SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 24


__ADS_3

"Ren, ini udah cukup buat kita semua." Ucap Kelvin. "Buruan turun" Lanjutnya menyuruh Serena untuk turun.


"Iya iya ini gw turun". Ucap Serena. Namun saat ia menengok kebawah ia tiba tiba takut dan tak ingin turun.


"Aaaaaaa gw takut." Teriak Serena takut dengan memeluk batang kelapa erat erat.


"Lah ini bocah kenapa, tadi lempar lempar kelapa aja pro, naiknya juga pro, nah ini turun kaga bisa." Gumam Kelvin.


"Lu turun aja, kaga usah takut, tadi aja naik bisa, masa turun kaga bisa." Ucap Kelvin.


"Ini beda!" Teriak Serena takut.


"Woy Sen, ini adek lo gimana?!" tanya Kelvin meneriaki Sena yang sedang berdua duaan dengan Karin.


"Ya suruh turun lah." Jawab Sena cuek.


"Palak lo suruh turun, tadi lu yang nyuruh naek, kaga bisa turun noh." Kesal Kelvin menunjuk Serena yang masih memeluk batang kelapa erat erat.


"Sena, gimana?" tanya Karin.


"Samperin aja lah." Ucap Sena langsung menghampiri Kelvin.


"Gimana?" tanya Kelvin.


"Woy turun aja, kaga bakal jatoh juga." Suruh Sena. "Jatoh juga kebawah." Gumamnya yang didengar oleh Karin. Karin langsung mencubit lengan Sena.


"Aws sakit." Rintih Sena.


"Itu tolongin Serena." Suruh Karin diangguki Sena.


"Turun aja, nggak bakal jatoh." Bujuk Sena.


"Aaaaaa kaga ini tinggi banget, nggak sanggup, mo meninggal aja." Teriak Serena takut, yang mengundang rasa penasaran Sisil dan yang lain yang sedang bersantai dipasban.


"Itu pada kenapa? heboh amat." Ucap Dinda penasaran.


Tiba tiba Gabriel datang dengan setengah berlari menghampir Sisil dkk.


"Kenapa?" tanya Alvaro yang melihat Gabriel menghampiri mereka.


"Itu Pa, ada pertunjukan bagus benget, nonton yuk, dijamin ngakak." Ucap Gabriel menahan tawanya yang membuat Sisil dkk penasaran.

__ADS_1


"Udah ayok lihat." Ajak Momy Unna yang sudah tak sanggup menahan rasa penasarannya.


Sedangkan Sena, Kelvin dan Karin masih membujuk Serena agar berani untuk turun.


"Ini pada kenapa?" tanya Oca yang sudah sampai.


"Ini Kak, si Serena naik pohon kelapa eh nggak mau turun, udah sangking sayangnya sama pohonnya." Jawab Karin nyeleneh.


"Woy gw bukan kaga mau turun, tapi gw takut turunnya." Ucap Serena dari atas sana sudah dengan keringat yang bercucuran.


"Lu sih, bisa naik kaga bisa turun." Ejek Sisil.


"Aaaaaaa Kakak, bukannya bantuan malah ngecengin." Kesal Serena.


"Turun lu!" Suruh Ale tegas.


"Kaga mau!" Jawab Serena dengan takutnya. Yang malah mengundang gelak tawa semuanya.


"Cemen lu, hahahha." Tawa Gabriel "Ini divlogin viral kali yah." Ucapnya mengeluarkan HPnya dari saku dan mulai merekam Serena yang tak berani turun.


"Bocil, jangan direkam." Ucap Serena meminta agar ia tak direkam.


"Ren, turun ya, pelan pelan aja." Bujuk Kelvin lembut.


"Takut, Vin." Ucap Serena tak kalah lembut.


Sejenak Kelvin berfikir dan mulai mencari ide.


"Gini, lu tutup mata, loncat aja ntar gw yang nangkep." Ucap Kelvin yang sudah menemukan ide.


"Lu gila? mleset dikit terbang nyawa gw." Ucap Serena.


"Iya terbang ke surga." Ejek Gabriel.


"Yeee untung ke surga, kalau keneraka gimana?" Ucap Sena tanpa berfikir.


"LU BUKAN ABANG GW!" Kesal Serena karna Sena mendoakannya masuk neraka.


"Budu." Ucap Sena cuek.


"Ren, percaya ama gw" Bujuk Kelvin.

__ADS_1


"Udah percaya aja, ntar Abang bantuin." Ucap Alvaro mulai mendekati Kelvin, untuk membantunya menangkap Serena.


Serena menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya perlahan dan menutup matanya.


"Gw itung ya." Ucap Dinda. "1, 2, 3." Imbuhnya menghitung dan Serena langsung melepaskan pelukannya dari batang kelapa dan hap.


Kelvin menangkap Serena dengan mulus tanpa melukai Serena.


"Udah buka mata lu." Suruh Kelvin, Serena langsung membuka matanya mendapati Kelvin menggendongnya. Ia langsung memeluk Kelvin erat.


"Makasih." Ucap Serena.


"Wah epic." Ucap Gabriel menutup kameranya. Sontak semuanya memandang Gabriel.


"Gimana dapet?" tanya Dinda.


"Ooooo jelas dapet dong, kan pro." Sombong Gabriel.


"Ntar nobar." Ucap Dinda mengacungkan jempolnya kearah Gabriel.


"Udah napa gendongannya, gw kan iri." Ucap Oca. Kelvin langsung menurunkan Serena.


"Udah sana lu duduk, biar gw yang kupasin kelapanya." Ucap Kelvin mendudukkan Serena dibangku dekatnya.


.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2