
Saat diperjalanan pulang Sisil dan Alvaro melihat seorang anak kecil berusia kurang lebih 3 tahun yang sedang dipaksa oleh seorang preman untuk mengemis
Sisil yang tidak tegapun meminta Alvaro untuk menghentikan mobilnya
"Al, berhenti disana" perintah Sisil sambil menunjuk anak kecil yang dipaksa mengemis tadi
Alvaro mau tak mau langsung saja menghentikan mobilnya tepat disamping anak kecil dan seorang preman tadi
"Lepaskan dia" perintah Sisil pada si preman
"Apa urusanmu!" bentak preman tersebut
"Lepaskan dia!" bentak Alvaro yang baru keluar dari mobil
"Heh kau mau aku melepaskan anak ini, berani bayar berapa kau." Tantang preman tersebut
Sisil lalu menelpon Bastian tangan kanan Sisil
"Bang kejalan xx sekarang, bawa uang 100 juta." Perintah Sisil lau mematikan telponnya sepihak
Tak lama Bastian membawa satu koper uang berisi 100 juta
Ia memberikan koper itu pada Sisil
Sisil membuka koper itu dihadapan preman tersebut
Preman tersebut kaget bukan main melihat uang satu koper dihadapannya
"Ku berikan uang ini, dan tinggalkan anak itu, jangan sampai kau muncul lagi dihadapanku" ucap Sisil datar
"Baiklah kau ambil saja anak itu, bahakan aku tidak mengenalnya" ucap preman tersebut mengambil koper yang berisikan uang, lalu pergi meninggalkan Sisil bersama anak kecil itu
Sisil mendekati anak tersebut, dan berjongkok menghadap anak tersebut
"Hai Adik, kau tak apa?" tanya Sisil lembut
"Aku tidak apa, Kaka" jawab anak itu
"Siapa namamu, Nak?" tanya Alvaro
__ADS_1
"Namaku Gabriel, Kakak"
"Baiklah nama Kakak, Kak Alvaro, dan dia Kak Sisil" ucap Alvaro memperkenalkan diri
"Orang tuamu dimana, Sayang?" tanya Sisil lembut
"Aku tidak tahu siapa krang tua ku Kak, aku ditemukan oleh paman tadi disebuah gubuk tua, tapi paman tadi memaksaku mengemis setiap hari, jika aku tidak mau aku akan dipukuli hiks hiksπ" tutur Gabriel menangis
"Hei sudah anak cantik nggak boleh nangis, ok" ucap Alvaro menenangkan Gabriel
"Kakak, apa aku boleh memanggilmu Papa? dan apa aku boleh memanggil Kakak Mama?" tanya Gabriel pada Alvaro dan Sisil
Alvaro dan Sisil langsung saling menatap, Alvaro menganggukkan kepalanya pertanda setuju
"Baiklah Sayang, kau boleh memanggil kita Mama dan Papa" jawab Alvaro
"Namamu sekarang Gabriela Faraqueen ya Sayang" ucap Sisil mengelus rambut Gabriel
"Iya, Ma"
"Yasudah ayo kita ke mall dulu Al" ajak Sisil
"Buat?"
"Ayo Sayang masuk" ajak Sisil menggendong Baby Iel
Sampai di Mall
Sisil dan Alvaro sampai di toko pakaian anak
Mereka berdua memilihkan pakaian untuk Baby Iel
__ADS_1
Dan masih banyak lagi style style yang dipilih oleh Sisil dan Alvaro
"Udah yuk pulang" ajak Alvaro
"iya, yuk Sayang pulang" setuju Sisil menggandeng Baby Iel ditengah antara Sisil dan Alvaro
Disepanjang jalan Alvaro, Sisil dan Baby Iel menjadi sorotan karna keharmonisan mereka
Namun Sisil dan Alvaro hanya cuek saja
"Ma, Pa Iel mau ice cream" pinta Gabriel
"Iya, Papa belin dulu" ucap Alvaro pergi membeli ice cream
"Nih Sayang, ice creamnya"
"Terima kasih, Papa"
"Mau sarapan dulu?" tanya Alvaro pada Sisil
"Iya, yuk sarapan dulu, kita belum sarapan" jawab Sisil lalu berjalan menuju Restorant didalam Mall
Setelah sarapan Alvaro, Sisil juga Baby Iel pulang kemansion Sisil
Alvaro melajukan mobilnya sampai didepan mansion Sisil
Sisil dan Alvaro masuk ke mansion dengan Alvaro menggendong Baby Iel, sedangkan Sisil membawa beberapa paper bag berisi pakaian Baby Iel
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
__ADS_1
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ