SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
58


__ADS_3

Saat diperjalanan pulang Sisil dan Alvaro melihat seorang anak kecil berusia kurang lebih 3 tahun yang sedang dipaksa oleh seorang preman untuk mengemis


Sisil yang tidak tegapun meminta Alvaro untuk menghentikan mobilnya


"Al, berhenti disana" perintah Sisil sambil menunjuk anak kecil yang dipaksa mengemis tadi


Alvaro mau tak mau langsung saja menghentikan mobilnya tepat disamping anak kecil dan seorang preman tadi


"Lepaskan dia" perintah Sisil pada si preman


"Apa urusanmu!" bentak preman tersebut


"Lepaskan dia!" bentak Alvaro yang baru keluar dari mobil


"Heh kau mau aku melepaskan anak ini, berani bayar berapa kau." Tantang preman tersebut


Sisil lalu menelpon Bastian tangan kanan Sisil


"Bang kejalan xx sekarang, bawa uang 100 juta." Perintah Sisil lau mematikan telponnya sepihak


Tak lama Bastian membawa satu koper uang berisi 100 juta


Ia memberikan koper itu pada Sisil


Sisil membuka koper itu dihadapan preman tersebut


Preman tersebut kaget bukan main melihat uang satu koper dihadapannya


"Ku berikan uang ini, dan tinggalkan anak itu, jangan sampai kau muncul lagi dihadapanku" ucap Sisil datar


"Baiklah kau ambil saja anak itu, bahakan aku tidak mengenalnya" ucap preman tersebut mengambil koper yang berisikan uang, lalu pergi meninggalkan Sisil bersama anak kecil itu


Sisil mendekati anak tersebut, dan berjongkok menghadap anak tersebut


"Hai Adik, kau tak apa?" tanya Sisil lembut


"Aku tidak apa, Kaka" jawab anak itu


"Siapa namamu, Nak?" tanya Alvaro

__ADS_1


"Namaku Gabriel, Kakak"


"Baiklah nama Kakak, Kak Alvaro, dan dia Kak Sisil" ucap Alvaro memperkenalkan diri


"Orang tuamu dimana, Sayang?" tanya Sisil lembut


"Aku tidak tahu siapa krang tua ku Kak, aku ditemukan oleh paman tadi disebuah gubuk tua, tapi paman tadi memaksaku mengemis setiap hari, jika aku tidak mau aku akan dipukuli hiks hiks😭" tutur Gabriel menangis


"Hei sudah anak cantik nggak boleh nangis, ok" ucap Alvaro menenangkan Gabriel


"Kakak, apa aku boleh memanggilmu Papa? dan apa aku boleh memanggil Kakak Mama?" tanya Gabriel pada Alvaro dan Sisil


Alvaro dan Sisil langsung saling menatap, Alvaro menganggukkan kepalanya pertanda setuju


"Baiklah Sayang, kau boleh memanggil kita Mama dan Papa" jawab Alvaro


"Namamu sekarang Gabriela Faraqueen ya Sayang" ucap Sisil mengelus rambut Gabriel


"Iya, Ma"


"Yasudah ayo kita ke mall dulu Al" ajak Sisil


"Buat?"


"Ayo Sayang masuk" ajak Sisil menggendong Baby Iel


Sampai di Mall


Sisil dan Alvaro sampai di toko pakaian anak


Mereka berdua memilihkan pakaian untuk Baby Iel





__ADS_1


Dan masih banyak lagi style style yang dipilih oleh Sisil dan Alvaro


"Udah yuk pulang" ajak Alvaro


"iya, yuk Sayang pulang" setuju Sisil menggandeng Baby Iel ditengah antara Sisil dan Alvaro


Disepanjang jalan Alvaro, Sisil dan Baby Iel menjadi sorotan karna keharmonisan mereka


Namun Sisil dan Alvaro hanya cuek saja


"Ma, Pa Iel mau ice cream" pinta Gabriel


"Iya, Papa belin dulu" ucap Alvaro pergi membeli ice cream


"Nih Sayang, ice creamnya"


"Terima kasih, Papa"


"Mau sarapan dulu?" tanya Alvaro pada Sisil


"Iya, yuk sarapan dulu, kita belum sarapan" jawab Sisil lalu berjalan menuju Restorant didalam Mall


Setelah sarapan Alvaro, Sisil juga Baby Iel pulang kemansion Sisil


Alvaro melajukan mobilnya sampai didepan mansion Sisil


Sisil dan Alvaro masuk ke mansion dengan Alvaro menggendong Baby Iel, sedangkan Sisil membawa beberapa paper bag berisi pakaian Baby Iel


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰

__ADS_1


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2