ini, Tuan Kelvin, memesan freezer ice cream showcase, beserta isinya dengan full ice cream." Jawab sang kurir.


Sontak semuanya langsung menoleh kearah Gabriel yang sudah tersenyum lebar.


"Kmauuuuu yaaaaa." Ucap Alvaro menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya ini.

__ADS_1


"Lu ya bocil, maksud gw lu pesen tuh beberapa ice crem gitu, lah ini lu pesen sama freezer freezernya juga, kaga sekalian lu beli tuh pabrik ice cream." Ucap Kelvin yang tak habis pikir.


"Ya kan tadi persyaratannya apa? kan terserah gw mau seberapa banyak wlek." Ejek Gabriel.


"Udah Mas, masukin aja." Suruh Sisil.


Kurir langsung menurunkan freezer dari mobil dan menaruhnya kedalam mansion.


"Ini tanda terimanya, kalau begitu saya permisi." Pamit Kurir.


Jadilah semuanya memakan ice cream bersama sama, saat dirasa sudah hampir larut, Sena dkk pamit untuk pulang kemansion Momy Unna.


"Kak, kita balik dulu, ntar kemaleman." Pamit Serena.


"Hmmm iya, udah sono lu balik, ntar Momy khawatir." Jawab Sisil.


"Kita juga balik ya Kak, kasian juga nih Baby udah ngantuk." Ucao Dinda


"Iya udah sono lu semua pada balik." Usir Alvaro.


"Iye iye."


"Lu Gabriel, jangan ngadi ngadi lagi lu," pesan Kelvin sebelum pergi


"Kaga janji." Jawab Gabriel menjilat ice cramnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~

__ADS_1


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2