
Saat Alvaro dan Sisil pergi.
Kelvin dan Serena tiba tiba masuk kedalam kamar Karin.
"Kalian ngapain?" tanya Karin.
"Kita mau ngomong." Jawab Serena.
"Ngomong aja, kenapa?" tanya Karin mempersilahkan Serena berbicara.
Serena langsung mendekatkan wajahnya kewajah Karin hingga hnya berjarak beberapa senti saja, Karin yang bingung dengan perlakuan Serena hanya melihatnya dan terus memundurkan kepalanya.
Serena terus saja menatap wajah Karin khususnya mata Karin, ia terus menatapnya mencari jawaban yang ia inginkan.
"Ok gw tau." Ucap Serena yang sudah puas menatap wajah Karin.
"Gimana ketemu?" tanya Kelvin.
"Ketemu." Jawab Serena.
"Gimana apa jawabannya?"
"Ini sih 100 persen iya." Jawab Serena yakin akan analisanya.
"Kalian kenapa sih?" tanya Karin bingung. "Dateng dateng main masuk aja, terus lu Serena main tatap tatap muka gw, emang gw cewek apaan." Ujar Karin geli.
"Dek, lu suka kan sama Sena?" tanya Kelvin to the point. Karin yang mendengar pertanyaan Kelvin sang kakak langsung diam dan mulai salah tingkah sendiri.
__ADS_1
Kelvin dan Serena yang melihat Karin mulai salah tingkah langsung bertatapan dan tersenyum, lalu Serena mengkode Kelvin, Kelvin yang mengerti langsung pergi keluar dari kamar Karin menuju kamar Sena.
Dikamar Sena, Kelvin langsung menyeret Sena dari kamarnya menuju kamar Karin.
"Vin, lu apaan sih!" kesal Sena yang tiba tiba diseret paksa oleh Kelvin.
"Lu diem." Ucap Kelvin tetap menyeret Sena.
"Iya, lu kenapa dah, main seret seret aja." Ucap Sena tetap kesal.
"Lu bisa diem kaga sih, disuruh diem bacod mulu, kaya emak emak arisan lu." Kesal Kelvin.
Saat sudah sampai didepan kamar Karin, Kelvin langsung memasukkan paksa Sena.
"Ini nih udah." Ucap Kelvin pada Serena.
"Bang, lu suka kan sama Karin?" tanya Serena langsung tanpa basa basi.
"Ee e lu lu apaan sih, tanya gituan." Jawab Sena gugup.
"Lu gugup berarti iya." Ucap Serena mengambil kesimpulan.
"Lu jujur aja Sen, dari pada Karin diambil yang lain, gw sebagai Abang yang baik, ngedukung apa yang adek gw suka, tapi kalau dia tersakiti gw yang bakal maju paling depan." Ucap Kelvin seperti orang waras.
"Dan lu Rin, kalau lu suka bilang aja suka, jangan lu pendem, ntar perasaan lu nggak kebales, gw sebagai calon ipar yang baik, gw mau lu juga dapetin orang yang baik, ya kaya Abang gw yang nggak gantle man ini." Tutur Serena yang ber ending mencibir Sena.
Sena yang mendengar perkataan Serena yang menilainya sama sekali tidak gantle man, langsung memutar otak dan memutuskan sesuatu dalam hatinya.
__ADS_1
"Lu kalo ada keraguan dihati lu, singkirin aja semuanya, tentang lu sama kita bersaudara lah, ini lah itu lah, singkirin Bro, kita ini saudara tapi bukan sedarah, lu kalau mau jadi saudara gw beneran nikahin adek gw." Tutur Kelvin tanpa adanya keraguan terhadap Sena.
"Ok gw suka sama lu Rin, gw mau nikahin lu, lu mau nggak?" Ucap Sena langsung mengambil keputusan.
Karin yang mendengar langsung mengangguk meng iya kan.
Kelvin dan Serena yang melihat juga langsung tersenyum senang.
"Yes kita berhasil." Ucap Serena senang, ber tos ria dengan Kelvin sang calon suami.
"Nah gitu dong, kalo gini kan kita juga bahagia." Ucap Kelvin.
"Bisa aja lu, Bang." Ucap Karin malu.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
__ADS_1
AUTHOR SAYANG KALIANππ