SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 8


__ADS_3

Tak selang beberapa lama, pintu ruang kepala sekolah kembali ditendang oleh seorang wanita yang tak lain adalah Sisil, sang kakak Sena dkk, juga pemilik sekolah.


Kepala sekolah dan guru BK yang melihat Sisil datang menjadi kaget. Tidak dengan Sena dkk, mereka malah menahan tawanya melihat ekspresi kaget dari kedua guru didepannya.


"Nyonya Sisil." Kaget kepala sekolah.


"Nyonya." Kaget Guru BK.


"Hmmmm" dehem Sisil lalu beralih melihat Sena dkk yang duduk dengan menatapnya.


"Nyonya, silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu?" tanya kepala sekolah sopan.


"Kenapa kalian memanggil mereka?" tanya Sisil menunjuk Sena dkk, lalu duduk.


"Mereka telah merusak gerbang sekolah, Nyonya." Jawab guru BK. Sisil yang mendengar hanya melirik dan menatap datar Sena dkk.


"Maaf Nyonya, sebelumnya ada keperluan apa anda datang kemari? apa ada masalah yang serius?" tanya kepala sekolah.


"Hanya memenuhi panggilan wali murid." Jawab Sisil, yang membuat melongo kepala sekolah dan guru BK.


"Ja..jadi mereka." Kaget guru BK menunjuk Sena dkk yang tersenyum manis melipat tangan didada.


"Langsung keinti, perbaiki semua kerusakan yang sudah Adik adikku lakukan, uangnya nanti akan saya transfer." Ucap Sisil.


"Baik." Jawab kepala sekolah.


"Lu berempat kaga usah ngadi ngadi lagi, awas lu." Ancam Sisil.


"Iya iya," jawab Serena.

__ADS_1


"Saya permisi." Pamit Sisil, hendak pergi, namun pada saat diambang pintu Sena dkk berteriak.


"KAGA JANJI, KAK." Teriak mereka kompak lalu tertawa, Sisil yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya.


"Jadi bagaimana, Bapak, Ibu?" tanya Kelvin menaik turunkan alisnya.


"Kalian berempat, kembali kekelas." Suruh kepala sekolah.


"Yah, kaga asik ih, main ngusir aja." Ucap Serena membuat ekspresi sedihnya bagai aktris profesional lalu keluar diikuti yang lain.


"Kemana nih kita?" tanya Kelvin.


"Roftop aja lah, males gw kekelas." Jawab Sena.


"Yaudah hayuk." Ucap Serena menarik tangan Kelvin, sedangkan Kelvin hanya menurut dan menatap tangannya yang digenggam oleh tangan Serena.


"Ayok." Ajak Sena yang juga tiba tiba menarik tangan Karin, Karin juga hanya menurut, namun entah mengapa jantung Karin serasa berdegup lebih kencang dari biasanya, Karin berusaha agar jangan sampai ia merasa salah tingkah sendiri.


"Biasa." Ucap Serena mengeluarkan hand phonenya dari saku diikuti yang lain, dan mulai log-in kedalam game mereka.


Selesai bermain game, mereka mengobrol ria hingga saatnya memunjukkan waktu pulang.


"Ntar malem kita ke arena gimana?" usul Kelvin.


"Ayo ayo aja, gw juga udah lama nggak main sama yang laen, udah lama juga nggak nyoba jalan arena." Jawab Serena.


"Ok, gw setuju aja." Ucap Karin


"Taruhan gimana?" usul Serena.

__ADS_1


"Idih ogah, tadi pagi aja gw udah kalah, kalah lagi bangkrut mendadak gw." Tolak Kelvin.


"Hahah cemen lu." Ejek Sena, Serena dan Karin tertawa.


"Yaudah, ayo balik, yang lain kayaknya juga udah pada balik." Ajak Karin diangguki semua. Semuanya langsung menuju parkiran dimana mobil mereka berempat terparkir rapi.


"Besok ganti mobil kuy, lecet semuanih gara gara gerbang sialan tadi pagi." Ucap Serena melihat bagian depan mobilnya yang tergores.


"Boleh juga, samaan aja, warnanya bedain." Usul Kelvin.


"Yaelah Bang, mobil kita dari dulu juga gitu kali, sama brad beda warna." Ucap Karin.


"Masa sih, kaga ngeh gw."


"Udah ayo buruan balik, mau ngobrol mulu kaga kelar kelar ntar lu." Ucap Sena, langsung masuk kedalam mobilnya diikuti yang lain.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~

__ADS_1


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2