
Semua sudah bersiap untuk joging
Mereka semua joging di area perkebunan teh yang indah dan asri
"Wih seger yah udaranya" Ucap Disa menghirup udara segar kebun teh dipagi hari
"Iya jadi betah gw lama lama disini" Timpal Nindi yang berdiri di sebelah Disa
"Beb ntar kalo kita udah nikah, aku bakal bawa kamu tinggal disini" Ucap Zidan pada Nindi sang kekasih
"Beneran yah, awas kalo enggak gw bejek bejek" Jawab Nindi membuat semua menahan tawa
"Eh itu kesitu aja yuk, liat orang pada metik teh" Ajak Dinda
"Iya ntar kita foto foto juga" Tambah Vera mengikuti Dinda
Sontak semua pun mengikuti mereka berdua
Saat sampai ditengah kebun teh para ciwi berfoto ria (-Sisil)
Sisil hanya melihat mereka dari kejauhan, ia lebih memilih untuk melihat para pekerja yang tengah memetik pucuk teh
"Emang ya ciwi kalo udah ketemu yang beginian pasti foto" Ucap Zidan
"Iya dah, apalagi kalo ketemu kamera, pake gagang panjang" Tambah Aldo
"Gagang panjang apaan dah?" Tanya Alvian
"Itu loh yang buat foto foto" Jelas Aldo sambil memperagakan gaya foto
"Oh tongseng" Sahut Ale
"Pffftt, Tongseng hahaha" Tawa Alvaro yang mendengar percakapan mereka
"APA?!" Tanya mereka dengan sedikit berteriak
"Tongsis beg0" Ucap Alvaro mengejek
"Wah apa lu kata, kita ****? Awas aja lo, gw ga restuin lo sama ade gw" Ucap Ale
"Hahaha kasian g direstuin" Ejek Alvian, Zidan, Aldo dan Devano
"Eh kaga kaga, kakak ipar gw pinter pake banget" Elak Alvaro
Sisil yang melihat tingkah mereka pun tersenyum
Saat mereka sedang asik mengobrol dan ber foto, datang lah pedagang eskrim disusul gorengan
"Es krim es krim, es krim seger" Teriak pedagang es krim
"Gorengan, gorengan pumpung masih anget, enak murah" Teriak pedagang gorengan menjajakan gorengannya
"Kak Sisil kita mau eskrim" Pinta Sena dkk
"Iya, bentar"
"MANG ESKRIM" Teriak Sisil memanggil pedgang eskrim
Pedagang eskrim berhenti
__ADS_1
"Eh ada gorengan juga, kamu mau Al?" Tanya Sisil pada Alvaro
"Boleh"
"Yaudah yuk turun" Ajak Sisil
"WOE LU PADA MAU TURUN KAGA" Teriak Alvaro memanggil para ciwi yang sedang berfoto dan para cowo yang sedang mengobrol tidak jelas
Semua turun menghampiri 2 pedagang tadi
"Kalian mau rasa apa?" Tanya Sisil pada Sena dkk
"Eum aku coklat kak" Sena
"Aku juga coklat" Karin
"Aku Strawberry" Serena
"Aku Vanila" Kelvin
"Mang eskrim coklat 2, Strawberry 1, Vanila 1" Pinta Sisil pada pedagang
"Kalian?" Tanya Sisil pada yang lain
"Aku mau rasa strawbarry kak" Pinta Dinda
"Mang Strawberry tambah 1" Pinta Sisil pada pedangang
"Mbok jual gorengan apa aja?" Tanya Sisil
"Ini neng ada, mendoan, bala bala, pisang goreng, tahu isi" Jawab mbok gorengan
"Saya mau semuanya aja dibungkus" Pinta Sisil
"10, 10 aja mbok"
"Ah iya sebentar ya neng, mbok bungkusin" Ucap si mbok gorengan
Setelah membayar semua pesanan
Sisil dkk pulang menuju Villa karna hari sudah menjelang siang
Saat perjalanan pulang ada seorang ibu menggendong bayi nya dan ada sebuah motor melaju dengan kencang seperti sengaja ingin menabrak ibu dan bayinya
Sisil dan Alvaro yang melihat pun berlari kencang menyelamatkan ibu dan bayinya
Alvaro menarik ibu nya, namun pada saat menarik ibu nya, bayinya malah terlempar keudara
Sisil yang melihat pun langsung berlari dan menangkap sang bayi dan Hap
Bayinya tertangkap dengan selamat
"Ibu nggak papa?" Tanya Alvaro
"Saya nggak papa, tapi bayi saya?"
"Udah gpp bayi ibu nggak papa" Jawab Alvaro
Sisil berlari mendekati ibu bayi dan Alvaro menyerahkan bayinya dan segera Sisil mengambil pistol dan
__ADS_1
DOR
DOR
DOR
Tembakan terkena ban motor pelaku
Pelaku pun terjatuh
Ale dangan segera menghampiri pelaku dan memegangnya dengan erat agar tidak lepas (Keinget lagu balonku ada limaπ)
"Ngapain lo mau nabrak ibu itu hah?" Tanya Ale membentak, Namun pelaku hanya diam membisu
Ale yang geram pun berteriak dan membentak
"JAWAB!" Namun pelaku tetap diam
Dinda dengan diam diam pun menelpon kantor polisi terdekat
"LO JAWAB ATAU..." Ucap Sisil maju menodongkan pistol ke kepala pelaku
"Jangan tolong jangan bunuh saya" Pinta pelaku
"Katakan" Bentak Sisil sambil menurunkan pistolnya
"Sa... Sa... Saya hanya disuruh" Jawab pelaku terbata bata kerna takut
"Siapa?" Tanya Ale
"I... itu dia mantan suaminya" Jawab si pelaku
Tak lama mobil polisi datang dan menangkap si pelaku
"Dia hanya suruhan, yang disuruh oleh mantan suami ibu itu" Jelas Ale pada polisi
"Baik kalau begitu, ibu silahkan ikut saya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan" Ucap Polisi
"Baik pak" Jawab ibu tadi
"Tarimakasih neng, aden sudah mau menolong saya" Ucap Ibu tadi pada Sisil dkk
"Tidak perlu berterima kasih, cukup ikut saja dengan mereka dan berikan keterangan tanpa berbohong" Ucap Sisil
Lalu polisi membawa pelaku dan ibu tadi kekantor polisi
Sisil dkk pun melanjutkan perjalanannya menuju villa
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
__ADS_1
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIANππ