
Posisi Sisil
Siang hari Sisil sedang berada dikamarnya, memeriksa berkas berkas kantor yang sudah dikirimkan melalui E-mail nya
Ditengah tengah kesibukannya telponnya berbunyi, ia melihat bahwa yang menelpon adalah Satria
'........'
"Ada apa?" Tanya Sisil
'......'
"Terus?"
'.......'
"Terus awasi Momy, jangan sampai lengah"
'.....'
Setelah percakapan selesai Sisil marah, karna Andreaz dengan berani menampar Momynya
"Ahhh sial, dasar tua bangka sialan" Teriak Sisil dari dalam kamar yang mengundang perhatian Ale dan yang lain
"Eh Sisil kenapa tuh?" Tanya Zidan yang mendengar teriakan Sisil, lalu semua berlari menuju kamar Sisil tak terkecuali Sena dkk
Saat didepan kamar Sisil, Ale dan yang lain mendengar suara barang barang dijatuhkan
Ale dan yang lain menjadi khawatir
"Dek, lu kenapa?" Teriak Ale menggedor gedor kamar Sisil, namun tak ada jawaban dari Sisil
"Sil, keluar dong, buka pintunya, jangan gitu" Teriak Oca juga menggedor kamar Sisil, namun juga tak ada jawaban dari Sisil
"Dek lu bawa Sena dan yang lain kebawah aja" Suruh Ale pada Dinda yang melihat Sena dan yang lain menangis
"Iya" Jawab Dinda lalu membawa Sena dan yang lain menjauh diikuti Devano
"Sil, ini aku Al, ayo buka pintunya dong" Teriak Alvaro mencoba menenangkan Sisil
Sudah 10 menit tidak ada jawaban dari Sisil, juga suara bantingan barang sudah tidak terdengar lagi
Vera mencari cari kunci cadangan kamar Sisil dibantu yang lain
Saat telah menemukannya Vera membuka kamar Sisil
Saat masuk kamar Sisil, mereka tidak menemukan Sisil dikamar, melainkan kamar yang seperti kapal pecah
Alvaro mencari cari Sisil, ia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi, ia meyakini bahwa Sisil sedang mandi
Oca dn yang lain membersihkan kamar, dan membuang barang barang yang sudah pecah
Sudah 15 menit Sisil dikamar mandi tak kunjung keluar, membuat Ale dan yang lain khawatir
"Dek, lu ngapain dikamar mandi?" Tanya Ale, tak ada jawaban dari Sisil
"Sil, kamu g papa kan didalam?" Tanya Alvaro
"Udah kalian keluar aja semua, gw, Ale , Alvaro yang coba bujuk Sisil" Suruh Oca pada Vera dkk
__ADS_1
Vera dkk hanya mengangguk keluar dari kamar Sisil
"Ale, dobrak aja pintunya" Suruh Oca
"Tapi" Jawab Ale ragu
Tanpa aba aba Alvaro mendobrak pintu kamar mandi Sisil lalu masuk
Ia menemukan Sisil pingsan dibawah guyuran air shower (Masih pakek baju loh ya)
Tanpa ragu Alvaro menggendong Sisil dan membawanya keluar dari kamar mandi, dan merebahkannya diatas kasur
Oca dengan cepat membawa handuk dan mengeringkan tubuh Sisil
"Dek? Lu kenapa?" Ucap Ale khawatir mengenggam satu tangan Sisil
"Sil, bangun dong" Ucap Alvaro khawatir menggenggam satu tangan Sisil yang lain
Oca menghubungi dokter agar segera datang
"Udah kalian berdua keluar dulu, gw mau gantiin bajunya, kasihan ntar tambah sakit" Ucap Oca diangguki Ale dan Alvaro
Ale dan Alvaro menunggu Oca menggantikan pakaian Sisil
Saat sudah selesai Oca membuka kan pintu dan menyuruh mereka masuk
Di depan pintu villa dokter mengetuk pintu yang dibukakan oleh Aldo
"Ah Dokter, mari masuk" Ucap Aldo mengantarkan Dokter kekamar Sisil
Dokter memeriksa Sisil
"Sebenarnya nona tidak apa apa, hanya kelelahan saja, dan usahakan dia jangan banyak pikiran dahulu, ini saya berikan beberapa vitamin, usahakan diminum secara rutin" Tutur Dokter panjang lebar
"Baik, terima kasih Dok, mari saya antar" Ucap Ale mengantarkan Dokter keluar
Kini tinggallah Sisil, Oca dan Alvaro didalam kamar
"Kak, buatin bubur buat Sisil boleh?" Tanya Alvaro
"Iya, bentar ya, tak buatin dulu" Jawab Oca pergi kedapur membuatkan Sisil bubur
Didalam kamar Alvaro memegangi tangan Sisil yang tak kunjung sadar
Tak lama Sisil pun Sadar
Ia mengerjapkan matanya, melihat sekeliling
"Sil, kamu udah sadar" Ucap Alvaro
"Iya" Jawab Sisil lemas
"Kamu ada yang sakit?" Tanya Alvaro khawatir
"Nggak ada Al" Jawab Sisil ingin duduk, dibantu oleh Alvaro
"Kamu ada masalah apa? Cerita ya sama aku, jangan dipendem sendiri" Tutur Alvaro
"Iya, tadi bang Satria telpon, ngabarin Momy ketemu Andreaz, dia nampar Momy" Jawab Sisil hendak menangis
__ADS_1
Alvaro yang melihat Sisil hendak menangispun tak tega lalu memeluknya
"Udah, nangis aja, tumpahin aja" Tutur Alvaro masih memeluk Sisil
Sisil pun menangis menumpahkan isi hatinya dipelukan Alvaro
Setelah merasa lega Sisil melepaskan pelukannya
Oca dan Ale datang membawa semangkuk bubur dan susu hangat
"Udah sadar dek?" Tanya Ale
"Lu nggak liat bang" Jawab Sisil ketus
"Iya gw liat, tadi lu kenapa kaya gitu sih, bikin khawatir aja" Gerutu Ale
"Udah Bang, nanti gw ceritain" Ucap Alvaro diangguki Ale
"Udah, ini buburnya Al" Ucap Oca menyerahkan bubur pada Alvaro
"Udah Ca, yuk keluar aja" Ajak Ale
"Iya"
Kini tinggallah Alvaro dan Sisil didalam kamar
"Kamu tadi belum makan, ini aku suapin" Ucap Alvaro menyodorkan sesendok bubur kedalam mulut Sisil
Sisil hanya menerimanya dengan senang hati
Setelah memakan buburnya Alvaro menyuapkan vitamin yang diberikan oleh Dokter tadi
"Udah, kamu istirahat dulu" Ucap Alvaro membantu Sisil membaringkan tubuhnya
Saat hendak pergi Sisil menahan Alvaro
"Kenapa?" Tanya Alvaro
"Temeninyah" Pinta Sisil
"Iya" Jawab Alvaro tersenyum, dan berbaring disamping Sisil
Sisil tertidur dengan ditemani Alvaro
Tak disadari Alvaro juga ikut tertidur menuju mimpinya
πππππππππππππππ
BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPAπ
SEE YOU NEXT EPISODE π
BYE~
__ADS_1
AUTHOR SAYANG KALIANππ