SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
26


__ADS_3

Di Posisi Alvaro dkk


Ale dan Dinda datang menghampiri Alvaro dkk, tapi mereka tidak melihat Sisil


"Bang Sisil kemana?" Tanya Disa


"Tadi dia masuk ke 1 ruangan, tapi kita nggak dibolehin ikut" Jawab Ale


Lalu Kenan datang


"Kalian semua menginap saja disini, mungkin Queen akan lama, lagian ini sudah larut, dan besok juga kalian libur" Ucap Kenan


"Iya kita nginep aja" Ucap Ale diangguki Alvaro dn yng lain


"Nanti kamar kalian dilantai 4" Ucap Kenan


"Bang Ken kak Sisil ngapain sih didalem lama amat" Tanya Dinda kepo


"Kalian akan tahu" Ucap Kenan lalu pergi


DI POSISI SISIL


Sisil memasuki ruangan gelap itu, disana ada seorang wanita paruh baya yang diikat diatas kursi


Wanita itu tidur dengan posisi diikat diatas kursi


"Bang Sat ambilin air panas" Suruh Sisil


Satria pun mengambil air panas lalu memberikannya pada Sisil


Sisil menyiramkan air iku ketubuh wanita itu


"AKH... PANAS PANAS" Jerit wanita itu


"Bagaimana sudah bangun" Tanya Sisil


"Si si siapa kau?" Tanya wanita itu takut setengah mati


"Aku siapa?" Ucap sisil lalu membuka topeng yang dikenakannya


"Ka... kau" Gugup wanita itu


"Ya ini aku nyona Aida Alexander" Ucap Sisil tersenyum simrik


"Mau apa kau dasar anak ja1ang?" Tanya Aida


"Mengapa kau masuk dikehidupan ibuku? dan kenapa kau ingin meracuni tuan Andreaz Alexander?" tanya Sisil

__ADS_1


"heh dasar bocah, kau menyekapku hanya untuk mengatakan itu, sampai kapanpun aku tidak akan mengatakannya" Ucap Aida percaya diri


Lalu Sisil mengambil cambuk dan mencambuk Aida sebanyak 15 kali


"Masih tidak mau ngetakannya" Ucap Sisil dingin disertai aura membunuh


"Ti ti tidak aku tidak akan pernah mengatakannya" Ucap Aida lemas


Sisil pun mencekram dagu Aida


"Cepat atau lambat kau akan mengatakannya" Ucap Sisil lalu melepaskan dagu Aida dan keluar dari ruangan itu


Sebelum itu Sisil berpesan pada Satria


"Bang urus dia, jangan sampai mati" lalu pergi meninggalkan Satria


Saat keluar dari ruangan itu fikiran Sisil sangat kacau memikirkan cara untuk menghukum Andreaz


Sisil pun keluar dari markas menuju club ditengah malam, Vian tangan kanan Sisil yang melihat Sisil pergipun mengikutinya dari belakang


Ia takut jika terjadi sesuatu pada Queenya


Sampai di club Sisil meminum alkohol sangat banyak hingga ia mabuk, saat hendak pergi dari club iu hari mulai menjelang pagi


Sisil pun segera pergi dari club, tapi kepalanya sangat pusing dan berat


Vian dari kejauhan yang melihat Sisil mabukpun membawanya pulang ke markas


Vian pulang dengan membawa Sisil sudah pagi


Vian menggendong Sisil, saat melewati ruang tamu ia melihat saudara dan temab teman Sisil tengah mengobrol


Sontak mereka semua kaget karna Sisil tak sadarkan diri


"Vian Sisil kenapa?" Tanya Ale


"Bang Kakak kenapa?" Tanya Dinda menangis, Devano yang melihat Dinda menangis pun menenangkannya


"Sisil kenapa bang?" Tanya Nindi


"Kenapa dia?" Tanya Alvaro khawatir


"Kalian ini bisa satu satu tidak, barat ini tuh" Keluh Vian


"Udah sini" Ucap Ale lalu membawa Sisil ke kamar dan menidurkannya, setelah itu dia kembali keruang tamu


"Gue tadi malem liat dia keluar dari ruang penyiksaan hendak pergi, gw takut kalu dia kenapa napa, jadi gw ikutin aja" Ucap Vian menjelaskan

__ADS_1


"Terus? Kok dia bisa gak sadar?" Tanya Alvaro khawatir


"Dia ke Club, diclub itu dia minum banyak banget, terus waktu mau pulang dia nggak kuat jalan, yaudah gw bawa pulang aja" Jelas Vian


"Tapi nggak biasanya kak Sisil kayak gitu" Ucap Dinda menghapus air matanya


"Mungkin ada hal yang mengganggu pikirannya" Ucap Vian


"Udah gw mau kekamar" Sambung Vian lalu pergi


"Bang apa ini ada hubungannya sama orang yang ada di ruangan itu?" Bisik Dinda pada Ale


"Mungkin saja" Balas Ale berbisik


"Bisikin apa sih kalian ini" Ucap Vera


"Enggak kok" Ucap Dinda


"Yaudah kita sarapan aja, sambil nunggu Sisil bangun" Ucap Nindi


Dinda dan Devano pergi keruang makan dengan bergandengan tangan


Tak berbeda jauh dengan Disa dan Aldo


"Elah mau makan aja gandengan tangan" Cibir Nindi


"Eh neng Nindi juga mau digandeng ya, sini sini abang Zidan gandeng" Ucap Zidan jijay


"Eneng Vera juga kalau mau digandeng abang Alvian gandeng sini" Ucap Alvian


"NAJIS!" Ucap Nindi dan Vera kompak lalu pergi ke meja makan


Zidan dan Alvian pun cemberut


"Pffft kasian, sini sini eneng abang gandeng HAHAHAHA" Ejek Ale lalu lari kemeja makan


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰

__ADS_1


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2