
Diruangan itu hanya ada suara cambukan dan erangan kesakitan dari kedua orang yang tengah dieksekusi
"Wah kuku kuku mu itu sangat mengkilat, bagaimana jika ku ambil saja" Ucap Dinda maju membawa tang dan mulai mencabuti kuku kuku Salma
"Akh sakit sakit" Erang Salma kesakitan
"LEPAS LEPASKAN PUTRI KU LEPASKAN DIA" Bentak Aida
"Wah wah dia masih berani membentak ternyata, bagaimana jikaku potong saja lidahmu itu" Ucap Ale mengambil pisau dan membuka paksa mulut Aida dan memotong Lidah Aida
"Nah jika begini kau tak akan bisa membentak lagi" Ucap Ale melemparkan lidah Aida kesembarang arah
"MOMY" Teriak Salma melihat momy nya
"Sst diam lah kau ini terlalu cerewet" Ucap Dinda menodongkan pistol pada Salma
"Mau apa lagi kau, belum puas kau" Ucao Salma
"Menembakmu apa lagi, kau telah menembak kakak ku sekarang terimalah balasannya" Ucap Dinda tersenyum devil dan menghujani tubuh Salma dengan peluru
DOR
DOR
DOR
Tembakan bertubi tubi pada tubuh Salma
Salma sekarat
Sisil pun mengambil samurai dan memenggal kepala Salma hingga terpisah dari tubuhnya
Duk
Kepala Salma jatuh kelantai
"a ma" Ucap Aida menagis melihat putrinya tewas mengenaskan (Salma)
"Sekarang giliranmu" Ucap Sisil tersenyum devil
Sisil menyayat nyayat kulit Aida
"Ambilkan air garam" perintah Sisil pada mafioso, mafioso mengambilkan air garam dan memberikannya pada Sisil
__ADS_1
Sisil pun menyiramkannya pada tubuh Aida yang dipenuhi luka sayatan
"Aaaaa" Erang Aida kesakitan
Ale pun maju dengan menembak kaki dan tangan Aida
Dinda pun maju dan menusuk perut Aida
Aida yang sudah sekarat pun tidak bisa melawan sama sekali
Momy Unna sebagai penutup pun mengambil belati dan menusukkannya pada jantung Aida
Aida mati
Momh Unna yang merasa lega pun tertawa
"Lega mom?" Tanya Ale dengan senyum mengembang
"Iya momy sangat sangat lega" Ucap Momy Unna
"Bang Sat" Penggil Sisil
"Ya"
"Baik"
_____________________________________________
Sisil dan yang lain pun pulang ke mansion sudah tengah malam
Mereka langsung membersihkan diri.
Ale datang ke kamar Sisil
"Dek kapan kita jatuhin perusahaan Andreaz?" Tanya Ale
"Nanti ada saatnya bang" Jawab Sisil dingin
"Dek lu jangan dingin lagi lah, kan semua udah musnah" Ucap Ale
"Iya abangku sayang" Balas Sisil tersenyum tulus
"Nah gitu dong, kalo gitu kan tambah cantik"
__ADS_1
"Ye matalu katarak ye bang, orang gw ini dari lahir udah cantik gini lo" Ucap Sisil narsis
"Ye dasar narsis"
"Eh ya dek hubungan lu sama Alvaro gimana dek?" Tanya Ale, yang membuat Sisil malu
"Apaan sih lo bang"
"Al kalo diliat liat kayaknya suka banget sama lu" Ucap Ale
"iya bang gw tau" Ucap Sisil yang membuat Ale bingung
"Kalo lu tau kenapa lo anggurin" tanya Ale yang bingung akan tingkah Sisil
"Waktu itu ya bang, dia udah bilang sama gw kalo dia itu suka dan sayang sama gw bang" Jelas Sisil
"Terus lu jawab apaan?" Tanya Ale kepo
"Ya gw jawab nggak tahu bang, karna waktu itu gw belum sadar ama perasaan gw sendiri" Jelas Sisil
"Dan sekarang lu udah tau lu suka atau nggak sama Al?" Tanya Ale
"Kayak nya sih iya bang, tapi gw juga nggak tau juga" Ucap Sisil
"Gw tau lu itu sebenernya suka sama Al dek" Ucap Ale membuat Sisil jadi malu
"Udah ah bang lu keluar, gw mau istirahat" Usir Sisil
"Yak gw diusir" Gerutu Ale keluar dari kamar Sisil lalu pergi kekamarnya untuk tidur
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
__ADS_1
AUTHOR SAYANG KALIANππ