
"Udah malem nih, masuk kevila aja, udah pada masuk juga." Saran Kelvin.
"Iya, udah malem." Ucap Serena menyetujui.
"Gw duluan yah, by." Pamit Gabriel masuk terlebih dahulu menyusul Mama dan Papanya masuk kedalam vila.
"Lu berdua juga duluan aja, gw masih mau disini." Ucap Sena.
"Gw juga deh." Ucap Karin.
"Yaudah kita duluan." Ucap Kelvin langsung berdiri "Ayok, Ren." Ajak Kelvin mengulurkan tangannya untuk membantu Serena berdiri yang langsung digapai oleh Serena. Kelvin dan Serena langsung masuk kedalam vila dengan bergandengan tangan.
"Gw kekamar dulu ya, lu hati hati." Ucap Kelvin.
"Ih apaan sih Vin, kamarnya juga sebelahan, yakaleng." Ucap Serena tak habis pikir.
"Jaga jaga aja, ntar lu diambil demit, gw yang ambyar." Ucap Kelvin, dengan nada memelas.
"Udah ah gw masuk, by Vin." Pamit Serena lalu membuka pintu kamarnya.
"Ren." Ucap Kelvin menahan tangan Serena.
"Iya, kenapa lagi?" tanya Serena. Kelvin langsung mendekat dan berbisik ketelinga Serena.
"Have a nice dream, jangan lupa mimpiin gw." Bisiknya ketelinga Serena lalu tersenyum memandang Serena yang sudah memerah tomat.
__ADS_1
"Kelvin ish." Ucap Serena malu, memukul dada Kelvin agar menjauh, ia langsung berbalik dan masuk kedalam kamarnya. Kelvin yang melihat Serena malu langsung tertawa.
"Hahah punya mau juga, biasanya aja malu maluin." Gumamnya tersenyum menggelengkan kepalanya lalu masuk kedalam kamarnya.
"Rin." Panggil Sena pada Karin yang masih duduk disebelahnya ditepi pantai.
"Iya Sen, kenapa?" tanya Karin menoleh pada Sena.
"Ge mau lu cerita masalah yang lu khawatirin kemarin sama Kelvin setelah pulang balapan, kemarin lu mau cerita tapi nggak jadi." Ucap Sena.
Karin langsung mengalihkan pandangannya memandang hamparan air laut, dengan menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.
Sena yeng melihat Karin seperti susah untul bercerita langsung meraih bahu Karin agar menatapnya kemuadian menggenggam tangan Karin.
"Jangan ragu, gw bakal bantu sekuat tenaga gw karna gw..." Ucapnya tak lagi meneruskan kalimatnya.
"Terus?"
"Mereka mulai mencari kita, untuk mengalihkan harta orang tua kami, karna harta orang tua kami berada ditangan kami." Lanjutnya lagi.
"Berarti kalian dalam bahaya." Ucap Sena.
"Maka dari itu, kita takut, kak Sisil udah cari informasi tentang mereka, untuk beberapa waktu kita akan dijaga ketat, meskipun kita berdua jago bela diri, tapi kita juga takut." Ucap Karin.
"Hust jangan takut, gw pasti jagain lu, karna gw sayang sama lu." Ucap Sena terus terang, Karin langsung menatap dalam mata Sena.
__ADS_1
"Lu sadar yang lu ucapin?" tanya Karin.
"Sadar 100 persen, lu kan udah gw anggep sebagai adek gw, jadi sebagai kakak yang baik dan budiman gw harus bisa jagain lu, bukan hanya Serena aja." Jelas Sena.
"Oh gitu." Ucap Karin lesu.
"Kenapa?" tanya Sena.
"Oh nggak kok, nggak papa, gw kekamar dulu, udah malem udah mulai dingin juga, lu jangan lupa masuk, ntar lu sakit." Pamit Karin berdiri langsung berjalan masuk meninggalkan Sena sendiri.
"Gw tahu Rin, tapi gw nggak tahu ini bener atau salah, kalau salah gw bakal mundur, kalau bener gw bakal cari waktu yang tepat." Batinnya memandang punggung Karin yang perlahan menghilang.
Tak benerapa lama, Sena langsung memutuskan untuk masuk kedalam.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
__ADS_1
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ