SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 15


__ADS_3

Flash back dikit. Saat Sena dkk kesekolah, Momy Unna dan Bibi Rosa langsung pergi kemansion Sisil untuk membicarakan suatu hal yang menurut mereka sangat penting untuk dibahas.


Mereka berdua langsung masuk dan menemui Sisil yang sedang menyuapi Baby


nya ditemani Alvaro yang memang hari ini ia memilih untuk libur.


"Momy, Bibi, kalian datang." Sapa Sisil yang melihat Momy Unna dan Bibi Rosa masuk mendekat kearahnya.


"Iya, kita kangen sama cucu cucu." Ucap Momy Unna menoel pipi gembul cucunya yang sedang disuapi oleh Sisil.


"Gabriel mana?" tanya Bibi Rosa.


"Udah berangkat sekolah tadi, dianter Mang ujang." Jawab Sisil.


"Alvaro?"


"Ada dikamar, palingan lagi ngurus berkas online." Jawab Sisil.


"Nggak ngantor?" tanya Momy Unna.


"Libur dulu katanya."


"Momy sama Bibi ada apa? pasti ada yang mau diomongin kan?" tanya Sisil.


"Iya ada, tapi didalem aja, nanti sama Alvaro juga sekalian." Ucap Momy Unna.


"Bentar"


"Bi Bibi." Panggil Sisil pada asisten rumah tangganya


"Iya, Nyah."


"Tolong jagain Baby, saya mau keatas sebentar." Suruh Sisil.


"Iya, Nyah."


"Yuk Mom, Bi." Ajak Sisil beranjak naik kelantai dua, menuju ruang pribadinya, tapi sebelum itu, ia memanggil Alvaro untuk ikut bergabung.

__ADS_1


Diruang pribadi Sisil


"Momy sama Bibi ingin bicara apa?" tanya Sisil.


"Ini, kemarin malam, Sena dkk pergi balapan." Jawab Bibi Rosa.


"Terus masalahnya apa? Sena dkk kan udah biasa balapan, jugakan King, Queen, Prince, Princess." Tutur Alvaro.


"Hei dengarkan dulu kalo orang tua berbicara, kau ini sungguh tidak sopan." Kesal Momy Unna.


"Loh belum selesai toh, ya maaf." Ucap Alvaro menyengir kuda. "Maaf ya, Bi." Imbuhnya meminta maaf pada sang Bibi. Yang mendapat anggukan dati Bibi Rosa.


"Katakanlah, Mom." Pinta Sisil.


"Ini, saat Sena dkk pulang dari arena, mereka menolong sepasang suami istri yang ditolong oleh preman, tapi saat pulang kemansion, Karin dan Kelvin berubah jadi dingin dan datar, dengan raut wajah sedih dan penuh ketakutan juga kekhawatiran, Momy sama Bibi jadi khawatir jika yang mereka tolong adalah orang itu." Jelas Momy Unna panjang lebar, tanpa memberi jeda.


Sisil dan Alvaro yang mendengar langsung berfikir dengan mengangguk anggukan kepala mereka.


"Jika memang benar mereka, berarti mereka dalam bahaya." Ucap Alvaro. "Kita perlu melakukan sesuatu secepatnya, sebelum mereka beraksi." Imbuhnya.


"Jika memang benar mereka sudah datang, maka Kelvin dan Karin dalam bahaya, khususnya Karin, aku harus melakukan sesuatu." Ucap Sisil dalam hati "Tapi sebelum itu..." Imbuhnya membatin.


"Kita tanyakan pada Karin dan Kelvin, siapa sebenarnya orang yang mereka tolong, karna mereka lebih mengenali wajahnya dari pada kita semua." Ucap Sisil.


"Tunggu apa lagi, suruh saja mereka kesini sekarang juga." Saran Alvaro.


"Biar Momy saja yang menyuruh." Ucap Momy Unna, langsung mengeluarkan hand phonenya dari dalam tasnya, dan mulai mengetikkan pesannya untuk Sena dkk.


"Sudah." Ucapnya, setelah mengirim pesan.


"Kalau begitu, kita kebawah saja, main sama cucuku." Imbuh Momy Unna, yang sudah tak sabar untuk turun melihat sang cucu.


"Yayayaya, mari." Ucap Sisil membuka pintu, dan langsung turun kebawah, diikuti yang lain.


Momy Unna, Bibi Rosa, Sisil dan Alvaro bermain main bersama Baby dengan penuh canda tawa.


Pada saat yang sama Gabriel masuk kedalam mansion lalu menyapa kedua orang tua dan kedua neneknya tak lupa adik kecil kesayangannya.

__ADS_1


"Holla Mama, Papa, Iel pulang." Ucapnya saat masuk kedalam mansion.


"Loh ada Grandma, holla Grandma." Sapanya pada Momy Unna dan Bibi Rosa.


"Halo, Sayang." Sapa balik Sisil, Alvaro, Momy Unna dan Bibi Rosa.


"Ucucucu adik kecil." Ucap Gabriel mencium pipi sang adik yang duduk dipangkuan Momy Unna.


"Eak eak." Sapa balik Baby, seperti mengerti apa yang dikatakan Gabriel, dengan menjukurkan lidahnya imut.


"Imutnya." Ucap Gabriel gemas, mencoel pipi Baby.


"Panggil yang lain aja, biar rame, Momy juga kangen sama cucu cucu yang lain." Suruh Momy Unna.


"Alamat penampungan." Gumam Alvaro.


"Hei apa kau bilang!" marah Momy Unna, mendengar gumaman Alvaro.


"Eh enggak enggak Mom, bercanda kali, ini nih ini Alvaro telpon mereka." Ucapnya mengelak, langsung mengeluarkan hand phonenya dari saku.


Sisil yang melihat tingkah Alvaro hanya tersenyum kecil.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2