
Pagi harinya semuanya langsung menuju ketepi pantai untuk membasahi kaki mereka dengan guyuran dan cipratan air garam.
"Enak juga liburan." Celetuk Sena.
"Iya, mana ini rame rame, jadi makin seru." Imbuh Karin menimpali ucapan Sena. Yang dibalas senyuman oleh Sena, Karin yang melihat Sena tersenyum kepadanya menjadi salah tingkah sendiri.
"Aduh itu kenapa senyumnya gitu sih...." Ucapnya dalam hati, masih memandangi wajah tampan Sena.
"Kenapa lu?" tanya Sena, yang melihat Karin bertingkah aneh.
"Eh... em em anu anu, nggak papa." Jawab Karin gagap karena ketahuan salah tingkah sendiri, yang juga membuat dirinya sekarang lebih salh tingkah.
"Nih anak kenapa sih, kaga biasa biasanya, atu jangan jangan...." Ucap Sena dalam hati sembari tersenyum dan meluruskan pandangannya menatap hamparan air yang sangat luas.
"Ma, Pa, Iel mau kesana dulu ya." Tunjuk Gabriel pada batu besar.
"Ngapain?" tanya Alvaro.
"Foto lah, ntar dipamerin ketemen temen." Jawab Gabriel dengan gaya sombong manjanya, lalu berjalan pergi kearah batu besar yang ia tunjuk tadi.
"Ada ada tuh bocah, narsisnya kaga ketulungan." Gumam Sisil.
"Siapa dulu Papah nya." Sombong Alvaro.
"Pede amat lu." Cibir Sisil.
"Kak, kita ketepi dulu yuk, nih kasihan anak anak, kakinya udah mulai kisut, Momy sama Bibi juga udah nyantai nyantai tuh." Ucap Dinda.
"Iya juga, gw ikut dah." Ucap Sisil mulai menggendong Babynya menuju tepi diikuti Oca dan Dinda.
"Kita ngapain?" tanya Devano polos.
"Tau juga gw." Jawab Ale. "Lu mau ngapain, Al?" lanjutnya bertanya pada Alvaro.
__ADS_1
Tak menjawab Alvaro langsung berdiri dan menghampiri Sisil dkk yang sedang bermain dengan anak anak mereka.
"Ah elah, tuh bocah ditanya kaga jawab main pergi pergi aja." Kesal Ale.
"Udah napa, ikutin aja." Ucap Devano langsung berdiri dan menghampiri Alvaro dan yang lain yang juga langsung diikuti Ale.
"Tinggal kita berempat nih, pada sibuk sama Baby." Ucap Serena pada Sena, Kelvin dan Karin.
"Iya, kita mau ngapain?" tanya Karin. "Noh noh lihat noh, si Gabriel udah kayak anak anak jaman now, kanan jepret kiri jepret depan belakang jepret." Imbuhnya menunjuk Gabriel yang sedang berselfi ria diatas batu.
"WOY JANGAN NGOMONGIN GW LU PADA." Teriak Gabriel dari kejauhan. Karna ia tahu para kakak atau om dan tantenya ini sedang membicarakan dirinya.
"Lah dia denger." Gumam Karin.
"KAGA CIL BOCIL." Balas Karin juga berteriak.
"Gimana kalo kita main sepeda aja, balapan gitu, ntar yang kalah dapet hukuman." Usul Sena.
"Boleh juga tuh, tapi sepedanya cuman ada 2 punya si Mamang." Ucap Karin.
"Elah sa ae lu." Ucap Serena menyenggol tangan Kelvin dengan sikunya.
"Hukumannya apaan?" tanya Serena meletakkan jari telunjuknya diatas dagu.
"Gw ada edi." Ucap Kelvin.
"IDE OGEB." Serentak Sena, Serena dan Karin.
"Iya tau." Balas Kelvin. "Gimana kalo yang kalah manjat pohon kelapa, ngambil kelapa muda ntar dimunum bareng bareng, terus juga harus ngupasin, gimana?" Imbuhnya.
Sontak semuanya langsung berfikir dan..
"OK SETUJU SIAPA TAKUT." Kompak mereka menyetujui usulan Kelvin, langsung berdiri menghampiri 2 sepeda yang terparkir disamping paseban.
__ADS_1
Gabriel yang diatas batu melihat Sena dkk mengambil sepeda, jiwa keponya langsung meronta ronta ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Sena dkk sebenarnya.
"MAU NGAPAIN?" Tanya Gabriel berteriak.
"Kaga usah teriak juga kuta denger." Ucap Serena. "Mau balapan sepeda." Lanjutnya menjawab Gabriel.
"Oh denger toh, kirain budeg." Ucap Gabriel tanpa dosa.
"Lu ya bocil." Kesal Sena.
"Udah biarin aja, ntar kena kurma." Ucap Karin.
"Manis dong gw." Ucap Gabriel dengan percaya diri.
"IYAIN." Kompak Sena dkk.
"Ikutan boleh kaga nih?" tanya Gabriel.
"Boleh dong Cil, lu jadi wasitnya ntar yang kalah bisa ngambilin kelapa muda." Ucap Kelvin menyetujui.
"Okok." Ucap Gariel langsung turun dengan semangatnya menghampiri Sena dkk.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
__ADS_1
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ