SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 9


__ADS_3

Kini Sena dkk sudah berada diarena balap, berkumpul bersama gengnya, juga menyapa para lawan lawan mereka malam ini.


Sena dan Kelvin yang turun terlebih dahulu dari mobil mereka, langsung menghampiri anggota mereka yang sudah menunggunya.


"Weyyyy, apa kabar lu semua?" sapa Sena melambaikan tangannya pada anggotanya, yang notabennya adalah anak sekolahan seumuran dengan mereka, bukan hanya laki laki melainkan juga ada perempuan.


"Wahhh baik, lu pada apa kabar?" tanya salah satu dari mereka.


"Guuuuud." Jawab Sena dan Kelvin mengacungkan jempolnya kedepan.


"Queen ama Princess, mana?" tanya anggota perempuan.


"Ada, bentar lagi juga kesini." Jawab Sena.


Saat itu juga Serena dan Karin muncul dari belakang Sena dan Kelvin.


"Apa lu pada? kangen gw kan lu?" Ucap Serena dengan tingkat kepedean yang sudah diambang batas.


"Pede amat lu." Cibir Kelvin.


"Yeeee pede pede gini lu suka kan, yekan yekan." Ucap Serena yang tanpa sadar membuat Kelvin berbunga bunga.


"Sa ae lu, kalo iya kenapa." Ucap Kelvin


"Kaga kenapa kenapa juga, mana mungkin lu suka sama gw, secara kita udah sodara." Jelas Serena. Membuat Kelvin terdiam.


"Saudara." Batin Karin melirik Sena yang berada disampingnya.


"Kaga usah lama lama, mana nih lawan kita?" ucap Sena bertanya pada anggotanya.


"Itu noh, lawan udah pada kumpul, nungguin dari tadi." Jawab salah satu dari mereka, menunjuk dimana lawan mereka malam ini.


"Udah hayuk, buru." Ajak Serena berjalan terlebih dahulu diikuti yang lain dibelakangnya.


Sena dkk langsung melakukan balapannya satu persatu dengan lawan mereka masing masing. Tidak usah ditanya lagi, pasti Sena dkk yang memenangkan balapan dengan mengantongi beberapa kunci mobil hasil taruhan yang dimenangkannya.


"Nih mobil pada diapain dah, udah kebanyakan mobil kita." Ucap Karin memainkan kunci mobil yang ia pegang.

__ADS_1


"Tau gw juga." Jawab Kelvin.


"Woy sini lu pada." Ucap Sena memanggil anggotanya yang lain.


"Lu pada mau mobil kaga?" lanjutnya bertanya.


"Ya mau lah, kalo gratisan." Jawab mereka serempak.


"Nih ambil." Ucap Sena melemparkan enam kunci mobil.


"Gw juga ah, kebanyakan mobil, pusing gw, nih ambil buat lu pada." Ucap Serena juga memeberikan empat kunci mobil.


"Gw juga nih, ambil punya gw sama, Karin." Ucap Kelvin melemparkan kunci mobil taruhan miliknya juga punya karin yang total berjumlah enam.


"Wihhhh thank you nih, King, Queen, Prince, Princess." Ucap anggota kompak setelah mendapatkan dan membagi kunci mobil satu persatu.


"Iyeh, kita balik duluan." Pamit Sena


Sena dkk langsung masuk kedalam mobil masing masing dan pergi meninggalkan arena balap, menuju mansion mereka.


Saat diperjalanan Karin melihat ada sepasang suami istri yang sedang ditodong oleh preman, Karin yang tak tega langsung menghentikan mobilnya diikuti Sena, Kelvin dan Serena.


"Ngapain lu?" tanya Sena.


"Itu lihat woy, ada yang ditodong." Jawab Karin menunjuk arah dimana terdapat orang yang ditodong para preman, sontak yang lainpun melihat arah yang ditunjuk Karin.


"Wah nggak bisa dibiarin nih." Ucap Serena menggulung lengan bajunya.


Sena dkk langsung menghampiri para preman, dan tanpa permisi langsung menghabisinya hingga babak belur.


"Pergi nggak lo semua!" suruh Sena dengan suara meninggi. "awas aja lo sampe berulah lagi, gw jamin masa depan lo semua suram." Imbuhnya lagi mengancam.


"I...iya ki..ta pergi." Ucap para preman ketakutan memegang bibir dan perutnya yang mendapat bogeman mentah dari Sena dkk.


Sena dkk langsung menghampiri sepasang suami istri yang berdiri di samping mobil mereka.


"Om, Tante, kalian nggak kenapa kenapa kan?" tanya Serena memastikan.

__ADS_1


Kelvin dan Karin yang melihat sepasang suami istri tersebut langsung diam mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun, mereka lalu berpandang pandangan, menatap kedepan dengan pandangan kosong.


Sepasang suami istri yang melihat Kelvin dan Karin merasa mereka mengenalnya, namun itu hanya dugaan batin mereka saja.


"Hello Om, Tante, kalian nggak papa?" tanya Serena lagi.


"Kami tidak apa apa, terima kasih sudah membantu kami." Ucap sang suami pada Sena dkk


"Kalau begitu kami permisi." Pamit Sena, lalu berbalik, ia melihat Kelvin dan Karin yang terdiam.


"Kalian kenapa?" tanya Sena.


"Balik." Jawab Kelvin dingin, sedangkan Karin langsung masuk kedalam mobilnya.


"Mereka kenapa?" ucap Serena bertanya tanya.


"Udahlah kita balik aja, palingan mereka cape." Ucap Sena positif thinking, lalu masuk kedalam mobilnya diikuti Serena.


Sedangkan sepasang suami istri tadi, melihat kepergian Sena dkk.


"Mereka anak orang kaya." Ucap sang suami.


"Iya, lihat saja mobilnya." Jawab sang istri. "Tapi aku seperti mengenal yang dari tadi hanya diam." Imbuhnya.


"Aku juga, kita cari tahu dulu, kalau mereka benar anak yang kita cari, kita harus bisa mendapatkannya dan mendapatkan apa yang kita inginkan." Ucap sang suami.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰

__ADS_1


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2