
Pagi hari Oca terbangun terlebih dahulu
Ia merasakan nyeri pada area sensitifnya
"Akh" rintih Oca
Ale yang mendengar suara Oca langsung bangun dari tidurnya
"Kenapa?" tanya Ale yang melihat Oca kesakitan
"Sakitπ’π’" keluh Oca
"Hahaπ kan baru pertama Sayang, kalau udah terbiasa pasti nggak sakit lagi" ucap Ale
"Hah terbiasa, ini aja sakit masa mau diulang lagi" batin Oca meronta
"Nggak, nggak mau" tolak Oca
"Ish, sekarang kamu mau apa?" tanya Ale
"Mau mandi" jawab Oca
Ale langsung saja menggendong Oca dan meletakkannya di bathub lalu menyalakan air
"Mandi bareng" tawar Ale
"Nggak, nggak mau, kamu keluar" tolak Oca cepat
"Ish iya iya, nanti kalo udah panggil aku" suruh Ale lalu pergi meninggalkan Oca dikamar mandi
"Aku mandi aja deh dikamar sebelah" gumam Ale lalu pergi kekamar sebelah untuk mandi
Setelah Ale mandi ia kembali lagi ke kamarnya, namun Oca belum juga selesai mandi
Ale menunggunya didepan laptoop, memeriksa berkas berkas kantornya, tak lama Oca memanggil Ale
"Ale" panggil Oca dari kamar mandi
Ale langsung kekamar mandi dan membawa Oca keluar, ia mendudukkan Oca didepan meja rias lalu mengeringkan rambut Oca
__ADS_1
"Kamu nggak ngantor?" tanya Oca
"Nggak, aku mau dirumah aja sama kamu," jawab Ale "Kamu mau makan?" lanjutnya
"Iya, aku laper banget"
"Yaudah aku suruh bibi aja ya buat masakin" saran Ale
"Iya"
Lalu Ale pergi turun kedapur
"Bi, tolong buatin sarapan ya" suruh Ale pada Bibi
"Iya, Tuan"
Setelah mengatakan itu Ale kembali lagi kekamar
"Sayang, besok pernikahan Sisil kan, nanti malem kita kerumah ya, bantu persiapannya" pinta Oca
"Iya, nanti malem kita kesana, aku mau kasih hadiah deh sama mereka, tapi apa ya?" tanya Ale
"Kamu nggak usah kasih hadiah buat mereka, cukup kita datang saja, Sisil pasti sudah bahagia" ucap Oca
"Yaudah gimana kalau kalung berlian aja" saran Oca
"Aku pengennya beliin mansion sebelah kita" ucapnya
"Orang itu mansion udah dibeli sama Sisil, sebelahnya juga" jelas Oca
"Kok kamu tahu?" tanya Ale
"Iyalah aku tau apa yang dilakukan Sisil, karna aku ini sekretaris sekaligus asistennya, paling juga itu mansion akan ditempati mereka, sebelahnya lagi mungkin akan diberikan pada Dinda" jelas Oca
"Oh berarti kita nanti tetenggaan dong, yaudah kalau gitu aku beli kalung berlian aja, kamu bantu pilihin" ucapnya lalu mengambil Hp
"Yang ini aja, bagus, simpel, Sisil kan suka yang simpel simpel" tutur Oca
__ADS_1
Bibi mengetuk pintu, memanggil Ale dan Oca
"Tuan, Nyonya, makanan sudah siap" ucapnya
"Iya Bi, kita keluar" ucap Oca dari dalam kamar
Ale dan Oca lalu pergi kemeja makan untuk sarapan
Malam hari
Ale dan Oca datang kehotel xxx tempat dimana besok akan diadakan pernikahan Alvaro dan Sisil
"Bang, lu udah dateng, gimana semalem" goda Alvaro yang didengar Oca
Oca pun langsung malu dan membuang mukanya kearah lain
"Diem lu, coba aja sendiri besok," ucap Ale "Udah belum nih persiapannya" tambahnya
"Lu nggak liat Bang, udah kelar semua" jelas Alvaro
"Yaudah kalo gitu, kamar gw nomer berapa?" tanya Ale
"Pilih aja sendiri" ucap Alvaro
Tanpa menjawab Ale langsung pergi menggandeng Oca dan meninggalkan Alvaro diaula
"Lah gw ditinggal sendiri, untung Abang ipar, huh" gumam Alvaro lalu pergi
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
__ADS_1
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ