SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 22


__ADS_3

Sena dan Kelvin langsung mengambil sepeda dan menaikinya.


"Ui Serena, buruan naik!" suruh Kelvin pada Serena.


"Eh iya Bambank ini juga mau naik, awas lu ntar jatoh gw gibas." ancamnya langsung naik keboncengan belakang sepeda Kelvin.


"Rin, buru naik!" suruh Sena semangat karna tak ingin tertinggal oleh Kelvin dan Serena.


"Ok!" balas Karin tak kalah semangat langsung melompat dan duduk diboncengan sepeda Sena.


Gabriel yang melihat tingkah Sena dkk yang terlalu semangat mulai terkekeh.


"Hahah, ok ok udah siap?" tanya Gabriel dengan tawanya.


"SIAP!" ucap Sena dkk.


Gabriel langsung mengeluarkan pistol dari sakunya dan mengarahkannya pada Sena dkk.


"Weeeeee Bocil, mau ngapain lu, kita mau balapan bukan mau war." Panik Kelvin menggoyahkan sepedanya.


"Woy Vin, jangan ngadi ngadi lu, gw jatoh pala lu gw ilangin." Panik Serena langsung memeluk pinggang Kelvin.


Deg, deg, deg. Jantung Kelvin serasa berdisko ria.


"Eh kenapa nih gw.... ohh" Ucap Kelvin dalam hati dan langsung mengerti.


"Woy lah, Bocil lu ngapain pakek pistol?" tanya Sena.


"Ngitung lah." Jawab Gabriel santuy "Kaga pernah balapan ya lu, oh tau nih gw tau, kalo balapan kalah mulu kan lu pada." Lanjutnya mengejek.


"Heh gw King ya." Ucap Sena.

__ADS_1


"Gw Queen nya." Ucap Serena.


"Gw Prince." Ucap Kelvin tak mau kalah.


"Gw Princess nya, mau apa lu." Tantang Karin.


"Wleh, gitu aja bangga lu pada, gw dong bukan apa apa." Lawak Gabriel.


"Sa ae lu bocil."


"Siap?" ucap Gabriel mulai mengangkat pistolnya keudara.


"Rin, lu pegangan, ntar ngebut nih gw." Suruh Sena, Karin langsung memeluk pinggang Sena dengan spontan.


"Wah ngebet amat lu pada." Ucap Serena menengok kesamping dimana ada Sena dan Karin.


"Ngebet apaan?" Bingung Karin.


"NIKAH!" Kompak Kelvin dan Serena.


"Ah elah kalau iya juga nggak papa kali." Ucap Kelvin.


"Heh lu bedua ngaca dulu." Ucap Sena menatap Kelvin dan Serena yang juga sama persis dengannya.


Kelvin dan Serena yang menyadari langsung saling pandang, dengan Kelvin yang langsung melihat pinggangnya yang masih dipeluk erat oleh Serena, juga Serena yang melihat tangannya memeluk pinggang Kelvin. Serena langsung menyingkirkan tangannya dari pinggang Kelvin.


"Sorry." Ucapnya pada Kelvin.


"Nggak papa kali Ren, peluk aja yang erat, gw juga suka." Terus terang Kelvin.


"Modus lu!" Ucap Serena memukul punggung Kelvin pelan.

__ADS_1


"Disini gw mencium bau bau cinca." Ucap Gabriel mengendus endus menirukan gaya Roy Kiyoshi. "Emmm bau nya semakin mendekat." Lanjutnya mengibas ngibaskan tangannya kehidungnya.


"Elah lawak mulu lu bocil, jadi ngitung kaga lu, kalo kaga gw itung ndiri." Ucap Sena yang sudah tak sabar ingin mengalahkan Kelvin dan Serena.


"Oh okok, 1 2 dan dorrrrrr." Hitung Gabriel dengan hitungan ketiga ia menarik pelatuk pistolnya keudara.


Kelvin dan Sena langsung mengayuh sepedanya sekuat tenaga.


Sisil dan yang lain yang mendengar suara pistol ditembakkan langsung mengalihkan pandangan mereka kesumber suara.


"Anak siapa tuh, mainannya gituan." Cibir Ale.


"Iri lu?" tanya Sisil dengan nada sombongnya.


"Ngapain gw iri, gw punya sendiri, nih nih." Ucap Ale mencoel pipi anaknya yang gembul.


"Gw juga punya." Ucap Alvaro menimpali dengan mengangkat sang putri keudara lalu menangkapnya lagi.


"Warisin." Ucap Sisil dalam hati menatap Gabriel yang sedang menonton Sena dkk balapan dengan tertawa ngakak.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰

__ADS_1


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2