
Serena langsung kembali kedapur langsung mengambil air minum dan meminumnya dengan cepat, untuk menetralkan degup jantung dan perasaannya juga nafasnya yang bengek. Sisil dkk berada didapur melihat Serena minum dengan cepat bingung dan bertanya.
"Kenapa lu?" Tanya Dinda.
"Kesurupan ya lu?" Ucap Oca menduga duga.
"Lihat apaan lu dikamar?" Imbuh Sisil membuat Serena langsung terbelalak.
"******." Gumamnya pelan. "Em itu anu anu tadi dikamar ada tikus gede banget, takut gw, jadi lari aja." Jawab Serena berbohong.
"Oh yaudah, nih adukin sayurnya." Suruh Oca, Serena langsung menuruti Oca.
Sedangkan dikamar Sena, Karin masih terus berusaha membangunkan Sena yang sangat sangat kebo sekali.
"Wah gila sih, nih anak tidur udah kayak orang meninggal, kalo gini caranya gw yang bangunin yang mo meninggal, pantesan aja Momy kalo ngebangunin pakek nama kak Sisil." Ucapnya memandang Sena yang masih terlelap dan menjelajahi alam mimpinya.
"SENA BANGUN KAGA LU!" Kesal Karin berteriak membangunkan Sena.
Kelvin dari kamar mandi mendengar suara sang adik yang menggelegar membangunkan Sena.
"Wah gila sih, itu nenek lampir ngebangunin genderuwo tidur, ya susah." Ucapnya tak bercermin terlebih dahulu.
Karin yang sudah kehabisan akal langsung mendekat ketelinga Sena dan mulai berbisik.
"Sena, lu kaga bangun sekarang, kak Sisil yang bakal bangunin lu sekarang pakek cambuk beracun nya." Bisik Karin ditelinga Sena membuat Sena langsung membuka matanya.
__ADS_1
Ia langsung memandang wajah Karin yang hanya berjarak beberapa sentimeter.
"Cantik." Ucapnya tanpa sadar, lalu ia mendekatkan bibirnya meraih bibir Karin, mengecupnya sekilas lalu bangun dari tempat tidurnya pergi kekamar mandi.
Karin yang mendapat perlakuan mendadak seperti itu langsung terdiam mematung melihat Sena yang masuk kedalam kamar mandi dengan memegangi bibirnya yang dikecup oleh Sena.
"Tadi apa?" Bingung Karin melongo langsung pergi kedapur, didapur ia melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Serena tadi, yaitu meminum air banyak banyak dengan cepat kilat seperti orang kesetanan.
Sisil, Oca, Dinda dan Serena yang melihat Karin langsung melongo.
"Lu kenapa dah? tadi si Serena sekarang elu, bingung gw sama lu berdua, pagi pagi udah bikin orang muterin otak." Ucap Dinda.
Karin langsung menatap Serena juga Serena yang membalas tatapan Karin.
"Emm itu Kak, tadi dikamar ya ada kecoa banyak banget, geli banget gw, langsung lari aja gw." Ucap Karin membuat alasan.
"**** amat si lu, mana ada kecoa beranak tikus, yang ada tikus beranak kecoa." Ucap Oca.
"Sama sama ****." Ucap Sisil. "Lu berdua sana tata meja makan." Lanjutnya menyuruh Serena dan Karin.
"Ok ok."
Saat Serena dan Karin menata meja makan.
"Lu tadi kanapa?" Tanya Karin pada Serena
__ADS_1
"Lha elu juga kenapa?" Tanya balik Serena. "Dateng dateng kek orang kesurupan." Imbuhnya.
"Oh itu tadi dikamar ada kecoa." Ucap Karin berbohong. "Kalo lu?" Lanjutnya bertanya lada Serena.
"Oh itu tadi dikamar gw ada tikus gede banget, mana dikolong lemari lagi." Jawab Serena tak kalah berbohong.
"Wah kita harus minta mamang bersihin semua kamar nih." Ucap Serena dan Karin kompak.
"Untung aja." Batin Karin
"Hampir aja ketahuan, awas aja lu Kelvin." Batin Serena.
πππππππππππππππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
__ADS_1
AUTHOR SAYANG KALIANππ