SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
48


__ADS_3

Posisi Sisil


Siang hari Sisil sedang berada dikamarnya, memeriksa berkas berkas kantor yang sudah dikirimkan melalui E-mail nya


Ditengah tengah kesibukannya telponnya berbunyi, ia melihat bahwa yang menelpon adalah Satria


'........'


"Ada apa?" Tanya Sisil


'......'


"Terus?"


'.......'


"Terus awasi Momy, jangan sampai lengah"


'.....'


Setelah percakapan selesai Sisil marah, karna Andreaz dengan berani menampar Momynya


"Ahhh sial, dasar tua bangka sialan" Teriak Sisil dari dalam kamar yang mengundang perhatian Ale dan yang lain


"Eh Sisil kenapa tuh?" Tanya Zidan yang mendengar teriakan Sisil, lalu semua berlari menuju kamar Sisil tak terkecuali Sena dkk


Saat didepan kamar Sisil, Ale dan yang lain mendengar suara barang barang dijatuhkan


Ale dan yang lain menjadi khawatir


"Dek, lu kenapa?" Teriak Ale menggedor gedor kamar Sisil, namun tak ada jawaban dari Sisil


"Sil, keluar dong, buka pintunya, jangan gitu" Teriak Oca juga menggedor kamar Sisil, namun juga tak ada jawaban dari Sisil


"Dek lu bawa Sena dan yang lain kebawah aja" Suruh Ale pada Dinda yang melihat Sena dan yang lain menangis


"Iya" Jawab Dinda lalu membawa Sena dan yang lain menjauh diikuti Devano


"Sil, ini aku Al, ayo buka pintunya dong" Teriak Alvaro mencoba menenangkan Sisil


Sudah 10 menit tidak ada jawaban dari Sisil, juga suara bantingan barang sudah tidak terdengar lagi


Vera mencari cari kunci cadangan kamar Sisil dibantu yang lain


Saat telah menemukannya Vera membuka kamar Sisil


Saat masuk kamar Sisil, mereka tidak menemukan Sisil dikamar, melainkan kamar yang seperti kapal pecah


Alvaro mencari cari Sisil, ia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi, ia meyakini bahwa Sisil sedang mandi


Oca dn yang lain membersihkan kamar, dan membuang barang barang yang sudah pecah


Sudah 15 menit Sisil dikamar mandi tak kunjung keluar, membuat Ale dan yang lain khawatir


"Dek, lu ngapain dikamar mandi?" Tanya Ale, tak ada jawaban dari Sisil


"Sil, kamu g papa kan didalam?" Tanya Alvaro


"Udah kalian keluar aja semua, gw, Ale , Alvaro yang coba bujuk Sisil" Suruh Oca pada Vera dkk

__ADS_1


Vera dkk hanya mengangguk keluar dari kamar Sisil


"Ale, dobrak aja pintunya" Suruh Oca


"Tapi" Jawab Ale ragu


Tanpa aba aba Alvaro mendobrak pintu kamar mandi Sisil lalu masuk


Ia menemukan Sisil pingsan dibawah guyuran air shower (Masih pakek baju loh ya)


Tanpa ragu Alvaro menggendong Sisil dan membawanya keluar dari kamar mandi, dan merebahkannya diatas kasur


Oca dengan cepat membawa handuk dan mengeringkan tubuh Sisil


"Dek? Lu kenapa?" Ucap Ale khawatir mengenggam satu tangan Sisil


"Sil, bangun dong" Ucap Alvaro khawatir menggenggam satu tangan Sisil yang lain


Oca menghubungi dokter agar segera datang


"Udah kalian berdua keluar dulu, gw mau gantiin bajunya, kasihan ntar tambah sakit" Ucap Oca diangguki Ale dan Alvaro


Ale dan Alvaro menunggu Oca menggantikan pakaian Sisil


Saat sudah selesai Oca membuka kan pintu dan menyuruh mereka masuk


Di depan pintu villa dokter mengetuk pintu yang dibukakan oleh Aldo


"Ah Dokter, mari masuk" Ucap Aldo mengantarkan Dokter kekamar Sisil


Dokter memeriksa Sisil


"Sebenarnya nona tidak apa apa, hanya kelelahan saja, dan usahakan dia jangan banyak pikiran dahulu, ini saya berikan beberapa vitamin, usahakan diminum secara rutin" Tutur Dokter panjang lebar


"Baik, terima kasih Dok, mari saya antar" Ucap Ale mengantarkan Dokter keluar


Kini tinggallah Sisil, Oca dan Alvaro didalam kamar


"Kak, buatin bubur buat Sisil boleh?" Tanya Alvaro


"Iya, bentar ya, tak buatin dulu" Jawab Oca pergi kedapur membuatkan Sisil bubur


Didalam kamar Alvaro memegangi tangan Sisil yang tak kunjung sadar


Tak lama Sisil pun Sadar


Ia mengerjapkan matanya, melihat sekeliling


"Sil, kamu udah sadar" Ucap Alvaro


"Iya" Jawab Sisil lemas


"Kamu ada yang sakit?" Tanya Alvaro khawatir


"Nggak ada Al" Jawab Sisil ingin duduk, dibantu oleh Alvaro


"Kamu ada masalah apa? Cerita ya sama aku, jangan dipendem sendiri" Tutur Alvaro


"Iya, tadi bang Satria telpon, ngabarin Momy ketemu Andreaz, dia nampar Momy" Jawab Sisil hendak menangis

__ADS_1


Alvaro yang melihat Sisil hendak menangispun tak tega lalu memeluknya


"Udah, nangis aja, tumpahin aja" Tutur Alvaro masih memeluk Sisil


Sisil pun menangis menumpahkan isi hatinya dipelukan Alvaro


Setelah merasa lega Sisil melepaskan pelukannya


Oca dan Ale datang membawa semangkuk bubur dan susu hangat


"Udah sadar dek?" Tanya Ale


"Lu nggak liat bang" Jawab Sisil ketus


"Iya gw liat, tadi lu kenapa kaya gitu sih, bikin khawatir aja" Gerutu Ale


"Udah Bang, nanti gw ceritain" Ucap Alvaro diangguki Ale


"Udah, ini buburnya Al" Ucap Oca menyerahkan bubur pada Alvaro


"Udah Ca, yuk keluar aja" Ajak Ale


"Iya"


Kini tinggallah Alvaro dan Sisil didalam kamar


"Kamu tadi belum makan, ini aku suapin" Ucap Alvaro menyodorkan sesendok bubur kedalam mulut Sisil


Sisil hanya menerimanya dengan senang hati


Setelah memakan buburnya Alvaro menyuapkan vitamin yang diberikan oleh Dokter tadi


"Udah, kamu istirahat dulu" Ucap Alvaro membantu Sisil membaringkan tubuhnya


Saat hendak pergi Sisil menahan Alvaro


"Kenapa?" Tanya Alvaro


"Temeninyah" Pinta Sisil


"Iya" Jawab Alvaro tersenyum, dan berbaring disamping Sisil


Sisil tertidur dengan ditemani Alvaro


Tak disadari Alvaro juga ikut tertidur menuju mimpinya


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~

__ADS_1


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2