SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 32


__ADS_3

Setelah berdiskusi beberapa saat sudah ditentukan tanggal dan rincian rincian pernikahan Kelvin dan Karin.


"Gw jadi bingung." Celetuk Sena tiba tiba.


"Kenapa?" tanya Karin.


"Gini nih ya, Serena kan adik gw, terus si Kelvin kakak nya Karin, kita manggilnya apa dong? Kakak ipar? Adek ipar? orang kita aja seumuran satu angkatan." Ucap Sena.


Sontak semuanya langsung berpikir.


"Bener juga yang lu bilang." Ucap Kelvin. "Tapi kemarin gw manggil lu Kakak ipar lu kaga marah tuh." Imbuh Kelvin.


"Yakan gw kira bercanda, eh beneran." Jawab Sena.


"Elah panggil aja Ipar, kaga usah ade kakak an." Ucap Sisil.


"Iya, kaga usah ribet." Imbuh Alvaro.


"Kalo udah kita balik kerumah." Pamit Dinda.


"Nggak boleh, kalian semua nginep disini." Suruh Momy Unna yang tak mau dibantah.


"Iya, kalain nginep aja, besok juga persiapan pernikahan." Ucap Bibi Rosa.


"Kalian nginep kita balik, ada urusan diluar." Ucap Sisil diangguki Alvaro.


"Iya, kalian pergilah." Ucap Momy Unna mengerti.


"Kakak mau kemana?" tanya Serena.


"Sudah sana kalian jangan banyak tanya, istirahatlah." Suruh Bibi Rosa.


"Mom, Kak, Dek, titip Gabriel bentar sama Baby." Ucap Sisil memindahkan Baby kepangkuan Momy Unna.


"Iya, kalian hati hati." Ucap Momy Unna

__ADS_1


Sisil dan Alvaro langsung pergi ketempat yang akan mereka tuju. Alvaro langsung menancap gas mobilnya menuju salah satu mansion dikota A diikuti beberapa mobil anak buahnya dibelakangnya.


"Bagaimana dokumennya?" tanya Sisil pada Alvaro.


"Sudah, itu dibelakang." Jawab Alvaro menunjuk kursi belakangnya.


Sisil langsung mengambil satu map yang berisi beberapa dokumen dan satu kertas kosong yang diselipkan ditengah tengah, Sisil melihat dan membaca dengan seksama dokumennya dengan senyum seringainya.


Selang beberapa lama, mereka berdua sudah sampai didepan mansion yang tak kalah besar dari mansion miliknya.


"Besar juga." Ucap Sisil.


"Lebih besar mansion utama." Ucap Alvaro.


"Iya, pantas saja mereka ingin menguasai harta orang tua Kelvin dan Karin." Ucap Sisil.


"Sudah ayok, kita masuk, mereka pasti sudah menunggu kedatangan tamu agung." Ucap Alvaro dengan percaya dirinya. "Kalian jaga disini dulu." Suruh Alvaro pada anak buahnya.


"Hmmm" dehem Sisil langsung masuk bersama Alvaro.


"Tuan, Nyonya, kalian sudah datang, silahkan masuk." Ucapnya ramah mempersilahkan Sisil dan Alvaro masuk.


Mereka berempat langsung duduk diruang tamu.


"Tuan Alvaro." Sapa Sindi dengan nada manja (Tante Kelvin dan Karin)


Alvaro hanya menunjukkan senyum kecutnya mendengar sapaan yang terlintas ditelinga nya yang membuatnya jijik.


Sisil yang menyadari Alvaro juga jijik sama seperti dengannya langsung membuka suara dengan aura dingin andalannya.


"Tidak usah berbasa basi lagi, untuk kerjama antara tiga perusahaan SF company dan AA Company milik Suami saya, dan perusahaan milik keluarga anda, akan segera dilakukan, untuk persetujuan kami membutuhkan beberapa tanda tangan difolder ini." Ucap Sisil menaruh satu map tadi diatas meja juga mengeluarkan bolpoin dari sakunya.


"Untuk meyakinkan dan agar tidak terjadi mis komunikasi silahkan dibaca dan dicermati terlebih dahulu dokumennya." Ucap Alvaro.


"Ah tidak perlu Tuan, Nyonya, kami percaya sepenuhnya dengan kalian." Ucap Aldo (Om Kelvin dan Karin) langsung mengambil bolpoin dan menandatangani selembar demi selembar dokumen termasuk kertas kosong yang diselipkan ditengah tengah oleh Sisil tadi.

__ADS_1


Sisil dan Alvaro yang melihat Aldo sangat mempercayai mereka hanya menyunggingkan senyum mereka karna telah berhasil membodohi Aldo dan Sindi.


"Baik, kalau begitu, kami menyediakan penjagaan ketat disekeliling mansion kalain ini, karna kami tidak ingin terjadi sesuatu dengan kalian, karna sudah bekerja sama dengan kami." Ucap Sisil terlihat sangat meyakinkan.


"Nyonya anda sangat baik, bahkan perduli dengan keselamatan kami." Ucap Aldo yang sudah termakan bualan Sisil.


"Dua hari lagi, kami akan mengadakan acara pernikahan adik adik kami, silahkan kalian datang." Ucap Alvaro memberitahu.


"Baik, dengan senang hati kami akan datang." Ucap Sindi manja.


"Baik kalau begitu kami permisi." Ucap Sisil kembali memgambil dokumen dari atas meja. "Jika terjadi sesuatu kalian bisa langsung meminta tolong anak buah kami yang sudah kami siapkan untuk menjaga kalian." Imbuh Sisil sebelum pergi.


"Baik sekali mereka." Puji Sindi. "Sampai memperdulikan keselamatan kita, karna telah bekerja sama dengan dua perusahaan besar." Imbuhnya.


"Sudah ayo masuk." Ucap Aldo.


Didepan mansion.


"Kalian jaga dan awasi terus gerak gerik mereka, jika ada yang mencurigakan langsung hubungi kami." Ucap Alvaro berpesan pada anak buah nya yang ditugaskan mengintai Aldo dan Sindi.


"Baik King."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰


BYE~

__ADS_1


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2