
Sisil dan Alvaro langsung pergi kesalah satu rumah pengacara yang sudah dekat dengan Alvaro dan Sisil. Mereka akan mengalihkan saham perusahaan dan mansion hak Kelvin dan Karin atas nama Kelvin dan Karin.
"Kalian sidah datang." Sapa sang pengacara.
"Sudah, bisa dilihat." Jawab Alvaro.
"Iya iya, masuk masuk." Ucap pengacara mempersilahkan Alvaro dan Sisil untuk masuk.
Mereka bertiga langsung masuk kedalam ruang kerja sang pengacara.
"Kalian datang malam malam begini, apa tidak merasa mengganggu orang." Cibir pengacara yang memang notabennya sudah sangat akrab dengan Alvaro dan Sisil.
"Kau ini mau membuat singa betina mengamuk?" tanya Alvaro merangkul Sisil.
"Emmm kaga kaga, piss deh pisss." Ucap Pengacara dengan mengangkat jarinya membentuk huruf V.
"Nih proses." Suruh Sisil.
"Jelasin dulu lah." Pinta pengacara.
"Ini, dokumen tolong lu pindahin atas nama Kelvin Sifanya Faraqueen dan Karin Sifanya Faraqueen, ini masih atas nama gw jadi lu pindahin." Jelas Sisil.
Pengacara langsung membaca dokumen yang diberikan oleh Sisil, yang memang sudah lengkap dan terperinci.
"Ini lu bisa banget dapet saham bersih 100%, bangkrut tuh pasti orang lu bikin." Puji Pengacara. "Ini yakin lu alihin kenama adek adek lu?" lanjutnya bertanya dan meyakinkan Sisil dan Alvaro.
"Udah lu pindahin aja, itu sebenernya milik mereka beruda, cuman dikuasai aja sama tuh dua orang." Jelas Alvaro.
"1 jam dimulai dari sekarang." Ucap Sisil melibat jam yang melingkar ditangannya.
__ADS_1
"Lu gila? ini dokumen penting lu ngasih gw waktu 1 jam doang." Ucap pengacara tak habis pikir dengan Sisil.
"45 menit." Ucap Sisil mengurangi waktunya.
"Eh kaga kaga satu jam deh satu jam." Ucap sang pengacara langsung mengerjakan dokumennya.
Satu jam berlalu sang pengacara sudah selesai dengan pekerjaannya.
"Nih udah selesai, tinggal lu bubuhin aja tanda tangan adek adek lu." Ucapnya
"Hmm iyeh, kita balik." Pamit Alvaro.
"Iye deh sono balik." Usirnya.
Alvaro dan Sisil langsung kembali kemansion utama tepat tengah malam. Saat mereka masuk mereka berdua masih mendapati Sena dkk tidak tidur malah mengibrol dengan yang lain diruang tengah dengan menonton TV.
"Kalian sudah pulang." Ucap Momy Unna. "Bagaimana?" Imbuhnya bertanya.
"Nah ini kenapa pada kumpul disini, bukannya tidur." Ucap Sisil.
"Ini loh Dek, Sena sama Karin juga nggak mau kalah." Ucap Ale.
"Ha? kenapa?" tanya Sisil bingung.
"Mereka juga mau dinikahin." Jawab Dinda.
"Kalian ya." Ucap Sisil bergeleng kepala melihat Sena dan Karin yang tersenyum kearah Sisil dan Alvaro.
"Gimana kok bisa?" tanya Alvaro.
__ADS_1
"Y bisa lah, orang lu tadi pas keluar tiba tiba Sena nih turun lagi terus bilang mau nikahin Karin." Jawab Ale.
"Iya, kita langsung diem kaget aja gitu, kaga mau kalah, terus si Karin juga ikutan turun bilang iya, aku mau kok." Ucap Dinda menjelaskan.
"Ish Kak, jangan gitu napa, kan jadi malu." Ucap Karin yang dibuat malu oleh Dinda.
"Mom, Bi, gimana?" tanya Sisil.
"Iya aja." Jawab Momy Unna.
"Barengin aja." Ucap Sisil.
"Gimana nih awalnya kaga tahu gw, ceritain dong." Pinta Alvaro yang penasaran.
"Ah gw aja gw yang cerita." Semangat Serena lalu mulai bercerita.
πππππππππππππππ
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
__ADS_1
AUTHOR SAYANG KALIANππ