SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~18


__ADS_3

Sisil duduk dikursi depan Kelvin dan Karin, dengan menyilangkan tangannya didada. Hingga membuat Kelvin dan Karin bingung juga ketakutan.


"Katakan apa yang kalian sembunyikan." Ucap Sisil dengan nada yang begitu datar dan dingin.


"A...apa?" tanya Kelvin takut.


"Kami tidak menyembunyikan apapun dari, Kakak." Ucap Karin mencoba tidak menunjukkan bahwa ia sedang berbohong. Namun mata elang Sisil tidak bisa dibohongi, ia dapat melihat kebohongan dari manik nata Karin juga caranya menjawab pertanyaan yang ia ajukan.


"Hmmmmm, kalian tidak mau mengatakannya ya." Ucap Sisil menyunggingkan senyum penuh misteri yang dapat dilihat oleh Karin dan Kelvin hingga membuat mereka tambah ketakutan.


"Kak..." Ucap Karin.


"Katakan atau aku yang akan mencari tahu semuanya, dan mengetahuinya bukan dari kalian, maka lihat saja akibatnya." Ucap Sisil penuh penekanan.


"I...iya." Gugup Karin, ia langsung memandang Kelvin dan mendapat kode seperti berkata 'aku saja'.


"Begini Kak, dua hari lalu kami menolong dua orang yang ditodong oleh preman." Ucap Kelvin.


"Ya, teruskan." Suruh Sisil.


"Tapi saat kami melihat siapa mereka, ternyaata mereka adalah orang yang kita kenal dulu, Kak." Lanjutnya.


"Siapa?" tanya Sisil.


"Me...mereka om dan tante kami, yang sudah membuang kita kepanti asuhan." Ucap Karin disertai air mata yang mengalir dipipinya. Sisil langsung mendekat dan memeluk erat Karin.


"Hiks hiks Karin takut, Kak, mereka sangat jahat." Tangisnya memeluk Sisil.


"Kami takut jika mereka ingin melukai kita, Kak." Ucap Kelvin menunduk menahan air matanya, mengingat masalalunya, dimana mereka diperlakukan dengan sangat buruk setelah orang tua mereka meninggal dunia.


"Hei, tenanglah, kalian ada bersama ku, tidak ada yang bisa menyakiti kalian." Ucap Sisil mengelus punggung Karin yang berada dipelukannya.


"Tapi kemungkinan mereka akan memanfaatkan kalian, karna harta kedua orang tua kalian masih ada ditangan kalian, mereka akan melakukan apapun untuk mengambil alih harta orang tua kalian." Imbuh Sisil.


"Tapi Kak, bukankah mereka sudah menguasainya." Ucap Kelvin.


"Mereka hanya memilikinya untuk sementara, setelah kalian dewasa maka pengacara orang tua kalian yang memegang surat wasiat akan menyerahkan pada kalian, jika ia bisa melakukannya." Jelas Sisil.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan kita, Kak?" tanya Karin melepas pelukan Sisil, dan menatap Sisil dengan penuh harap.


"Kakak akan memperketat pengawasan untuk kalian, karna mereka akan mengambil kembali kalian dan memanfaatkan kalian berdua." Jawab Sisil. "Kalian tidak perlu takut, Kakak, Abang, Sena, Serena dan yang lain pasti akan melindungi kalian." Imbuhnya mencoba menyingkirkan ketakutan yang ada didalam hati Kelvin dan Karin.


"Aku yakin, mereka sudah merancanakan sesuatu." Batin Sisil.


"Sudah ayo kita turun, temui yang lain, pasti Dinda dan Kak Oca sudah datang." Ajak Sisil tersenyum kearah Kelvin dan Karin.


"Baik."


Mereka bertiga langsung turun bergabung dengan yang lain.


"Bagaimana?" tanya Momy Unna pada Sisil.


"Iya, benar." Jawab Sisil mengangguk.


"Kenapa?" tanya Dinda yang belum tahu apapun.


"Kepo lu bocil." Ejek Oca.


"Kak, kita punya kabar baik." Celetuk Serena.


"Apaan apaan? lu berempat mau dikirim keamazon? wah kalau itu bagus banget, setuju itu gw mah." Ucap Dinda.


"Apaan dah amazon, sekalian aja kekutub utara atau ga ke mars." Ucap Alvaro menimpali.


"Ish apaan sih, dengerin dulu kenapa, kita discros 3 hari." Ucap Serena meneruskan kata katanya yang sempat tertunda.


"Discros kok bangga." Cibir Alvaro.


"Iya deh iya, situ yang dulunya ketos, terus orang paling disiplin seantero sekolah." Cibir Karin.


"Kaga bener itu, ketos luluh sama mafia." Ucap Dinda diikuti gelak tawanya.


"**** kebalik dong oon, yang bener itu mafianya yang luluh sama ketos." Sanggah Alvaro membuat malu Sisil.


"Mafia itu apa?" tanya Gabriel yang tak mengerti, yang langsung membuat semuanya terdiam.

__ADS_1


"Emmmm itu anu, mafia itu... mmmm apa ya.... nggak tahu juga kita, kita kan cuman bercanda, jangan dipikirin lah." Ucap Serena mencoba mengalihkan pikiran Gabriel tantang apa itu mafia. Sedangkan Gabriel hanya ber oh ria saja.


"Gimana kalo kita liburan aja." Usul Oca.


"Boleh tuh." Setuju Dinda.


"Mana cukup liburan cuman tiga hari doang." Ucap Kelvin.


"Cukupin aja lah ogeb, lu mau liburan atau mau tinggal." Cibir Dinda.


"Iye iye."


"Kepulau pribadi aja." Ucap Momy Unna mengusulkan.


"Boleh juga, nggak terlalu jauh." Ucap Sisil.


"Berangkat besok pagi aja, malam ini kita siap siap." Ucap Alvaro.


"SETUJU." Sorak senang semuanya.


"Dengan ini, Kelvin dan Karin mungkin akan bisa sejenak melupakan om dan tantenya yang kelakuannya kek dakjal." Batin Sisil.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2