
Saat yang ditunggu tunggu Serena telah tiba. Para siswa dan siswi dikelas langsung mengeluarkan buku pelajaran mereka dari tas.
"Dateng juga nih guru, mulai aja kali yah dramanya." Ucap Serena dalam hati.
"Pak Bo, dari mana aja? orang jam masuk pelajaran udah dari tadi ini baru masuk, minta potong gaji, Pak? saya aduin ke kepala sekolah lhoh, Pak." Ancam Serena.
"Ada apa dengan kamu, biasanya kalau Bapak tidak hadir juga kamu tidak perduli." Ucap Pak Botak dingin nan datar, sudah menunjukkan kekilerannya.
"Elah Pak Pak, muridnya mau rajin salah, males juga salah, Bapak ini minta dibungkus diparcelin tak kirim ke amazon atau gimana." Ucap Serena mendramatisir. Yang membuat seisi kelas tertawa terbahak bahak.
"Bukan Adek gw." Batin Sena melirik Serena.
"Sudah sudah kita mulai pelajarannya, hari ini kita bahas limit tak hingga." Ucap Pak Botak mengambil spidol dan mulai menulis, saat ia membuka, spidol yang dipegang langung mengeluarkan tinta hingga mengenai kemeja putih yang dikenakan.
Semua siswa siswi dikelas mulai merasa cemas dan khawatir, namun disisi lain mereka juga ingin ngakak sekencang kencangnya, namun mereka semua berusaha untuk menahannya.
"Siapa yang tadi pagi mengisi sepidol?" tanya Pak Botak mulai marah, karna kemeja yang mulanya putih bersih kini menjadi kotor penuh bercak spidol.
"Saya, Pak." Jawab Serena mengacungkan tangannya tinggi tinggi.
"Kenapa spidolnya bisa seperti ini?" tanya Pak Bo, menahan amarahnya.
__ADS_1
"Ya maap Pak, saya kan baru pertama kali ngisi sepidol, jadi saya nggak tahu takerannya seberapa banyak, ya saya isi aja sampai penuh, salahin aja tuh spidol, kenapa kaga ada tulisan buat isi seberapa banyak." Ucap Serena dengan wajah yang dibuat sepolos mungkin.
Pak Botak yang tidak ingin berdebat dengan Serena langsung menyuruh siswa mengerjakan tugas.
"Kalian semua buka halaman 105, kerjakan dalam waktu 10 menit." Suruh Pak Botak.
"Pak, Bapak kaga ada akhlak emang, ini soal 20 gimana caranya bisa ngerjain soal dalam waktu 10 menit, kita ini punya otak yang ccnya pas pasan Pak, kita juga buka Albert Einstein." Protes Sena.
"Tidak usah banyak protes, sekarang kerjakan, waktu dimulai dari sekarang." Ucap Pak Botak, sembari melihat jam yang melingkar ditangannya.
Murid murid yang lain foskus mengerjakan soal dengan sungguh sungguh, berbeda dengan Sena dkk, merek malah santuy melihat Pak Botak yang hendak duduk dikursi guru yang sudah didesign khusus untuk Pak Botak killer satu ini.
"Hahahahahha, Pak Botak lucu sekali." Tawa Siswa siswi dipenjuru kelas.
"Diam! ulah siapa ini?!" tanyanya dengan emosi memuncak. Sontak semuanya langsung diam seribu bahasa mendengar bentakan yang keluar dari Pak Botak.
"Kita!" Jawab Sena dan Serena mengacungkan tangannya.
"Kalian ikut saya keruang BK, saya pastikan kalian berdua mendapat hukuman."
"Kita ikut." Ucap Kelvin dan Karin langsung berdiri.
__ADS_1
"Sekarang kalian berempat ikut saya." Titahnya berjalan keluar diikuti Sena dkk, tapi sebelum itu Serena mengacungkan jempolnya didepan kelas dan tersenyum manis.
"Lu semua, ambil coklat dilaci gw." Ucap Serena lalu pergi keluar.
"Kita lihat bagaimana Pak botak beraksi." Batin Serena berjalan dibelakang Pak botak yang sudah menenteng sepatunya, karna basah dan bau anyir got, dengan permen karet yang masih menempel dicelananya.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ
__ADS_1